Bengkulu Tengah, FAKTABENGKULU.COM – Kabar baik bagi masyarakat Kabupaten Bengkulu Tengah, khususnya warga Desa Paku Haji, Kecamatan Pondok Kubang. Jembatan utama desa yang selama ini kondisinya memprihatinkan dan kerap membahayakan pengguna jalan, dipastikan segera mendapat perbaikan menyeluruh pada tahun anggaran 2026 ini.
Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp726 juta demi merehabilitasi infrastruktur vital tersebut. Langkah ini menjadi bukti komitmen pemerintah dalam mendongkrak mobilitas warga di wilayah yang kini populer dengan sebutan Bumi Merah Putih tersebut.
Proses Lelang Rampung, Fisik Segera Dikerjakan
Saat ini, proses lelang untuk proyek rehabilitasi jembatan telah dinyatakan selesai. Pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bengkulu Tengah mengonfirmasi bahwa tahapan saat ini tinggal menunggu penandatanganan kontrak kerja.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bengkulu Tengah, Febrian Fatahillah, melalui Kepala Bidang Bina Marga, Erfa Ovetri, menegaskan bahwa seluruh proses administrasi pengadaan barang dan jasa berjalan lancar.
“Memang benar akan kita perbaiki tahun ini untuk jembatan Desa Paku Haji. Proses lelang sudah selesai dan akan segera berkontrak. Setelah tanda tangan kontrak selesai maka pekerjaan fisik akan langsung dimulai,” ujar Erfa.
Keluhan Menahun Warga Akhirnya Terjawab
Perbaikan jembatan ini sudah sangat dinantikan oleh masyarakat setempat. Berdasarkan pantauan di lapangan, lantai jembatan yang terbuat dari papan kayu tersebut sudah banyak yang lapuk, rusak, dan berlubang. Kondisi ini tak jarang membuat roda kendaraan warga tersangkut saat melintas.
Kepala Desa Paku Haji, Cito Abadi, mengungkapkan rasa syukurnya atas kepastian proyek ini. Menurutnya, pihak pemerintah desa telah berulang kali berkoordinasi dengan Pemkab Bengkulu Tengah agar jembatan ini mendapat perhatian khusus.
“Saya sudah berkomunikasi langsung dengan Bupati beberapa waktu lalu. Informasi dari beliau, jembatan di desa kami memang masuk skala prioritas pembangunan Pemkab tahun ini,” jelas Cito.
Gotong Royong Swakelola Selama Menunggu Perbaikan
Sebagai akses utama untuk aktivitas ekonomi dan harian warga, kerusakan jembatan ini memang sempat menghambat mobilitas. Selama menunggu realisasi proyek dari pemerintah, pemerintah desa bersama masyarakat setempat kompak melakukan perbaikan darurat secara swakelola agar jembatan tetap bisa dilewati.
“Kalau kondisi jembatan bisa kita lihat bersama, sudah cukup banyak kendaraan yang tersangkut. Selama ini kami berupaya melakukan perbaikan secara swakelola, tetapi sifatnya hanya sementara. Semoga dengan anggaran yang sudah disiapkan ini, jembatan bisa segera kokoh kembali,” tutup Cito.
Dengan segera dimulainya proyek senilai ratusan juta ini, masyarakat Bumi Merah Putih khususnya di Bengkulu Tengah berharap roda perekonomian dan aktivitas transportasi antar-desa bisa kembali berjalan normal tanpa rasa cemas.
(ABD)













