KOTA MANNA, FAKTABENGKULU.COM – Musibah kebakaran hebat melanda kawasan pemukiman di Desa Dusun Tengah, Kecamatan Seginim, Kabupaten Bengkulu Selatan pada Senin siang (13/7/2026). Setidaknya, empat unit rumah permanen milik warga ludes dilalap si jago merah. Merespons cepat bencana ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bengkulu Selatan langsung turun ke lapangan untuk menyalurkan bantuan logistik masa panik.
Bantuan darurat tersebut diserahkan langsung pada Selasa (14/7/2026) sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap pemenuhan kebutuhan dasar para korban yang kini tengah kehilangan tempat tinggal di wilayah Bumi Merah Putih ini.
Kronologi dan Penyebab Kebakaran di Seginim
Peristiwa kebakaran dilaporkan terjadi pada Senin (13/7/2026) sekitar pukul 14.22 WIB. Menurut keterangan dari Kasat Pol PP dan Damkar Kabupaten Bengkulu Selatan, Efredy Gunawan, api pertama kali muncul dari rumah sekaligus warung milik Nurbaiti (67). Karena material yang mudah terbakar, kobaran api dengan cepat merembet ke tiga rumah di sekitarnya.
Rumah-rumah yang ikut terdampak adalah milik Iwan (50), Mikar (60), dan Elpian (50).
“Tim satgas Damkar membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk mencapai lokasi karena jarak dari pos mencapai 20 kilometer. Sebanyak dua unit mobil operasional dan 25 personel dikerahkan untuk menjinakkan api,” ujar Efredy.
Setelah baku hantam dengan api selama kurang lebih 90 menit dibantu oleh personel TNI-Polri serta masyarakat setempat, kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya. Berdasarkan hasil investigasi sementara, kebakaran diklasifikasikan sebagai Kelas C yang diduga kuat dipicu oleh korsleting atau hubungan arus pendek listrik.
Meski tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden ini, kerugian materil ditaksir mencapai angka Rp600 juta.
BPBD Salurkan Bantuan Logistik Masa Panik
Sehari pascabencana, BPBD Bengkulu Selatan bergerak cepat menyalurkan bantuan logistik untuk meringankan beban para korban selama masa tanggap darurat. Penyerahan bantuan ini ditandai dengan penandatanganan berita acara oleh Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bengkulu Selatan, Akisar Diardi.
Adapun rincian bantuan logistik masa panik yang disalurkan meliputi:
- Bahan Bangunan & Perlengkapan Tidur: 80 keping seng, 4 lembar terpal, 4 lembar selimut, dan 4 buah matras.
- Bahan Pangan: 4 kampil beras, 4 dus mi goreng, 4 dus mi soto, 4 dus air mineral, 4 kaleng roti, 4 kg gula pasir, dan 4 kg minyak goreng.
- Perlengkapan Dapur & Sanitasi: 24 buah piring, 8 set sendok makan, 8 gelas melamin, 4 buah wajan, 4 buah gayung, 4 buah sapu lantai, 8 box container, serta paket mandi (handuk, sampo, odol, sabun, sikat gigi).
- Perlengkapan Tambahan: 4 stel baju hujan.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Bengkulu Selatan, Akisar Diardi, menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus memantau perkembangan di lapangan serta berkoordinasi dengan pihak pemerintah desa untuk memastikan kebutuhan korban tetap terpenuhi.
“Bantuan ini ditujukan agar kebutuhan dasar para korban segera terpenuhi selama masa penanganan darurat. Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban masyarakat yang sedang tertimpa musibah,” tutur Akisar.
Pihak Damkar juga mengimbau kepada seluruh masyarakat di Bumi Merah Putih untuk selalu waspada dan rutin mengecek instalasi listrik di rumah masing-masing, terutama bagi bangunan yang memiliki jaringan listrik tua, guna mencegah terjadinya tragedi serupa.
(ABD)













