Menu

Mode Gelap
Heboh Kemeriahan CFD HUT Bhayangkara ke-80 di Rejang Lebong, Ada SIM Keliling hingga Berobat Gratis! Sempat Tersendat Berbulan-bulan, DD dan ADD 2026 di Rejang Lebong Akhirnya Cair! Pemdes Diminta Ngebut Dipicu Dendam Lama dan Tatapan Sengit, Petani di Binduriang Ditikam Saat Joget di Pesta Pernikahan Orang Tua Jangan Mau Dipungut Biaya! Dikbud Seluma Tegaskan SPMB 2026 Tingkat SD dan SMP Gratis Tis! Jeritan Pemilik RAM di Bengkulu Selatan: Antrean Pabrik Berhari-hari Bikin TBS Sawit Membusuk dan Rugi Besar UMKM Wajib Tahu! Ini Cara Pendaftaran Merek Dagang di Festival Tabut 2026, Cukup Bayar Rp500 Ribu

Tokoh

Menteri Wihaji Soroti Tren Childfree di Kalangan Muda, Tawarkan Solusi Melalui Program Tamasya

badge-check


Menteri Wihaji Soroti Tren Childfree di Kalangan Muda, Tawarkan Solusi Melalui Program Tamasya Perbesar

Bengkulu – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN), Wihaji, menyoroti tren yang semakin berkembang di kalangan kaum muda, yakni fenomena childfree. Fenomena ini merujuk pada keinginan untuk menikah tanpa memiliki anak, yang kini semakin populer di Indonesia. Menurut data terbaru, sekitar 71 ribu perempuan Indonesia menginginkan gaya hidup childfree.

“Ini memang menjadi isu yang perlu kami perhatikan, di mana ada perempuan-perempuan muda yang ingin menikah, tetapi tidak ingin memiliki anak,” ujar Wihaji di Bengkulu, Jumat (15/11).

Terkait fenomena childfree, Wihaji menjelaskan bahwa ada tiga faktor utama yang mendorong kecenderungan ini: kecemasan psikologis, kecemasan ekonomi, dan kecemasan terkait kesehatan atau fisik. Wihaji menyatakan bahwa pemerintah harus merespons kekhawatiran ini dengan menyediakan solusi yang konkret.

“Untuk menjawab kecemasan ini, saya memiliki program Tamasya, Taman Asuh Sayang Anak. Bagi mereka yang khawatir dengan kondisi anak setelah melahirkan, seperti harus berhenti bekerja atau kesulitan mengasuh anak, kami siapkan tempat penitipan anak dan tempat untuk mengasuh anak,” jelasnya.

Menteri Wihaji menegaskan bahwa negara hadir untuk membantu rakyat dalam mengatasi tantangan kehidupan, termasuk dalam hal ini terkait pilihan hidup childfree. Meskipun ia menghormati pilihan tersebut, ia berharap agar masyarakat tetap menjalani kehidupan dengan segala dinamika dan tantangannya, karena setiap langkah kehidupan pasti ada solusinya.

“Sebagai manusia, saya menghormati pilihan childfree, namun sebagai menteri saya berharap kita bisa menjalani kehidupan ini dengan penuh optimisme dan keyakinan bahwa semuanya akan baik-baik saja,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wihaji juga memberikan kuliah umum dengan tema “Membangun Generasi Berencana: Mahasiswa sebagai Agen Perubahan Pembangunan Keluarga” di Gedung Serba Guna (G5G) Universitas Bengkulu. Ia menekankan bahwa mahasiswa memiliki peran strategis dalam membangun keluarga berkualitas yang merupakan fondasi penting bagi sumber daya manusia Indonesia yang unggul, terutama dalam menghadapi Indonesia Emas 2045.

“Mahasiswa adalah calon pemimpin bangsa. Kesadaran untuk merencanakan masa depan, memahami kesehatan reproduksi, serta membangun keluarga yang siap secara mental dan ekonomi harus dimulai sejak dini,” ungkap Wihaji, yang berharap agar generasi muda dapat lebih siap menghadapi tantangan masa depan dengan pemahaman yang lebih baik tentang keluarga dan kehidupan berkeluarga.

(DHF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Heboh Kasus Keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kepahiang: Dinkes Temukan Bakteri Staphylococcus, Ini 6 Rekomendasi untuk Dapur SPPG

18 Juni 2026 - 19:17 WIB

UHC Bengkulu Tembus 100 Persen, Pemprov dan BPJS Kesehatan Satukan Strategi Genjot Mutu Layanan Medis di 2026 

18 Juni 2026 - 19:11 WIB

Hasil Lab Keluar! Bakteri Ini Jadi Penyebab Keracunan Massal MBG di SDN 18 Kepahiang

17 Juni 2026 - 18:38 WIB

Inspiratif! Camat XIV Koto Mukomuko Gagas Program ‘Gemar Sedekah’ Demi Bantu Kaum Dhuafa

16 Juni 2026 - 18:59 WIB

Kabar Gembira untuk Petani! Pemprov Bengkulu Siapkan Bantuan Ribuan Bibit Gratis, Mulai Sawit hingga Kopi

16 Juni 2026 - 18:49 WIB

Trending di Ekonomi