Menu

Mode Gelap
Heboh Kasus Keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kepahiang: Dinkes Temukan Bakteri Staphylococcus, Ini 6 Rekomendasi untuk Dapur SPPG UHC Bengkulu Tembus 100 Persen, Pemprov dan BPJS Kesehatan Satukan Strategi Genjot Mutu Layanan Medis di 2026  Sukses Besar! Realisasi Tanam Padi di Mukomuko Lampaui Target Pusat Hasil Lab Keluar! Bakteri Ini Jadi Penyebab Keracunan Massal MBG di SDN 18 Kepahiang Imbas Harga BBM Non-Subsidi Meroket, Pemprov Bengkulu Pangkas Anggaran Dinas dan Batasi Kendaraan Operasional Sindikat Batu Bara Ilegal di Bengkulu Dibongkar, Modus ‘Pinjam’ Dokumen Perusahaan Terungkap

Headline

Heboh Kasus Keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kepahiang: Dinkes Temukan Bakteri Staphylococcus, Ini 6 Rekomendasi untuk Dapur SPPG

badge-check


Heboh Kasus Keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kepahiang: Dinkes Temukan Bakteri Staphylococcus, Ini 6 Rekomendasi untuk Dapur SPPG Perbesar

KEPAHIANG, FAKTABENGKULU.COM – Kasus dugaan keracunan massal yang menimpa belasan siswa, guru, dan penjaga sekolah di SD Negeri 18 Kepahiang akhirnya menemukan titik terang. Hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan muntahan korban menunjukkan adanya kontaminasi bakteri berbahaya.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kepahiang bergerak cepat dengan mengeluarkan enam poin rekomendasi tegas yang ditujukan kepada dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selaku penyedia program pangan tersebut.

Kronologi dan Penyebab Utama: Terkontaminasi Bakteri Akibat Petugas Kurang Higienis?

Insiden yang terjadi pada Kamis (4/6/2026) lalu ini total memakan 16 korban, yang terdiri dari 14 siswa, 1 orang guru, dan 1 orang penjaga sekolah. Mereka terpaksa dilarikan ke UPT Puskesmas Kelobak dan Puskesmas Pasar Kepahiang setelah mengeluhkan pusing, mual, muntah, gatal di tenggorokan, hingga sesak napas.

Berdasarkan hasil uji laboratorium, kepala Dinkes Kepahiang, Tajri Fauzan, mengungkapkan bahwa sampel makanan positif mengandung bakteri Staphylococcus aureus.

“Dari kajian tim medis, asal bakteri ini kemungkinan besar berasal dari petugas yang mengelola, menyiapkan, atau mendistribusikan makanan tersebut. Kondisi petugas yang kurang bersih atau kurang sehat saat bekerja diduga kuat menjadi pemicunya,” ujar Tajri Fauzan, Kamis (18/6/2026).

Tajri menambahkan, untungnyat para korban segera mendapatkan penanganan medis yang cepat berupa pemberian infus dan obat-obatan, sehingga dampak fatal seperti dehidrasi akut hingga risiko kematian dapat dihindari.

Menu MBG yang Dikonsumsi: “Perkedelnya Terasa Asam”

Berdasarkan keterangan dari Risti, salah satu orang tua korban, menu Makan Bergizi Gratis yang disantap anak-anak hari itu terdiri dari:

  • Nasi putih
  • Perkedel
  • Telur
  • Sayur kol dan jagung
  • Buah salak

“Anak saya bilang, makanan perkedelnya yang terasa agak masam,” kenang Risti yang mengaku sempat trauma dan khawatir atas kejadian yang menimpa anaknya.

6 Rekomendasi Tegas Dinkes Kepahiang untuk Dapur SPPG

Guna memutus mata rantai kontaminasi dan menjamin keamanan pangan ke depan, Dinkes Kepahiang resmi merilis 6 butir rekomendasi yang juga dikoordinasikan dengan pihak Kepolisian, Pemerintah Daerah, dan Badan Gizi Nasional (BGN):

  • Pembinaan Higiene & Sanitasi: Melakukan edukasi mendalam mengenai kebersihan terhadap pengelola dan penjamah makanan di dapur SPPG.
  • Cek Kesehatan Berkala: Mewajibkan pemeriksaan kesehatan secara rutin bagi seluruh petugas penjamah makanan.
  • Penerapan SOP Keamanan Pangan: Memastikan prosedur keselamatan pangan internal berjalan ketat mulai dari proses pengolahan hingga penyajian.
  • Monitoring Berkala: Melakukan pengawasan internal secara rutin terhadap kualitas hidangan yang akan disajikan.
  • Perbaikan Fasilitas: Melakukan perbaikan pada sanitasi lingkungan dan sarana pengolahan makanan di area dapur.
  • Penyediaan Food Security: Mewajibkan dapur SPPG menyediakan alat uji cepat (food security semacam stik laboratorium sederhana) untuk mengecek kandungan bakteri pada makanan sebelum didistribusikan ke sekolah-sekolah.

Respons Korwil SPPG dan Pemkab Kepahiang

Menanggapi keluarnya hasil lab dan rekomendasi ini, Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Kabupaten Kepahiang, Vera, menyatakan bahwa pihaknya telah meneruskan laporan ini ke tingkat regional.

“Kami masih berkoordinasi dengan pimpinan di regional untuk mengambil keputusan terkait nasib operasional dapur penyedia makanan tersebut,” kata Vera.

Di sisi lain, desakan evaluasi total juga datang dari Ketua DPRD Kepahiang, Gregory Dayefiandro (Igor), dan Bupati Kepahiang, Zurdi Nata. Pemkab Kepahiang berharap program MBG ke depan benar-benar memenuhi standar operasional (SOP) yang ketat agar tingkat kepercayaan masyarakat kembali pulih dan kasus serupa tidak pernah terulang lagi.

Untuk diketahui, seluruh biaya pengobatan para korban dalam insiden ini sepenuhnya ditanggung oleh BPJS Kesehatan serta pihak SPPG terkait bagi pasien yang belum memiliki kartu jaminan kesehatan.

(ABD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

UHC Bengkulu Tembus 100 Persen, Pemprov dan BPJS Kesehatan Satukan Strategi Genjot Mutu Layanan Medis di 2026 

18 Juni 2026 - 19:11 WIB

Sukses Besar! Realisasi Tanam Padi di Mukomuko Lampaui Target Pusat

18 Juni 2026 - 19:06 WIB

Hasil Lab Keluar! Bakteri Ini Jadi Penyebab Keracunan Massal MBG di SDN 18 Kepahiang

17 Juni 2026 - 18:38 WIB

Imbas Harga BBM Non-Subsidi Meroket, Pemprov Bengkulu Pangkas Anggaran Dinas dan Batasi Kendaraan Operasional

17 Juni 2026 - 18:35 WIB

Sindikat Batu Bara Ilegal di Bengkulu Dibongkar, Modus ‘Pinjam’ Dokumen Perusahaan Terungkap

17 Juni 2026 - 18:30 WIB

Trending di Headline