Menu

Mode Gelap
Sambut HUT ke-81 RI, Walikota Dedy Wahyudi Ajak Warga Gencarkan Gotong Royong Bersihkan Kota Bengkulu Bolos Sekolah saat Jam Pelajaran, Siswa SMAN 2 Kota Bengkulu Diciduk Satpol PP di Jalur Tikus Belakang Sekolah Kemarau Panjang Ancam Sawah Mukomuko, Dinas Pertanian Bergerak Cepat Petakan Wilayah Rentan   Tegas! Dikbud Kota Bengkulu Larang Keras Pungutan Biaya Lomba 17 Agustus di Sekolah Tanggap Cepat Kebakaran SMPN 19 Kota Bengkulu: Dikbud Ajukan Proposal Revitalisasi Rp2 Miliar ke Pusat  Program Prabawa Resmi Diluncurkan: Satpol PP Siaga di Tiap Kelurahan, Walikota Dedy Wahyudi Tegaskan Peran Baru 

Headline

Krisis E-Ijazah di Bengkulu Tengah: 13 Siswa SMPN 25 Terancam Tak Kebagian Dana BOS

badge-check

Krisis E-Ijazah di Bengkulu Tengah: 13 Siswa SMPN 25 Terancam Tak Kebagian Dana BOS Perbesar

BENGKULU TENGAH, faktabengkulu.com – Masalah administrasi pendidikan di Kabupaten Bengkulu Tengah kian meruncing. Akibat belum terbitnya e-ijazah bagi puluhan lulusan Sekolah Dasar (SD), sebanyak 13 siswa yang kini duduk di bangku SMP Negeri 25 Bengkulu Tengah belum terdaftar sebagai penerima dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Kondisi ini memicu kekhawatiran mengenai pemenuhan fasilitas operasional pendidikan bagi para siswa tersebut, mengingat data mereka belum sinkron secara nasional.

Mata Rantai Masalah dari Jenjang SD

Persoalan ini sebenarnya berakar dari lulusan SDN 9 Bengkulu Tengah tahun ajaran 2024/2025. Tercatat ada 35 siswa dari sekolah tersebut yang hingga kini belum mengantongi e-ijazah.

Dari jumlah tersebut, 13 orang melanjutkan pendidikan ke SMPN 25 Bengkulu Tengah yang berlokasi di Desa Sukarami, Kecamatan Taba Penanjung. Karena ijazah asli belum terinput ke sistem, data para siswa ini “menggantung” dan tidak bisa terbaca oleh sistem Dapodik sebagai penerima manfaat BOS.

Kepsek SMPN 25: “Kami Masih Menunggu Kejelasan”

Kepala SMPN 25 Bengkulu Tengah, Supriyanto, membenarkan bahwa hambatan administrasi ini berdampak langsung pada postur anggaran sekolah. Menurutnya, dari total 48 siswa di sekolahnya, hanya 35 siswa yang saat ini mendapatkan kucuran dana BOS.

“Sejak awal masuk hingga hari ini, 13 siswa tersebut memang belum bisa menerima dana BOS karena syarat data ijazah mereka belum masuk ke sistem,” ujar Supriyanto saat dikonfirmasi, Selasa (31/3/2026).

Meskipun menghadapi keterbatasan anggaran operasional untuk 13 siswanya, Supriyanto menegaskan bahwa kegiatan belajar mengajar (KBM) tidak akan terganggu. Pihak sekolah berkomitmen tetap memberikan hak pendidikan yang sama bagi seluruh siswa.

Menanti Respons Cepat Pusat

Pihak sekolah mengaku terus menjalin komunikasi intensif dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat guna mencari solusi atas kendala sinkronisasi data ini.

“Harapan kami secepat mungkin bisa terbit. Kami terus berkoordinasi dengan dinas, mudah-mudahan proses di tingkat pusat segera rampung agar data 13 siswa kami lengkap dan hak dana BOS mereka bisa mengalir ke sekolah,” tambah Supriyanto.

Keterlambatan e-ijazah ini diduga kuat akibat kendala teknis dalam sinkronisasi data di tingkat satuan pendidikan dasar yang merembet ke jenjang pendidikan berikutnya. Publik kini menanti langkah nyata dari Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah agar masalah serupa tidak meluas ke sekolah-sekolah lain.

(ABD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Sambut HUT ke-81 RI, Walikota Dedy Wahyudi Ajak Warga Gencarkan Gotong Royong Bersihkan Kota Bengkulu

5 Agustus 2026 - 20:07 WIB

Bolos Sekolah saat Jam Pelajaran, Siswa SMAN 2 Kota Bengkulu Diciduk Satpol PP di Jalur Tikus Belakang Sekolah

5 Agustus 2026 - 20:00 WIB

Kemarau Panjang Ancam Sawah Mukomuko, Dinas Pertanian Bergerak Cepat Petakan Wilayah Rentan  

5 Agustus 2026 - 19:56 WIB

Tegas! Dikbud Kota Bengkulu Larang Keras Pungutan Biaya Lomba 17 Agustus di Sekolah

4 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Tanggap Cepat Kebakaran SMPN 19 Kota Bengkulu: Dikbud Ajukan Proposal Revitalisasi Rp2 Miliar ke Pusat 

4 Agustus 2026 - 18:56 WIB

Trending di Headline