BENGKULU, faktabengkulu.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu terus tancap gas memacu pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah Bengkulu. Di tengah tantangan lonjakan harga material bangunan dan pembengkakan biaya operasional, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diinstruksikan untuk ketat menjaga target proyek agar tidak molor.
Wakil Gubernur Bengkulu, Ir. Mian, menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk menjaga kualitas pekerjaan, ketepatan waktu, hingga optimalisasi penyerapan anggaran. Evaluasi berkala terhadap seluruh pengerjaan fisik di lapangan kini menjadi agenda prioritas demi mengantisipasi kendala teknis maupun non-teknis.
“Kami rutin menggelar evaluasi agar eksekusi di lapangan berjalan mulus. Jangan sampai dinamika seperti kenaikan harga material menjadi alasan proyek macet atau kualitasnya menurun,” ujar Wagub Mian saat memberikan keterangan pada Senin, 1 Juni 2026.
Jaga Target, OPD Diminta Disiplin ‘Schedule’
Menindaklanjuti arahan langsung dari Gubernur Bengkulu, Wagub Mian meminta jajaran OPD—khususnya yang membidangi sektor infrastruktur—untuk lebih disiplin dalam mengawal lini masa pengerjaan fisik.
“Sesuai arahan Pak Gubernur, semua OPD wajib mengawal ketat schedule pekerjaan. Proyek harus rampung tepat waktu, dan realisasi anggaran juga harus bergerak optimal sesuai perencanaan awal,” tambah Mian secara tegas.
Gandeng TNI, Jalan Longsor di Lebong Segera Ditangani via Karya Bakti
Selain fokus pada proyek strategis baru, Pemprov Bengkulu juga memprioritaskan pemulihan infrastruktur publik yang rusak akibat dihantam bencana alam. Salah satu titik krusial yang menjadi perhatian serius adalah penanganan ruas jalan yang ambles akibat longsor di Kabupaten Lebong.
Guna mempercepat pemulihan jalur vital tersebut, Pemprov Bengkulu memilih jalur sinergi taktis bersama TNI melalui Program Karya Bakti TNI. Langkah cepat ini diambil setelah Wagub Mian melakukan tinjauan langsung ke lokasi bencana bersama jajaran komando teritorial belum lama ini.
“Kemarin kami sudah meninjau langsung titik longsor di Lebong bersama rekan-rekan TNI. Dalam waktu dekat, kesepakatan kerja sama (MoU) akan segera ditandatangani agar proses perbaikan jalan bisa dieksekusi lebih cepat di lapangan,” jelasnya.
Gotong Royong Forkopimda untuk Pelayanan Publik
Wagub Mian juga menyampaikan apresiasi yang tinggi atas dukungan solid dari jajaran TNI, Polri, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) lainnya yang ikut andil mengawal stabilitas dan pembangunan di Bengkulu.
Menurutnya, tantangan pembangunan daerah yang kompleks tidak akan bisa diselesaikan jika pemerintah berjalan sendirian.
“Ini adalah wujud nyata semangat gotong royong antara Pemprov, TNI, Polri, dan Forkopimda. Semua bergerak bersama demi satu tujuan: mempercepat dan mengoptimalkan pelayanan bagi seluruh masyarakat Bengkulu,” pungkas Mian.
(ABD)













