Menu

Mode Gelap
Heboh Kemeriahan CFD HUT Bhayangkara ke-80 di Rejang Lebong, Ada SIM Keliling hingga Berobat Gratis! Sempat Tersendat Berbulan-bulan, DD dan ADD 2026 di Rejang Lebong Akhirnya Cair! Pemdes Diminta Ngebut Dipicu Dendam Lama dan Tatapan Sengit, Petani di Binduriang Ditikam Saat Joget di Pesta Pernikahan Orang Tua Jangan Mau Dipungut Biaya! Dikbud Seluma Tegaskan SPMB 2026 Tingkat SD dan SMP Gratis Tis! Jeritan Pemilik RAM di Bengkulu Selatan: Antrean Pabrik Berhari-hari Bikin TBS Sawit Membusuk dan Rugi Besar UMKM Wajib Tahu! Ini Cara Pendaftaran Merek Dagang di Festival Tabut 2026, Cukup Bayar Rp500 Ribu

Headline

Lestarikan Budaya Lokal, Balai Bahasa Bengkulu Luncurkan 80 Buku Bacaan Anak Dwibahasa

badge-check


Lestarikan Budaya Lokal, Balai Bahasa Bengkulu Luncurkan 80 Buku Bacaan Anak Dwibahasa Perbesar

KOTA BENGKULU – Sebagai langkah konkret menjaga kelestarian bahasa ibu di tengah gempuran zaman, Balai Bahasa Provinsi Bengkulu resmi menerbitkan 80 judul buku bacaan anak dwibahasa. Inisiatif ini menggabungkan bahasa Indonesia dengan bahasa daerah setempat guna memperkenalkan kekayaan literasi lokal kepada generasi muda sejak dini.

​Kepala Balai Bahasa Provinsi Bengkulu, Andriana Johan, menjelaskan bahwa proyek ini memiliki misi ganda: meningkatkan minat baca sekaligus memastikan bahasa daerah tetap hidup di tangan penutur masa depan.

​”Buku-buku ini dirancang agar anak-anak tidak hanya menikmati cerita yang seru, tetapi juga mengenal identitas luhur mereka melalui bahasa daerah,” ujar Andriana di Kota Bengkulu, Sabtu (20/12).

​Koleksi 80 buku tersebut mencakup tiga bahasa utama di Provinsi Bengkulu, yakni:​

  • Bahasa Rejang
  • Bahasa Enggano
  • ​Bahasa Bengkulu

​Tak hanya itu, materi yang disajikan juga menyentuh sembilan dialek yang tersebar di wilayah Bengkulu, mulai dari dialek Kaur, Mukomuko, Pekal, Pasemah, Lembak, Serawai, hingga dialek Tunggang. Pendekatan dwibahasa ini dinilai menjadi media edukasi yang kontekstual dan efektif bagi anak-anak.

​Langkah ini sejalan dengan visi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti. Ia mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki kekayaan luar biasa berupa 817 bahasa daerah, di mana Papua menjadi penyumbang terbanyak dengan 400 bahasa.

​Mendikdasmen mendorong agar kekayaan ini diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan sebagai muatan lokal (mulok). Menurutnya, penggunaan bahasa daerah dalam proses belajar bukan sekadar soal budaya, melainkan juga kunci keberhasilan literasi dasar bagi anak-anak.

​Dengan terbitnya puluhan buku ini, Balai Bahasa Bengkulu berharap wawasan generasi muda terus berkembang seiring dengan meningkatnya kecintaan mereka terhadap warisan budaya nusantara.

(ABD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Heboh Kemeriahan CFD HUT Bhayangkara ke-80 di Rejang Lebong, Ada SIM Keliling hingga Berobat Gratis!

21 Juni 2026 - 20:00 WIB

Sempat Tersendat Berbulan-bulan, DD dan ADD 2026 di Rejang Lebong Akhirnya Cair! Pemdes Diminta Ngebut

21 Juni 2026 - 19:55 WIB

Orang Tua Jangan Mau Dipungut Biaya! Dikbud Seluma Tegaskan SPMB 2026 Tingkat SD dan SMP Gratis Tis!

20 Juni 2026 - 19:10 WIB

Jeritan Pemilik RAM di Bengkulu Selatan: Antrean Pabrik Berhari-hari Bikin TBS Sawit Membusuk dan Rugi Besar

20 Juni 2026 - 19:04 WIB

UMKM Wajib Tahu! Ini Cara Pendaftaran Merek Dagang di Festival Tabut 2026, Cukup Bayar Rp500 Ribu

20 Juni 2026 - 19:00 WIB

Trending di Ekonomi