Menu

Mode Gelap
Heboh Kemeriahan CFD HUT Bhayangkara ke-80 di Rejang Lebong, Ada SIM Keliling hingga Berobat Gratis! Sempat Tersendat Berbulan-bulan, DD dan ADD 2026 di Rejang Lebong Akhirnya Cair! Pemdes Diminta Ngebut Dipicu Dendam Lama dan Tatapan Sengit, Petani di Binduriang Ditikam Saat Joget di Pesta Pernikahan Orang Tua Jangan Mau Dipungut Biaya! Dikbud Seluma Tegaskan SPMB 2026 Tingkat SD dan SMP Gratis Tis! Jeritan Pemilik RAM di Bengkulu Selatan: Antrean Pabrik Berhari-hari Bikin TBS Sawit Membusuk dan Rugi Besar UMKM Wajib Tahu! Ini Cara Pendaftaran Merek Dagang di Festival Tabut 2026, Cukup Bayar Rp500 Ribu

Headline

Jelang Idulfitri, Wagub Mian Warning Stok Pangan: Inflasi Bengkulu Tembus 3,88 Persen!

badge-check


Jelang Idulfitri, Wagub Mian Warning Stok Pangan: Inflasi Bengkulu Tembus 3,88 Persen! Perbesar

BENGKULU, faktabengkulu.com – Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, memberikan instruksi tegas kepada seluruh jajaran Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) untuk memperketat pengawasan stok pangan dan memperkuat distribusi komoditas utama. Langkah ini diambil menyusul rilis angka inflasi Provinsi Bengkulu pada Februari 2026 yang menyentuh angka 3,88 persen.

Kenaikan ini menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Bengkulu, mengingat momentum hari raya Idulfitri yang sudah di depan mata biasanya memicu lonjakan permintaan masyarakat terhadap kebutuhan pokok.

Fokus pada Penguatan Komoditas

Wagub Mian menekankan bahwa stabilitas harga tidak hanya bergantung pada operasi pasar, tetapi juga pada ketahanan stok komoditas di tingkat distributor dan pedagang.

“Kita harus memastikan rantai pasokan berjalan lancar. Saya minta penguatan pada komoditas-komoditas yang sering menjadi penyumbang inflasi, terutama menjelang Lebaran. Pengawasan stok di lapangan adalah kunci agar tidak ada spekulasi harga,” ujar Wagub Mian dalam keterangannya, Senin (16/3/2026).

BI Bengkulu: Tren Masih Positif Meski Menantang

Senada dengan Pemerintah Daerah, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, memberikan pandangan strategisnya. Meskipun angka 3,88 persen menuntut kewaspadaan, ia menilai capaian ini masih dalam kategori tren yang relatif stabil untuk ukuran ekonomi daerah.

Menurut Wahyu, sinergi antara kebijakan moneter dan langkah konkret di lapangan melalui TPID menjadi fondasi kuat bagi ekonomi Bengkulu.

“Stabilitas harga ini adalah hasil kerja keras koordinasi yang kuat. Kami berharap tren positif ini tetap terjaga sehingga Bengkulu terus mencatatkan performa ekonomi yang baik di tingkat nasional,” ungkap Wahyu.

Langkah Strategis TPID Bengkulu

Menyambut instruksi Wagub, TPID Bengkulu kini tengah menyiapkan sejumlah langkah taktis, di antaranya:

  • Pemantauan Harga Real-time: Memastikan harga di pasar-pasar induk tetap terkendali.
  • Koordinasi Lintas Sektoral: Menjamin kelancaran distribusi logistik pangan dari luar daerah.
  • Sidak Pasar: Mengantisipasi adanya penimbunan barang oleh oknum tidak bertanggung jawab menjelang Idulfitri.

Masyarakat Bengkulu diharapkan tetap tenang dan bijak dalam berbelanja (tidak panic buying), mengingat pemerintah menjamin ketersediaan stok pangan mencukupi hingga hari raya tiba.

(ABD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Heboh Kemeriahan CFD HUT Bhayangkara ke-80 di Rejang Lebong, Ada SIM Keliling hingga Berobat Gratis!

21 Juni 2026 - 20:00 WIB

Sempat Tersendat Berbulan-bulan, DD dan ADD 2026 di Rejang Lebong Akhirnya Cair! Pemdes Diminta Ngebut

21 Juni 2026 - 19:55 WIB

Dipicu Dendam Lama dan Tatapan Sengit, Petani di Binduriang Ditikam Saat Joget di Pesta Pernikahan

21 Juni 2026 - 19:48 WIB

Orang Tua Jangan Mau Dipungut Biaya! Dikbud Seluma Tegaskan SPMB 2026 Tingkat SD dan SMP Gratis Tis!

20 Juni 2026 - 19:10 WIB

Jeritan Pemilik RAM di Bengkulu Selatan: Antrean Pabrik Berhari-hari Bikin TBS Sawit Membusuk dan Rugi Besar

20 Juni 2026 - 19:04 WIB

Trending di Ekonomi