Menu

Mode Gelap
Sambut HUT ke-81 RI, Walikota Dedy Wahyudi Ajak Warga Gencarkan Gotong Royong Bersihkan Kota Bengkulu Bolos Sekolah saat Jam Pelajaran, Siswa SMAN 2 Kota Bengkulu Diciduk Satpol PP di Jalur Tikus Belakang Sekolah Kemarau Panjang Ancam Sawah Mukomuko, Dinas Pertanian Bergerak Cepat Petakan Wilayah Rentan   Tegas! Dikbud Kota Bengkulu Larang Keras Pungutan Biaya Lomba 17 Agustus di Sekolah Tanggap Cepat Kebakaran SMPN 19 Kota Bengkulu: Dikbud Ajukan Proposal Revitalisasi Rp2 Miliar ke Pusat  Program Prabawa Resmi Diluncurkan: Satpol PP Siaga di Tiap Kelurahan, Walikota Dedy Wahyudi Tegaskan Peran Baru 

Headline

Kisah Evoria: Harapan Baru di Tengah Rutinitas Hemodialisis Berkat JKN-KIS

badge-check

Kisah Evoria: Harapan Baru di Tengah Rutinitas Hemodialisis Berkat JKN-KIS Perbesar

BENGKULU, FaktaBengkulu.com – Menjalani rutinitas cuci darah (hemodialisis) dua kali dalam sepekan bukanlah perkara mudah bagi siapapun. Namun, bagi Evoria (42), warga Pondok Kelapa, Bengkulu Tengah, beban berat tersebut terasa jauh lebih ringan berkat kehadiran Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dari BPJS Kesehatan.

Ibu rumah tangga yang sebelumnya bekerja di toko grosir ini kini menata kembali semangat hidupnya di Rumah Sakit Bhayangkara Bengkulu. Baginya, kartu BPJS Kesehatan bukan sekadar administrasi, melainkan penopang utama untuk terus bertahan.

Perjalanan Panjang Melawan Penyakit

Kisah pilu Evoria bermula pada tahun 2020. Serangan jantung mendadak membawanya ke meja pemeriksaan medis, di mana dokter menemukan adanya lonjakan kadar kreatinin yang menjadi sinyal gangguan fungsi ginjal.

Meski sempat merasa takut dan menolak saran medis untuk cuci darah, kondisi kesehatan Evoria kian merosot. Puncaknya terjadi pada Oktober 2025, ia jatuh pingsan akibat kadar hemoglobin (Hb) yang merosot tajam ke angka 4,6 dan kreatinin yang melonjak drastis hingga angka 20. Sejak saat itulah, jadwal rutin setiap Selasa dan Jumat menjadi bagian dari hidupnya.

Tanpa Biaya, Pelayanan Tetap Maksimal

Salah satu hal yang paling disyukuri Evoria adalah kemudahan akses dan kualitas pelayanan kesehatan yang ia terima. Sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) dari pemerintah, ia mengaku tidak pernah mengeluarkan biaya sepeser pun untuk prosedur cuci darah.

“Pelayanannya sangat bagus dan saya tidak pernah diabaikan. Bahkan saat kondisi darurat, saya sempat dirawat di kelas yang lebih tinggi tanpa tambahan biaya. Semuanya ditanggung penuh oleh BPJS Kesehatan,” terang Evoria dengan nada syukur.

Pentingnya Jaminan Kesehatan Sejak Dini

Belajar dari pengalamannya, Evoria mengajak masyarakat luas untuk tidak meremehkan pentingnya menjadi peserta JKN. Menurutnya, iuran yang dibayarkan jauh lebih kecil dibandingkan risiko finansial yang harus dihadapi saat terserang penyakit kronis.

“Lebih baik sedia payung sebelum hujan. Menjadi peserta BPJS itu sangat membantu, terutama saat kita berada di titik sulit seperti ini,” tutupnya.

(ABD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Sambut HUT ke-81 RI, Walikota Dedy Wahyudi Ajak Warga Gencarkan Gotong Royong Bersihkan Kota Bengkulu

5 Agustus 2026 - 20:07 WIB

Bolos Sekolah saat Jam Pelajaran, Siswa SMAN 2 Kota Bengkulu Diciduk Satpol PP di Jalur Tikus Belakang Sekolah

5 Agustus 2026 - 20:00 WIB

Kemarau Panjang Ancam Sawah Mukomuko, Dinas Pertanian Bergerak Cepat Petakan Wilayah Rentan  

5 Agustus 2026 - 19:56 WIB

Tegas! Dikbud Kota Bengkulu Larang Keras Pungutan Biaya Lomba 17 Agustus di Sekolah

4 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Tanggap Cepat Kebakaran SMPN 19 Kota Bengkulu: Dikbud Ajukan Proposal Revitalisasi Rp2 Miliar ke Pusat 

4 Agustus 2026 - 18:56 WIB

Trending di Headline