Menu

Mode Gelap
Heboh Kemeriahan CFD HUT Bhayangkara ke-80 di Rejang Lebong, Ada SIM Keliling hingga Berobat Gratis! Sempat Tersendat Berbulan-bulan, DD dan ADD 2026 di Rejang Lebong Akhirnya Cair! Pemdes Diminta Ngebut Dipicu Dendam Lama dan Tatapan Sengit, Petani di Binduriang Ditikam Saat Joget di Pesta Pernikahan Orang Tua Jangan Mau Dipungut Biaya! Dikbud Seluma Tegaskan SPMB 2026 Tingkat SD dan SMP Gratis Tis! Jeritan Pemilik RAM di Bengkulu Selatan: Antrean Pabrik Berhari-hari Bikin TBS Sawit Membusuk dan Rugi Besar UMKM Wajib Tahu! Ini Cara Pendaftaran Merek Dagang di Festival Tabut 2026, Cukup Bayar Rp500 Ribu

Headline

Jalan TPA Air Sebakul Bengkulu Rusak Parah, Pengangkut Sampah Mengeluh “Penuh Derita”

badge-check


Jalan TPA Air Sebakul Bengkulu Rusak Parah, Pengangkut Sampah Mengeluh “Penuh Derita” Perbesar

Bengkulu – Akses menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Air Sebakul di Kota Bengkulu mengalami kerusakan parah selama dua bulan terakhir. Jalur sepanjang dua kilometer yang dipenuhi lumpur dan becek telah melumpuhkan aktivitas pembuangan sampah, menimbulkan penderitaan bagi ratusan pengemudi pengangkut sampah.

Salah satu korban adalah Dedi (45), seorang pengemudi pikap. Ia menceritakan bahwa dua hari lalu, mobilnya terbenam dan rusak parah akibat menghantam batu di tengah lumpur.

“Sudah dua hari mobil saya rusak masih di TPA ini, mau dibawa ke bengkel tapi uang belum ada. Beginilah keluhan kami ratusan pengantar sampah di Kota Bengkulu sejak dua bulan ini, penuh derita,” keluh Dedi saat ditemui di lokasi, Kamis (20/11/2025).

Kondisi jalan yang memprihatinkan, diperparah dengan hujan, telah menciptakan antrean panjang kendaraan pengangkut sampah hingga dua kilometer. Dedi menyebutkan, waktu tunggu untuk membongkar muatan bisa mencapai 12 jam.

Jalan yang becek dan berlumpur ini tidak hanya menyebabkan antrean, tetapi juga insiden mobil terbenam dan terbalik. Dedi mengaku, selama enam bulan terakhir, sebagian besar upahnya habis terpakai untuk biaya perbaikan mesin mobilnya yang terus-menerus rusak akibat kondisi jalan.

Kesulitan di TPA ini juga berdampak langsung pada pelayanan kepada masyarakat. Subhan, pengemudi lain, mengaku sering didemo oleh warga karena keterlambatan pengangkutan sampah.

“Saya itu per bulan dibayar Rp 25 ribu per rumah, janjinya seminggu tiga kali mengambil sampah warga. Namun sejak dua bulan ini karena ada masalah di TPA, saya cuma sanggup ambil sampah seminggu sekali, warga mendemo saya, marahin saya,” ungkap Subhan.

Masyarakat menolak memahami kesulitan antrean panjang yang dihadapi pengemudi, membuat para pengangkut sampah menghadapi tekanan ganda dari kondisi TPA dan keluhan warga.

Pantauan di lokasi menunjukkan antrean kendaraan yang mengular di jalan tunggal berukuran sekitar empat meter. Situasi kian diperburuk lantaran tidak jarang pengemudi terpaksa membuang sampah di jalan masuk karena kendaraan mereka tidak sanggup melanjutkan perjalanan.

Para pengemudi mendesak pihak berwenang agar segera memperbaiki satu-satunya akses ke TPA Air Sebakul ini, demi menghentikan kerugian ekonomi yang dialami para pekerja dan memastikan layanan kebersihan kota kembali normal.

(ABD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Heboh Kemeriahan CFD HUT Bhayangkara ke-80 di Rejang Lebong, Ada SIM Keliling hingga Berobat Gratis!

21 Juni 2026 - 20:00 WIB

Sempat Tersendat Berbulan-bulan, DD dan ADD 2026 di Rejang Lebong Akhirnya Cair! Pemdes Diminta Ngebut

21 Juni 2026 - 19:55 WIB

Orang Tua Jangan Mau Dipungut Biaya! Dikbud Seluma Tegaskan SPMB 2026 Tingkat SD dan SMP Gratis Tis!

20 Juni 2026 - 19:10 WIB

Jeritan Pemilik RAM di Bengkulu Selatan: Antrean Pabrik Berhari-hari Bikin TBS Sawit Membusuk dan Rugi Besar

20 Juni 2026 - 19:04 WIB

UMKM Wajib Tahu! Ini Cara Pendaftaran Merek Dagang di Festival Tabut 2026, Cukup Bayar Rp500 Ribu

20 Juni 2026 - 19:00 WIB

Trending di Ekonomi