Menu

Mode Gelap
Heboh Kemeriahan CFD HUT Bhayangkara ke-80 di Rejang Lebong, Ada SIM Keliling hingga Berobat Gratis! Sempat Tersendat Berbulan-bulan, DD dan ADD 2026 di Rejang Lebong Akhirnya Cair! Pemdes Diminta Ngebut Dipicu Dendam Lama dan Tatapan Sengit, Petani di Binduriang Ditikam Saat Joget di Pesta Pernikahan Orang Tua Jangan Mau Dipungut Biaya! Dikbud Seluma Tegaskan SPMB 2026 Tingkat SD dan SMP Gratis Tis! Jeritan Pemilik RAM di Bengkulu Selatan: Antrean Pabrik Berhari-hari Bikin TBS Sawit Membusuk dan Rugi Besar UMKM Wajib Tahu! Ini Cara Pendaftaran Merek Dagang di Festival Tabut 2026, Cukup Bayar Rp500 Ribu

Headline

Menggali Jejak Sejarah yang Terlupakan, Helmi Hasan Luncurkan Buku ‘Bumi Merah Putih’

badge-check


Menggali Jejak Sejarah yang Terlupakan, Helmi Hasan Luncurkan Buku ‘Bumi Merah Putih’ Perbesar

BENGKULU, FaktaBengkulu.com – Semangat nasionalisme kembali membara di Tanah Merah Putih. Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, secara resmi meluncurkan karya literasi terbarunya berjudul “Bumi Merah Putih yang Terlupakan” dalam sebuah Seminar Nasional Kewirausahaan yang digelar di Gedung Serbaguna (GSG) Kantor Gubernur Bengkulu, Minggu (15/2/2026).

Acara yang mengusung tema “Semangat Bumi Merah Putih Menuju Bengkulu yang Mandiri dan Berdikari” ini menjadi momentum penting untuk mengingatkan kembali masyarakat akan peran vital Bengkulu dalam sejarah kemerdekaan Indonesia.

Gubernur Helmi Hasan, yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, menegaskan bahwa julukan “Bumi Merah Putih” bukan sekadar label geografis. Bengkulu adalah rahim yang melahirkan putri terbaik bangsa—Fatmawati—sang penjahit bendera pusaka.

“Bumi Merah Putih telah melahirkan tokoh yang bukan hanya pendamping Proklamator, tetapi juga pelaku sejarah yang mewarnai perjalanan bangsa ini. Semangat itulah yang harus menjadi denyut nadi pembangunan kita saat ini,” ujar Herwan Antoni dalam sambutannya.

Buku Bumi Merah Putih yang Terlupakan merupakan buah pemikiran Helmi Hasan yang disunting secara apik oleh Emilda Sulasmi, M.Pd., dan Jamalum Sinambela, S.H., M.H. Kehadiran buku ini diharapkan menjadi “obat penawar” bagi generasi muda agar tidak buta terhadap akar sejarah daerahnya sendiri.

Ketua Panitia pelaksana, Wawan Asri, dalam laporannya menekankan bahwa kemandirian ekonomi dan kewirausahaan yang dibahas dalam seminar ini tidak bisa dilepaskan dari mentalitas merdeka.

“Kita adalah bangsa pemenang yang pernah menumpas penjajahan. Jangan sampai di era sekarang kita justru merasa terjajah oleh keadaan. Semangat kemerdekaan harus tetap hidup dalam setiap langkah kita,” tegas Wawan.

Peluncuran buku ini juga menjadi sinyal kuat komitmen Pemerintah Provinsi dalam memperkuat identitas lokal untuk mendorong kemandirian daerah. Dengan memahami sejarah, masyarakat diharapkan memiliki rasa bangga yang tinggi sehingga lebih optimis dalam membangun ekonomi kreatif dan kewirausahaan di Bengkulu.

Acara ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari akademisi, pelaku usaha, hingga mahasiswa yang antusias menyimak bedah nilai-nilai kebangsaan yang terkandung dalam buku tersebut.

(ABD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Heboh Kemeriahan CFD HUT Bhayangkara ke-80 di Rejang Lebong, Ada SIM Keliling hingga Berobat Gratis!

21 Juni 2026 - 20:00 WIB

Sempat Tersendat Berbulan-bulan, DD dan ADD 2026 di Rejang Lebong Akhirnya Cair! Pemdes Diminta Ngebut

21 Juni 2026 - 19:55 WIB

Orang Tua Jangan Mau Dipungut Biaya! Dikbud Seluma Tegaskan SPMB 2026 Tingkat SD dan SMP Gratis Tis!

20 Juni 2026 - 19:10 WIB

Jeritan Pemilik RAM di Bengkulu Selatan: Antrean Pabrik Berhari-hari Bikin TBS Sawit Membusuk dan Rugi Besar

20 Juni 2026 - 19:04 WIB

UMKM Wajib Tahu! Ini Cara Pendaftaran Merek Dagang di Festival Tabut 2026, Cukup Bayar Rp500 Ribu

20 Juni 2026 - 19:00 WIB

Trending di Ekonomi