BENGKULU, faktabengkulu.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu bergerak cepat mematangkan persiapan menjelang perhelatan akbar Festival Tabut 2026. Event budaya tahunan yang dinanti-nanti masyarakat ini dijadwalkan berlangsung selama 10 hari penuh, mulai dari tanggal 16 hingga 26 Juni 2026 (bertepatan dengan 1-10 Muharram 1448 Hijriah), berpusat di kawasan Sport Center Bengkulu.
Kepastian matangnya persiapan ini dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) lintas sektor yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni. Rapat yang digelar di Aula Merah Putih Kantor Gubernur Bengkulu pada Senin (8/6/2026) tersebut melibatkan unsur TNI-Polri, panitia pelaksana, Event Organizer (EO), serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Sebagai salah satu agenda unggulan yang berhasil menembus Kalender Kharisma Event Nusantara (KEN), Festival Tabut 2026 bukan sekadar ritual budaya. Event ini diproyeksikan menjadi motor penggerak utama sektor pariwisata, ekonomi kreatif, sekaligus panggung emas bagi kebangkitan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.
“Festival Tabut merupakan kebanggaan masyarakat Bengkulu yang telah masuk dalam kalender Kharisma Event Nusantara. Karena itu, seluruh persiapan harus dilakukan secara maksimal agar pelaksanaannya berjalan lancar, aman, dan semakin meriah,” tegas Herwan Antoni.
Tiga Pilar Utama Festival Tabut 2026
Untuk memanjakan para pengunjung dan wisatawan yang diprediksi akan membanjiri lokasi acara, Pemprov Bengkulu bersama pihak penyelenggara telah menyiapkan tiga agenda utama, yaitu:
- Pertunjukan Seni dan Hiburan: Menampilkan kekayaan seni lokal dan kolaborasi budaya yang memukau.
- Bazar dan Pameran UMKM: Ruang khusus bagi pelaku usaha lokal untuk memamerkan produk-produk unggulan Bengkulu.
- Prosesi Adat Tabut: Puncak ritual budaya sakral yang menjadi identitas dan daya tarik utama masyarakat Bengkulu.
Herwan menambahkan bahwa seluruh aspek teknis, mulai dari konsep panggung utama yang digarap oleh EO, tata kelola kegiatan, hingga kenyamanan bagi para pelaku UMKM, terus dipantau secara ketat agar terintegrasi dengan baik.
Alokasi Anggaran dan Jaminan Keamanan Pengunjung
Penyelenggaraan event skala nasional tentu membutuhkan sokongan yang kuat. Tahun ini, Pemprov Bengkulu menggelontorkan dana APBD sebesar Rp558 juta. Anggaran tersebut dialokasikan secara rinci: Rp200 juta untuk kebutuhan produksi acara, dan Rp358 juta untuk keperluan administrasi serta operasional (termasuk dukungan bagi komunitas adat, kebersihan, layanan kesehatan, pengamanan, hingga pendampingan hukum).
Faktor keamanan juga menjadi prioritas utama. Berkolaborasi dengan TNI, Polri, dan instansi terkait, skema pengamanan ketat telah disiapkan guna memastikan kenyamanan pengunjung selama 10 hari jalannya festival.
Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu selaku koordinator pelaksana optimistis bahwa dengan persiapan yang matang dan sinergi lintas sektor ini, Festival Tabut 2026 akan menjadi magnet pariwisata yang jauh lebih meriah dan sukses memikat wisatawan domestik maupun mancanegara.
(ABD)













