Menu

Otomatis
Breaking News

Ekonomi

Harga Sawit di Bengkulu Selatan Stabil, Petani di Bumi Merah Putih Mulai Bernapas Lega

badge-check

Harga Sawit di Bengkulu Selatan Stabil, Petani di Bumi Merah Putih Mulai Bernapas LegaPerbesar

FaktaBengkulu.com, Manna – Angin segar berembus bagi para petani kelapa sawit di Kabupaten Bengkulu Selatan. Memasuki pertengahan bulan ini, harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di wilayah yang kini dikenal sebagai Bumi Merah Putih tersebut mulai menunjukkan tren yang stabil. Kondisi ini menjadi sinyal positif di tengah bayang-bayang tingginya biaya perawatan kebun.

Berdasarkan data terbaru per Sabtu (18/7/2026), harga beli TBS sawit di tingkat pabrik kelapa sawit (PKS) di Bengkulu Selatan masih bertahan di angka yang cukup memuaskan, yakni berkisar antara Rp2.700 hingga Rp2.800 per kilogram.

Rincian Harga Sawit di PKS Bengkulu Selatan

Stabilitas harga ini terlihat dari konsistensi dua pabrik besar di Bengkulu Selatan dalam melakukan pembelian dari para petani dan pengepul:

  • PT Sinar Bengkulu Selatan (SBS): Menetapkan harga beli TBS sawit di angka Rp2.700 per kilogram.
  • PT Bengkulu Sawit Lestari (BSL): Mempertahankan harga beli tertinggi di angka Rp2.800 per kilogram.

Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Bengkulu Selatan, Arif Budiman, membenarkan bahwa pergerakan harga hari ini belum mengalami fluktuasi yang berarti dibanding hari sebelumnya.

“Hari ini harga sawit di dua pabrik belum ada kenaikan, masih sama dengan harga sebelumnya,” ungkap Arif saat dikonfirmasi.

Harapan Dinas Pertanian: Menjaga Kesejahteraan Petani

Pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian setempat berharap agar tren positif ini dapat terus bertahan lama, bahkan jika memungkinkan, mengalami kenaikan secara bertahap. Menurut Arif, harga yang stabil dan cenderung tinggi sangat dibutuhkan petani untuk menutup biaya produksi yang kian membengkak.

“Alhamdulillah, kita harapkan harga ini mulai stabil dan tidak ada penurunan yang begitu signifikan,” tambah Arif.

Sebelumnya, fluktuasi harga yang tidak menentu kerap menjadi keluhan utama masyarakat Bumi Merah Putih. Pasalnya, mahalnya harga pupuk dan biaya perawatan kebun sering kali tidak sebanding jika harga TBS sawit merosot tajam.

Dengan bertahannya harga di level Rp2.700 – Rp2.800 per kilogram, para petani diharapkan kembali bergairah untuk merawat kebun mereka. Stabilitas ini dinilai menjadi kunci utama dalam mendongkrak roda perekonomian masyarakat Bengkulu Selatan yang mayoritas menggantungkan hidupnya pada sektor perkebunan kelapa sawit.

(ABD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Sinergi Pemprov dan Pemkot Bengkulu: Helmi Hasan Serahkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Pengantungan

21 Sep 2026 - 19:28 WIB

Sinergi Pemprov dan Pemkot Bengkulu: Helmi Hasan Serahkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Pengantungan

Bengkulu Tengah Bidik Sektor Properti, Siap Jadi Kawasan Hunian Subsidi Unggulan

21 Sep 2026 - 19:26 WIB

Bengkulu Tengah Bidik Sektor Properti, Siap Jadi Kawasan Hunian Subsidi Unggulan

Pemkab Bengkulu Tengah, PLN, dan ESDM Sinergi Percepat Pemerataan Listrik Perdesaan  

21 Sep 2026 - 19:22 WIB

Pemkab Bengkulu Tengah, PLN, dan ESDM Sinergi Percepat Pemerataan Listrik Perdesaan   

Warga Dusun 3 Serindingan Kompak Swadaya Perbaiki Jembatan Amblas

21 Sep 2026 - 08:46 WIB

Warga Dusun 3 Serindingan Kompak Swadaya Perbaiki Jembatan Amblas

​HUT ke-81 TNI di Bengkulu Membeludak! 2.500 Lebih Peserta Padati Fun Run 5K, Hadirkan UMKM dan Berobat Gratis

21 Sep 2026 - 08:43 WIB

​HUT ke-81 TNI di Bengkulu Membeludak! 2.500 Lebih Peserta Padati Fun Run 5K, Hadirkan UMKM dan Berobat Gratis
Trending di Headline