Menu

Mode Gelap
Heboh Kemeriahan CFD HUT Bhayangkara ke-80 di Rejang Lebong, Ada SIM Keliling hingga Berobat Gratis! Sempat Tersendat Berbulan-bulan, DD dan ADD 2026 di Rejang Lebong Akhirnya Cair! Pemdes Diminta Ngebut Dipicu Dendam Lama dan Tatapan Sengit, Petani di Binduriang Ditikam Saat Joget di Pesta Pernikahan Orang Tua Jangan Mau Dipungut Biaya! Dikbud Seluma Tegaskan SPMB 2026 Tingkat SD dan SMP Gratis Tis! Jeritan Pemilik RAM di Bengkulu Selatan: Antrean Pabrik Berhari-hari Bikin TBS Sawit Membusuk dan Rugi Besar UMKM Wajib Tahu! Ini Cara Pendaftaran Merek Dagang di Festival Tabut 2026, Cukup Bayar Rp500 Ribu

Headline

Jelang Ramadan, Satpol PP Kota Bengkulu “Bersihkan” Jalan Kedondong (Pasar Panorama) dari Pedagang Membandel

badge-check


Jelang Ramadan, Satpol PP Kota Bengkulu “Bersihkan” Jalan Kedondong (Pasar Panorama) dari Pedagang Membandel Perbesar

KOTA BENGKULU, FAKTABENGKULU.COM – Menjelang bulan suci Ramadan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu kembali mempertegas aturan tata ruang di kawasan Pasar Panorama. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menggelar aksi penertiban besar-besaran terhadap pedagang yang masih nekat menggelar lapak di badan jalan dan Daerah Milik Jalan (DMJ), khususnya di sepanjang Jalan Kedondong dan Jalan Belimbing, Rabu (18/2/2026).

Ironisnya, penertiban ini dilakukan saat kondisi di dalam pasar justru lengang. Pemkot Bengkulu melalui Disperindag sebenarnya telah menyiapkan lapak yang jauh lebih representatif, bersih, bahkan telah dipasang keramik mengkilap demi kenyamanan pedagang dan pembeli.

Lapak Dalam Pasar “Mengkilap”, Pedagang Malah Pilih Jalanan

Kepala Satpol PP Kota Bengkulu, Sahat Marulitua Situmorang, yang memimpin langsung operasi ini, menyayangkan sikap para pedagang yang lebih memilih berjualan di aspal jalan dibandingkan fasilitas resmi yang telah disediakan.

“Kita lihat ke dalam pasar sendiri kondisinya kosong. Padahal pemerintah sudah membersihkan dan menata meja-meja di sana. Khusus pedagang daging, tempat mereka itu sudah dikeramik, mengkilat, bersih, dan harum. Tapi entah kenapa tidak ditempati,” ujar Sahat di sela-sela penertiban.

Fenomena “menjamurnya” pedagang daging, ayam, dan bumbu dapur di pinggir jalan ini memang kerap terjadi mendekati bulan puasa seiring meningkatnya permintaan masyarakat. Namun, hal ini berdampak buruk pada kemacetan arus lalu lintas dan kesemrawutan kota.

Kebijakan “Pasar Subuh” Terancam Ditunda

Dalam aksi tersebut, petugas Satpol PP mengedepankan pendekatan persuasif dengan membantu pedagang membongkar terpal dan payung mereka. Pemkot menegaskan bahwa ketertiban adalah harga mati sebelum kebijakan baru diberlakukan.

Sahat menjelaskan bahwa rencana Pasar 56 atau Pasar Subuh yang sempat menjadi aspirasi pedagang dan arahan Wali Kota Bengkulu, hanya akan direalisasikan jika seluruh pedagang sudah patuh masuk ke dalam area pasar.

Alasan Mengapa Pedagang Harus Masuk Pasar:

  • Fasilitas Premium: Area dalam pasar sudah dibersihkan secara total oleh Pemkot.
  • Kelancaran Lalu Lintas: Menghilangkan titik macet di Jalan Kedondong dan Belimbing.
  • Syarat Kebijakan Baru: Pasar Subuh hanya akan dibuka jika pedagang sudah tertib di dalam pasar.

“Gunakan dulu pasar yang di dalam, baru nanti kebijakan-kebijakan lain menyusul. Sekarang pedagangnya belum patuh dengan ketentuan yang ada,” tegas Sahat.

Penertiban ini bukan sekadar aksi Satpol PP semata, melainkan gerakan terpadu yang dihadiri oleh jajaran petinggi Pemkot Bengkulu, mulai dari Staf Ahli Walikota, Asisten II, hingga Plt Kadis Perindag dan Plt Kadis Lingkungan Hidup.

Langkah ini diharapkan mampu menciptakan wajah Pasar Panorama yang lebih rapi, bersih, dan nyaman dikunjungi masyarakat Bengkulu menyambut bulan suci Ramadan 1447 H.

(ABD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Heboh Kemeriahan CFD HUT Bhayangkara ke-80 di Rejang Lebong, Ada SIM Keliling hingga Berobat Gratis!

21 Juni 2026 - 20:00 WIB

Sempat Tersendat Berbulan-bulan, DD dan ADD 2026 di Rejang Lebong Akhirnya Cair! Pemdes Diminta Ngebut

21 Juni 2026 - 19:55 WIB

Dipicu Dendam Lama dan Tatapan Sengit, Petani di Binduriang Ditikam Saat Joget di Pesta Pernikahan

21 Juni 2026 - 19:48 WIB

Orang Tua Jangan Mau Dipungut Biaya! Dikbud Seluma Tegaskan SPMB 2026 Tingkat SD dan SMP Gratis Tis!

20 Juni 2026 - 19:10 WIB

Jeritan Pemilik RAM di Bengkulu Selatan: Antrean Pabrik Berhari-hari Bikin TBS Sawit Membusuk dan Rugi Besar

20 Juni 2026 - 19:04 WIB

Trending di Ekonomi