Menu

Mode Gelap
Tak Terima Diejek ‘Anak Baru’, Pelajar di Bengkulu Tengah Nekat Tusuk Teman Sekolah, Kini Terancam 5 Tahun Penjara! Pasca Petani Lansia Diterkam, Tim Gabungan Ledakkan Petasan Usir Beruang Madu di Rejang Lebong Mengintip Kesiapan Festival Tabut 2026: Digelar Pertengahan Juni di Pantai Panjang, Pemprov Bengkulu Matangkan Konsep Kenaikan Harga Material Membayangi, Pemprov Bengkulu Genjot Percepatan Proyek Infrastruktur Heboh Dugaan Pungli Parkir di Gazebo Gratis Pantai Panjang, Dispar Kota Bengkulu Langsung Sidak Lapangan Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di Kota Bengkulu: Plh Walikota Ajak Warga Bumikan Nilai Dasar Negara

Headline

Mengintip Kesiapan Festival Tabut 2026: Digelar Pertengahan Juni di Pantai Panjang, Pemprov Bengkulu Matangkan Konsep

badge-check


Mengintip Kesiapan Festival Tabut 2026: Digelar Pertengahan Juni di Pantai Panjang, Pemprov Bengkulu Matangkan Konsep Perbesar

FAKTABENGKULU.COM, BENGKULU – Kalender wisata unggulan Bumi Merah Putih, Festival Tabut 2026, dipastikan siap menyapa masyarakat dan wisatawan dalam waktu dekat. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu kini tengah melakukan finalisasi akhir guna memastikan seluruh rangkaian pergelaran budaya tahunan ini berjalan sukses dan lancar.

Berdasarkan jadwal resmi, Festival Tabut 2026 akan berlangsung selama 10 hari penuh, mulai dari 16 hingga 26 Juni 2026, yang bertepatan dengan momen sakral 1 sampai 10 Muharram 1448 Hijriah. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, magnet utama festival budaya ini nantinya akan dipusatkan di kawasan Sport Center Pantai Panjang Bengkulu.

Tetap Spektakuler di Tengah Efisiensi Anggaran

Meski perhelatan tahun ini dilaksanakan di bawah kebijakan efisiensi anggaran daerah, Pemprov Bengkulu menjamin kualitas acara tidak akan kendor. Seluruh tahapan persiapan mulai dari sisi administrasi hingga koordinasi teknis di lapangan dipastikan berjalan tepat waktu (on schedule).

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu, Murlin Hanizar, mengungkapkan bahwa tim kepanitiaan saat ini sedang fokus merampungkan dua agenda besar yang menjadi pilar utama festival.

“Saat ini ada dua kegiatan utama yang sedang kami siapkan secara intensif, yakni kegiatan produksi (cultural event) oleh pihak event organizer (EO) serta pelaksanaan pameran dan bazar UMKM melalui promotor bazar. Semua prosesnya terus mengalir dan terus kami kawal ketat,” jelas Murlin.

Kantongi Legalitas Legal dan Gandeng Aparat Gabungan

Demi menjaga akuntabilitas dan transparansi acara, Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu menegaskan bahwa seluruh landasan hukum pelaksanaan festival sudah matang. Pemprov Bengkulu telah melengkapi berkas administrasi, mulai dari surat-menyurat resmi, SK Gubernur, hingga meminta pendapat hukum (legal opinion) dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu.

Tak hanya itu, aspek keamanan dan kenyamanan pengunjung juga menjadi prioritas utama. Rapat koordinasi lintas sektoral pun sudah digelar dengan melibatkan berbagai instansi strategis, mulai dari TNI, Polri, Basarnas, Dinas Perhubungan, Dinas Pemadam Kebakaran, hingga Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan.

“Rapat koordinasi awal bersama TNI-Polri dan seluruh unsur terkait sudah selesai. Selanjutnya, pada H-7 sebelum pembukaan, kami akan menggelar rapat besar panitia untuk mengecek ulang seluruh kebutuhan teknis agar benar-benar siap tanpa celah,” tambahnya.

Murlin optimis, pergelaran Festival Tabut 2026 ini tidak hanya menjadi wadah pelestarian tradisi leluhur, melainkan juga menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat lokal melalui geliat bazar UMKM, serta mampu mendongkrak angka kunjungan wisatawan ke Provinsi Bengkulu.

Waspada Pungutan Liar Mengatasnamakan Panitia

Di sisi lain, menyikapi adanya desas-desus mengenai oknum yang mengatasnamakan panitia Festival Tabut untuk meminta sumbangan kepada masyarakat, Murlin memberikan klarifikasi tegas. Pihaknya mengimbau warga untuk cerdas membedakan antara sumbangan sukarela tradisi dan pungutan liar.

“Panitia resmi Festival Tabut dibentuk langsung oleh Pemerintah Provinsi Bengkulu. Aktivitas penggalangan dana atau permintaan sumbangan yang beredar di luar itu dipastikan bukan bagian dari kepanitiaan resmi kami,” tegasnya.

Kendati demikian, Murlin memahami bahwa tradisi gotong-royong atau pemberian bantuan sukarela dari masyarakat kepada kelompok-kelompok pemilik Tabut (Keluarga Kerukunan Tabut) merupakan budaya yang sudah mengakar sejak lama.

“Partisipasi sukarela dari masyarakat itu adalah bentuk kepedulian bersama dalam merawat kebudayaan Tabut. Ini yang menjadikan Tabut tetap eksis sebagai identitas unik sekaligus daya tarik wisata utama Bengkulu di mata dunia,” pungkas Murlin.

(ABD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tak Terima Diejek ‘Anak Baru’, Pelajar di Bengkulu Tengah Nekat Tusuk Teman Sekolah, Kini Terancam 5 Tahun Penjara!

3 Juni 2026 - 21:16 WIB

Pasca Petani Lansia Diterkam, Tim Gabungan Ledakkan Petasan Usir Beruang Madu di Rejang Lebong

3 Juni 2026 - 21:12 WIB

Kenaikan Harga Material Membayangi, Pemprov Bengkulu Genjot Percepatan Proyek Infrastruktur

1 Juni 2026 - 19:00 WIB

Heboh Dugaan Pungli Parkir di Gazebo Gratis Pantai Panjang, Dispar Kota Bengkulu Langsung Sidak Lapangan

1 Juni 2026 - 18:58 WIB

Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di Kota Bengkulu: Plh Walikota Ajak Warga Bumikan Nilai Dasar Negara

1 Juni 2026 - 18:56 WIB

Trending di Headline