SELUMA, Faktabengkulu.com – Dugaan penggelapan aset negara kembali mencoreng institusi pemerintahan di wilayah Provinsi Bengkulu yang kini populer dengan sebutan Bumi Merah Putih. Kali ini, sorotan tajam tertuju pada Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3APPKB) Kabupaten Seluma. Oknum asn tersebut diketahui pernah menjabat sebagai bendahara Barang di dinas tersebut, diduga kuat telah menggelapkan sejumlah inventaris milik daerah untuk keuntungan pribadi.
Berdasarkan data yang dihimpun, aksi tidak terpuji ini terjadi pada tahun 2018 lalu hingga Akhir 2025. Oknum ASN yang diketahui pernah menjabat bendahara barang Dinas P3APPKB (atau yang akrab dikenal Dinas KB) Seluma diduga nekat membawa kabur dan menjual aset-aset krusial yang dibeli menggunakan uang rakyat.
Kronologi Dugaan Penggelapan Aset Negara
Modus operandi yang dilakukan pelaku tergolong berani. Barang-barang inventaris kantor yang seharusnya digunakan untuk menunjang pelayanan masyarakat justru dipindahtangankan secara ilegal.
Informasi yang diterima, bahwa ada beberapa barang yang telah dipindah tangankan oleh Oknum yaitu :
- Laptop sebanyak 5 unit
- Infocus.
Barang negara yang diduga Telah Dijual :
- Tempat tidur/king bed ( Fasilitas Dinas )
Mirisnya, barang-barang inventaris dinas tersebut dilaporkan Dipindah tangan Pada tahun Berbeda Oleh Oknum Dan Tempat Tidur telah dijual kepada seorang Kepala Puskesmas (Kapus), Tempat tidur dijual akhir tahun 2025. Hingga saat ini, kasus tersebut terus menuai polemik dan mendesak pihak berwenang untuk mengusut tuntas aliran dana serta keberadaan aset negara tersebut.
Sorotan Publik dan Tuntutan Transparansi
Dugaan penggelapan yang membelit oknum ASN Dinas P3APPKB Seluma ini menambah rapor merah pengelolaan aset di daerah. Publik kini menunggu langkah tegas dari Inspektorat maupun aparat penegak hukum untuk mengaudit secara menyeluruh inventaris di dinas terkait.
Jika terbukti benar, tindakan oknum tersebut jelas melanggar hukum dan merugikan daerah secara materiel, di tengah upaya Bumi Merah Putih berbenah dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan.
Sampai berita ini diturunkan, tim redaksi masih terus berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak Dinas P3APPKB Seluma serta pihak pembeli terkait dugaan transaksi barang inventaris ilegal ini.
(ABD)













