BENGKULU, FaktaBengkulu.com – Kabar baik bagi mobilitas dan urat nadi perekonomian di Provinsi Bengkulu. Pembangunan infrastruktur berskala besar melalui program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD) akhirnya resmi diresmikan.
Proyek strategis yang digarap langsung oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) ini berhasil merampungkan 9 ruas jalan dan 1 jembatan utama yang tersebar di berbagai kabupaten. Tidak tanggung-tanggung, total nilai kontrak yang dikucurkan untuk mendanai proyek ini mencapai angka fantastis, yakni Rp104 miliar.
Kehadiran infrastruktur anyar ini diproyeksikan akan menjadi stimulus kuat bagi pertumbuhan ekonomi daerah, sekaligus memangkas jalur distribusi hasil pertanian dan perkebunan masyarakat.
Daftar Wilayah yang Menikmati Fasilitas Jalan Inpres
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bengkulu, Tejo Suroso, mengungkapkan bahwa infrastruktur yang diresmikan ini mencakup jalur vital di bawah kewenangan pemerintah provinsi maupun kabupaten.
Adapun beberapa wilayah kabupaten yang menerima manfaat langsung dari realisasi anggaran pusat ini antara lain:
- Kabupaten Seluma
- Kabupaten Mukomuko
- Kabupaten Kepahiang
- Kabupaten Bengkulu Selatan
- Kabupaten Lebong
“Melalui peresmian ini, kita melihat langsung komitmen nyata dari pemerintah pusat dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di Bumi Rafflesia. Dengan total pagu kontrak sekitar Rp104 miliar untuk sembilan ruas jalan dan satu jembatan, manfaatnya kini sudah dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Tejo Suroso kepada awak media, Kamis (25/6/2026).
Dongkrak Sektor Pertanian dan Pangkas Biaya Logistik
Lebih lanjut, Tejo menekankan bahwa dampak dari peningkatan kualitas jalan ini sangat signifikan terhadap efektivitas logistik para petani dan pekebun lokal. Selama ini, kendala akses jalan kerap menjadi pemicu tingginya biaya angkut dan lambatnya distribusi komoditas unggulan Bengkulu ke luar daerah.
“Manfaatnya luar biasa besar. Dengan kondisi aspal yang semakin mulus, distribusi hasil perkebunan massal seperti kelapa sawit kini menjadi jauh lebih lancar. Begitu juga dengan pasokan sayur-mayur dan hasil tani dari wilayah Kepahiang, sekarang bisa dipasarkan dengan waktu tempuh yang jauh lebih singkat,” imbuhnya.
Kemudahan akses transportasi ini secara otomatis akan memotong waktu perjalanan dan menghemat biaya operasional kendaraan, sehingga daya saing produk lokal Bengkulu di pasar regional dipastikan ikut terdongkrak.
Pemprov Bengkulu Kembali Usulkan Kuota Inpres Jalan Daerah 2026
Melihat besarnya dampak positif serta tingginya antusiasme masyarakat, Pemerintah Provinsi Bengkulu bergerak cepat. Bersama pemerintah kabupaten dan kota, Pemprov telah resmi melayangkan usulan baru untuk kelanjutan program Inpres Jalan Daerah di tahun anggaran berjalan.
Saat ini, seluruh dokumen persyaratan teknis dan administratif telah diserahkan secara lengkap ke pemerintah pusat.
“Kami sudah mengusulkan program kelanjutan untuk tahun 2026 ini. Proses verifikasi lapangan dari tim pusat pun telah selesai dilakukan. Sekarang posisinya kami tinggal menunggu lampu hijau terkait persetujuan akhir serta alokasi anggarannya dari Kementerian PU,” jelas Tejo.
Pihaknya berharap sinergi antara pemerintah daerah dan Kementerian PU dapat terus terjaga, agar pemerataan infrastruktur jalan di Bengkulu bisa berkesinambungan dan menjangkau wilayah-wilayah pelosok yang membutuhkan sentuhan pembangunan.
(ABD)













