Menu

Otomatis
Breaking News

Tokoh

Menteri Wihaji Soroti Tren Childfree di Kalangan Muda, Tawarkan Solusi Melalui Program Tamasya

badge-check

Menteri Wihaji Soroti Tren Childfree di Kalangan Muda, Tawarkan Solusi Melalui Program TamasyaPerbesar

Bengkulu – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN), Wihaji, menyoroti tren yang semakin berkembang di kalangan kaum muda, yakni fenomena childfree. Fenomena ini merujuk pada keinginan untuk menikah tanpa memiliki anak, yang kini semakin populer di Indonesia. Menurut data terbaru, sekitar 71 ribu perempuan Indonesia menginginkan gaya hidup childfree.

“Ini memang menjadi isu yang perlu kami perhatikan, di mana ada perempuan-perempuan muda yang ingin menikah, tetapi tidak ingin memiliki anak,” ujar Wihaji di Bengkulu, Jumat (15/11).

Terkait fenomena childfree, Wihaji menjelaskan bahwa ada tiga faktor utama yang mendorong kecenderungan ini: kecemasan psikologis, kecemasan ekonomi, dan kecemasan terkait kesehatan atau fisik. Wihaji menyatakan bahwa pemerintah harus merespons kekhawatiran ini dengan menyediakan solusi yang konkret.

“Untuk menjawab kecemasan ini, saya memiliki program Tamasya, Taman Asuh Sayang Anak. Bagi mereka yang khawatir dengan kondisi anak setelah melahirkan, seperti harus berhenti bekerja atau kesulitan mengasuh anak, kami siapkan tempat penitipan anak dan tempat untuk mengasuh anak,” jelasnya.

Menteri Wihaji menegaskan bahwa negara hadir untuk membantu rakyat dalam mengatasi tantangan kehidupan, termasuk dalam hal ini terkait pilihan hidup childfree. Meskipun ia menghormati pilihan tersebut, ia berharap agar masyarakat tetap menjalani kehidupan dengan segala dinamika dan tantangannya, karena setiap langkah kehidupan pasti ada solusinya.

“Sebagai manusia, saya menghormati pilihan childfree, namun sebagai menteri saya berharap kita bisa menjalani kehidupan ini dengan penuh optimisme dan keyakinan bahwa semuanya akan baik-baik saja,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wihaji juga memberikan kuliah umum dengan tema “Membangun Generasi Berencana: Mahasiswa sebagai Agen Perubahan Pembangunan Keluarga” di Gedung Serba Guna (G5G) Universitas Bengkulu. Ia menekankan bahwa mahasiswa memiliki peran strategis dalam membangun keluarga berkualitas yang merupakan fondasi penting bagi sumber daya manusia Indonesia yang unggul, terutama dalam menghadapi Indonesia Emas 2045.

“Mahasiswa adalah calon pemimpin bangsa. Kesadaran untuk merencanakan masa depan, memahami kesehatan reproduksi, serta membangun keluarga yang siap secara mental dan ekonomi harus dimulai sejak dini,” ungkap Wihaji, yang berharap agar generasi muda dapat lebih siap menghadapi tantangan masa depan dengan pemahaman yang lebih baik tentang keluarga dan kehidupan berkeluarga.

(DHF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Sinergi Pemprov dan Pemkot Bengkulu: Helmi Hasan Serahkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Pengantungan

21 Sep 2026 - 19:28 WIB

Sinergi Pemprov dan Pemkot Bengkulu: Helmi Hasan Serahkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Pengantungan

Warga Dusun 3 Serindingan Kompak Swadaya Perbaiki Jembatan Amblas

21 Sep 2026 - 08:46 WIB

Warga Dusun 3 Serindingan Kompak Swadaya Perbaiki Jembatan Amblas

Tim Bonte Polres Rejang Lebong Gagalkan Aksi Tawuran di Curup Timur, 7 Pemuda Bawa Sajam Diciduk

21 Sep 2026 - 08:38 WIB

Tim Bonte Polres Rejang Lebong Gagalkan Aksi Tawuran di Curup Timur, 7 Pemuda Bawa Sajam Diciduk

Skandal Oknum Sekdes Taba Tembilang Kepergok Bersama Istri Orang, Warga Desak Pecat

19 Sep 2026 - 17:20 WIB

Skandal Oknum Sekdes Taba Tembilang Kepergok Bersama Istri Orang, Warga Desak Pecat

Penjaringan Warga: 2 Pria dan 5 Wanita Diciduk di Satu Kamar Kos Kandang Mas Dini Hari

19 Sep 2026 - 17:18 WIB

Penjaringan Warga: 2 Pria dan 5 Wanita Diciduk di Satu Kamar Kos Kandang Mas Dini Hari
Trending di Headline