FAKTABENGKULU.COM, BENGKULU — Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Bengkulu yang baru, Anton Delianto, S.H., M.H., resmi memulai langkah pengabdiannya di Bumi Merah Putih. Pada hari pertama penugasannya, Rabu (12/8/2026), ia langsung membuka ruang kolaborasi luas dan menegaskan komitmen kuat dalam penegakan hukum yang profesional serta humanis.
Kehadiran Anton di disambut hangat oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk insan pers. Dalam pertemuan perdananya, ia secara terbuka memperkenalkan diri sekaligus memaparkan arah kebijakan kepemimpinannya di wilayah hukum Bumi Merah Putih. Menurutnya, sinergi dan komunikasi aktif dengan media massa merupakan pilar penting dalam mewujudkan keterbukaan informasi publik.
”Saya mengucapkan terima kasih atas sambutan dari rekan-rekan wartawan,” ujar Anton yang mengaku baru pertama kali mengemban tugas di Bumi Merah Putih. Ia menilai, komunikasi yang baik dengan seluruh elemen daerah adalah kunci utama untuk memahami karakteristik dan kebutuhan masyarakat setempat secara cepat.
Penanganan Perkara Korupsi Jadi Perhatian Utama
Isu krusial yang langsung menjadi sorotan publik adalah penanganan berbagai perkara tindak pidana korupsi di Provinsi Bengkulu. Menanggapi hal ini, Anton memastikan bahwa seluruh penegakan hukum yang sedang berjalan tetap menjadi bagian dari agenda evaluasi kepemimpinannya.
Kendati demikian, ia menegaskan tidak akan mengambil keputusan secara terburu-buru. Mantan pimpinan korps adhyaksa ini memilih untuk mempelajari secara mendalam setiap penanganan perkara yang telah dirintis oleh jajaran terdahulu di Bumi Merah Putih.
”Saya akan pelajari dulu apa yang telah dilaksanakan teman-teman di Kejati Bengkulu,” tegas Anton. Langkah terukur ini diambil agar setiap kebijakan dan keputusan strategis ke depan benar-benar berlandaskan pada data objektif dan kondisi riil di lapangan.
Kedepankan Integritas dan Pendekatan Humanis
Selain ketegasan dalam memproses perkara hukum sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), Anton juga menekankan pentingnya menjaga integritas bagi seluruh pegawai di lingkungan Kejati Bengkulu.
Ia mengingatkan bahwa kejaksaan adalah institusi penegak hukum yang juga mengemban fungsi pelayanan masyarakat. Oleh karena itu, penegakan hukum yang tegas harus selalu dibarengi dengan pendekatan yang humanis demi menjaga kepercayaan publik di Bumi Merah Putih.
”Kita harus menjaga integritas dan bertindak humanis karena kita melayani masyarakat,” pesannya.
Ajak Forkopimda dan Media Jaga Kondusivitas Daerah
Dalam upaya menciptakan stabilitas keamanan dan kelancaran pembangunan, Anton turut menyiapkan langkah konsolidasi lintas sektor bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Dirinya meyakini bahwa penegakan hukum dan roda pembangunan daerah harus berjalan beriringan.
Menutup rangkaian perkenalannya, Anton mengajak seluruh insan pers di Bumi Merah Putih untuk bersama-sama merawat situasi daerah agar tetap aman, damai, dan kondusif melalui sajian informasi yang positif serta berimbang.
”Mari kita bersama-sama menjaga agar situasinya tetap aman dan kondusif,” pungkasnya.
(ABD)













