Menu

Mode Gelap
Heboh Kemeriahan CFD HUT Bhayangkara ke-80 di Rejang Lebong, Ada SIM Keliling hingga Berobat Gratis! Sempat Tersendat Berbulan-bulan, DD dan ADD 2026 di Rejang Lebong Akhirnya Cair! Pemdes Diminta Ngebut Dipicu Dendam Lama dan Tatapan Sengit, Petani di Binduriang Ditikam Saat Joget di Pesta Pernikahan Orang Tua Jangan Mau Dipungut Biaya! Dikbud Seluma Tegaskan SPMB 2026 Tingkat SD dan SMP Gratis Tis! Jeritan Pemilik RAM di Bengkulu Selatan: Antrean Pabrik Berhari-hari Bikin TBS Sawit Membusuk dan Rugi Besar UMKM Wajib Tahu! Ini Cara Pendaftaran Merek Dagang di Festival Tabut 2026, Cukup Bayar Rp500 Ribu

Ekonomi

Ekonomi Desa Bakal Melejit! 35 Ribu Koperasi Merah Putih Target Tuntas Juli 2026

badge-check


Ekonomi Desa Bakal Melejit! 35 Ribu Koperasi Merah Putih Target Tuntas Juli 2026 Perbesar

BENGKULU, FAKTABENGKULU.COM – Pemerintah pusat melalui Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), memberikan kabar segar bagi masyarakat desa di seluruh Indonesia, khususnya di Provinsi Bengkulu. Proyek raksasa pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) kini memasuki babak akhir dengan target operasional penuh pada Juli 2026 mendatang.

Dalam kunjungannya ke kawasan Padang Harapan, Kota Bengkulu, pada Jumat (1/5/2026), Zulhas mengungkapkan bahwa progres pembangunan fisik maupun sistem koperasi ini telah menunjukkan hasil yang sangat signifikan.

Desa Jadi ‘Mesin’ Ekonomi Baru

Menurut Zulhas, hingga awal Mei ini, tercatat sudah hampir 35 ribu koperasi yang berhasil didirikan. Langkah cepat ini diambil agar desa tidak lagi hanya menjadi objek pasar, melainkan pusat perputaran ekonomi yang mandiri.

“Kita kebut terus supaya koperasi bisa langsung bergerak melayani masyarakat. Targetnya akhir Juli ini semuanya rampung,” tegas Zulhas dengan optimis.

Layanan Terintegrasi: Dari Sembako Hingga Modal Usaha

Koperasi Merah Putih bukan sekadar papan nama. Zulhas memastikan lembaga ini akan menjadi wadah layanan ekonomi satu pintu bagi warga desa. Beberapa layanan unggulan yang akan tersedia meliputi:

  • Distribusi Logistik: Penyaluran sembako, pupuk subsidi, hingga gas LPG 3 kg yang lebih tepat sasaran.
  • Layanan Keuangan: Integrasi dengan BRI Link untuk mempermudah transaksi perbankan di pelosok.
  • Bantuan Sosial: Menjadi titik penyaluran bantuan sosial agar lebih efektif.
  • Pemberdayaan UMKM: Penyediaan pinjaman modal usaha dengan bunga yang sangat rendah.

Kolaborasi TNI dan Pemerintah Daerah

Kecepatan pembangunan ribuan unit koperasi ini diakui Zulhas tak lepas dari campur tangan berbagai pihak. Ia secara khusus memberikan apresiasi tinggi kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan pemerintah daerah yang turun tangan langsung dalam proses percepatan di lapangan.

“Tanpa dukungan lintas sektor, terutama TNI dan Pemda, program ambisius ini tidak mungkin berjalan secepat ini,” tambahnya.

Harapan Baru Bagi Petani Bengkulu

Dengan adanya Koperasi Merah Putih, para petani dan pelaku UMKM di Bengkulu diharapkan tidak lagi kesulitan mengakses pupuk atau terjebak oleh tengkulak. Transformasi ini diproyeksikan menjadi tulang punggung ekonomi kerakyatan yang mampu menggerakkan pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari pinggiran.

“Kita ingin desa jadi pusat ekonomi. Jika desa kuat, petani sejahtera, maka ekonomi nasional juga akan ikut terangkat,” pungkasnya.

(ABD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Heboh Kemeriahan CFD HUT Bhayangkara ke-80 di Rejang Lebong, Ada SIM Keliling hingga Berobat Gratis!

21 Juni 2026 - 20:00 WIB

Sempat Tersendat Berbulan-bulan, DD dan ADD 2026 di Rejang Lebong Akhirnya Cair! Pemdes Diminta Ngebut

21 Juni 2026 - 19:55 WIB

Dipicu Dendam Lama dan Tatapan Sengit, Petani di Binduriang Ditikam Saat Joget di Pesta Pernikahan

21 Juni 2026 - 19:48 WIB

Orang Tua Jangan Mau Dipungut Biaya! Dikbud Seluma Tegaskan SPMB 2026 Tingkat SD dan SMP Gratis Tis!

20 Juni 2026 - 19:10 WIB

Jeritan Pemilik RAM di Bengkulu Selatan: Antrean Pabrik Berhari-hari Bikin TBS Sawit Membusuk dan Rugi Besar

20 Juni 2026 - 19:04 WIB

Trending di Ekonomi