BENGKULU, FaktaBengkulu.com – Gelaran Festival Tabut 2026 tidak hanya sukses menyedot perhatian ribuan wisatawan lewat pesona budayanya, tetapi juga menjadi ladang berkah bagi sektor ekonomi kreatif. Momentum tahunan ini dimanfaatkan secara optimal oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Bengkulu untuk mendorong naik kelasnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.
Tahun ini, Kanwil DJPb Bengkulu memfasilitasi stan khusus yang menampung sedikitnya 23 pelaku UMKM terpilih di area Sport Center, Pantai Panjang, Kota Bengkulu. Kehadiran stan ini terbukti ampuh mendongkrak pendapatan para pedagang lokal di tengah padatnya arus pengunjung festival.
Rata-Rata Omzet Tembus Rp3 Juta per Hari
Kepala Kanwil DJPb Bengkulu, Mohamad Irfan Surya Wardana, menjelaskan bahwa dari puluhan UMKM yang difasilitasi tersebut, beberapa di antaranya merupakan UMKM binaan langsung dan mitra DJPb. Langkah konkret ini diambil sebagai wujud nyata komitmen instansi dalam memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan.
“Pada prinsipnya, Kanwil DJPb Bengkulu berkomitmen penuh mendukung pelaksanaan Festival Tabut guna meningkatkan kapasitas dan roda perekonomian UMKM. Kami menyediakan satu stan strategis yang mengakomodasi 23 pelaku usaha,” ujar Irfan saat memantau langsung aktivitas stan di Sport Center, Selasa (23/6/2026).
Dampak dari fasilitasi ini pun sangat signifikan. Irfan membeberkan bahwa perputaran uang di stan tersebut sangat produktif, dengan pendapatan harian yang menjanjikan bagi para pelaku usaha.
“Alhamdulillah, catatan rata-rata omzet para pelaku UMKM yang terlibat di sini mampu menyentuh angka sekitar Rp3 juta per hari,” tambahnya.
Produk Lokal Unggulan: Dari Sirup Kalamansi hingga Jamu Tradisional
Kelebihan dari stan DJPb Bengkulu kali ini terletak pada keragaman produk yang ditawarkan. Pengunjung festival disuguhkan berbagai pilihan produk lokal berkualitas tinggi, mulai dari:
- Kerajinan tangan (handicraft) khas Bengkulu
- Kopi asli bumi prafita
- Camilan dan makanan ringan
- Jasa jahit pakaian kustom
- Minuman herbal tradisional dan produk ikonik seperti Sirup Kalamansi
Keberagaman produk ini menjadi magnet tersendiri bagi para pemburu oleh-oleh maupun pelancong yang ingin mencicipi kuliner khas daerah.
Promosi Luas, Pelaku Usaha Akui Pendapatan Melonjak 20 Persen
Manfaat nyata dari fasilitas stan gratis ini dirasakan langsung oleh Eva, owner dari brand lokal D’Jamuin Aja. Menurutnya, Festival Tabut 2026 menjadi etalase promosi yang sangat efektif karena mempertemukan pelaku usaha langsung dengan konsumen dari luar Provinsi Bengkulu.
“Festival ini sangat membantu kami, terutama untuk memperluas promosi produk. Pengunjung yang datang tidak hanya warga lokal Kota Bengkulu, tetapi banyak juga rombongan dari luar daerah,” kata Eva sumringah.
Ia juga menambahkan, berkat penempatan stan yang difasilitasi oleh DJPb, penjualan produknya mengalami grafik kenaikan yang signifikan dibandingkan dengan hari-hari biasa.
“Alhamdulillah, omzet kami naik sekitar 20 persen selama event ini berlangsung. Kami sangat berharap dukungan dan fasilitasi pameran seperti ini bisa terus berlanjut di event-event besar lainnya,” pungkasnya.
(ABD)













