MUKOMUKO, FAKTABENGKULU.COM – Pemerintah Desa Lubuk Sanai, Kecamatan XIV Koto, Kabupaten Mukomuko resmi menyusun arah kebijakan pembangunan strategis untuk tahun anggaran 2027. Melalui gelaran Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) 2026, desa yang terletak di wilayah Bumi Merah Putih ini berkomitmen penuh menyelaraskan program lokal dengan agenda prioritas nasional.
Agenda tahunan yang dipusatkan di Kantor Desa Lubuk Sanai pada Rabu (15/7/2026) ini difokuskan pada penyusunan Daftar Usulan Rencana Kerja Pemerintah Desa (DU-RKPDes) 2027. Melalui forum partisipatif tersebut, aspirasi masyarakat dijaring secara langsung demi merumuskan arah pembangunan yang berkelanjutan.
Pertemuan penting ini dihadiri oleh Kasi Ekonomi dan Pembangunan (Ekobang) selaku perwakilan Camat XIV Koto, Kepala Desa beserta seluruh jajaran perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Babinsa, pendamping desa, Tim Penggerak PKK, tokoh masyarakat, serta berbagai unsur kelembagaan desa.
Fokus Penguatan Ketahanan Pangan Lokal
Kepala Desa Lubuk Sanai, Mutriadi, menegaskan bahwa Musrenbangdes kali ini merupakan tahapan krusial untuk memastikan pembangunan berjalan lebih terencana dan tepat sasaran. Menurutnya, seluruh masukan dari warga akan menjadi fondasi utama dalam menyusun RKPDes Tahun 2027.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan arah pembangunan Desa Lubuk Sanai semakin terencana, partisipatif, dan berkelanjutan,” ungkap Mutriadi.
Salah satu poin utama yang menjadi sorotan adalah penguatan sektor ketahanan pangan. Program ini sengaja digenjot sebagai langkah konkret untuk menjaga ketersediaan pangan di tingkat desa sekaligus mendongkrak tingkat kesejahteraan masyarakat. Dengan optimalisasi program tersebut, produktivitas sektor pertanian lokal diharapkan mampu tumbuh positif dan memperkuat fondasi ekonomi warga di kawasan Bumi Merah Putih ini.
Koperasi Desa Merah Putih Jadi Motor Penggerak Ekonomi
Tidak hanya sektor pangan, Pemerintah Desa Lubuk Sanai juga menaruh perhatian besar pada pembentukan dan penguatan Koperasi Desa Merah Putih. Lembaga ekonomi berbasis komunitas ini diproyeksikan menjadi pilar utama dalam menggerakkan usaha produktif masyarakat dengan memanfaatkan potensi lokal yang ada.
Pemerintah desa optimistis kehadiran koperasi dapat memperluas akses usaha serta memicu kemandirian ekonomi warga secara jangka panjang. Melalui kolaborasi aktif antara pemerintah desa dan seluruh elemen masyarakat, program-program strategis ini diyakini mampu terealisasi secara bertahap demi mewujudkan desa yang maju, mandiri, dan sejahtera.
Acara Musrenbangdes 2026 ini kemudian ditutup dengan penandatanganan berita acara hasil musyawarah sebagai bentuk komitmen dan kesepakatan bersama seluruh pihak terkait.
(ABD)













