Menu

Mode Gelap
Dua Pekan Beraksi, Polresta Bengkulu Ringkus 6 Tersangka Narkoba: Residivis dan Anak Bawah Umur Terjaring Babak Baru Kasus Kredit Macet Rp5 Miliar: Eks Dirut Bank Bengkulu Resmi Jadi Tersangka! Optimalkan Pengelolaan Keuangan, Pemkot Bengkulu Bekali Ratusan Bendahara Soal CoreTax dan Aturan Pajak Terbaru Stabilitas, Legitimasi, dan Konflik dalam Demokrasi Modern Bengkulu Tengah Heboh! RSD Sungai Lemau Kini Punya CT-Scan dan Alat Jantung Tercanggih, Siap Jadi Rujukan Utama Nasib Tragis Siswi SD di Lebong Dibacok Tetangga, Pelaku Kini Diobservasi di RSKJ Soeprapto

Headline

Dongkrak Ekonomi Umat, Kemenag Rejang Lebong Genjot Pendampingan Dua Kampung Zakat

badge-check


Dongkrak Ekonomi Umat, Kemenag Rejang Lebong Genjot Pendampingan Dua Kampung Zakat Perbesar

CURUP, FAKTABENGKULU.COM – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Rejang Lebong semakin serius dalam mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat melalui program Kampung Zakat. Dua desa yang menjadi lokus utama, yakni Desa Tasikmalaya (Curup Utara) dan Desa Turan Baru (Curup Selatan), kini tengah berada dalam fase pembinaan intensif.

Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa dana zakat produktif yang telah disalurkan tidak habis begitu saja untuk kebutuhan konsumtif, melainkan bertransformasi menjadi modal usaha yang berkelanjutan.

Salah satu sorotan utama dalam monitoring kali ini adalah perkembangan usaha pengolahan bubuk kopi di Desa Turan Baru. Potensi kopi yang melimpah di Rejang Lebong coba dimaksimalkan melalui bantuan zakat produktif tersebut.

Kepala Kantor Kemenag Rejang Lebong, Lukman, menegaskan bahwa pemantauan lapangan dilakukan secara rutin untuk memastikan ekosistem ekonomi di desa binaan tumbuh maksimal.

“Kami ingin memastikan penguatan ekonomi umat di desa binaan ini benar-benar berjalan. Pendampingan dan pengawasan ketat dilakukan agar dampak ekonominya segera dirasakan langsung oleh masyarakat setempat,” ujar Lukman, Rabu (11/2/2026).

Ketua Pelaksana Kampung Zakat Desa Turan Baru, Suharto, menjelaskan bahwa pihaknya tidak hanya sekadar datang melihat, tetapi juga melakukan evaluasi terhadap kendala teknis yang dihadapi kelompok usaha di lapangan.

Berdasarkan pantauan tim, kelompok binaan menunjukkan komitmen yang kuat dalam mengelola usaha bubuk kopi. Suharto optimistis, jika konsistensi ini terjaga, Desa Turan Baru bisa menjadi model percontohan nasional bagi kemandirian ekonomi berbasis umat.

Daftar Fokus Pembinaan Kampung Zakat Rejang Lebong:

  1. Desa Tasikmalaya (Curup Utara): Penguatan manajemen organisasi dan pemberdayaan ekonomi lokal.
  2. Desa Turan Baru (Curup Selatan): Hilirisasi komoditas unggulan (Usaha Pengolahan Bubuk Kopi).

Melalui sinergi antara penyuluh agama dan masyarakat, Kemenag Rejang Lebong berharap program Kampung Zakat ini menjadi jawaban atas tantangan kemiskinan di tingkat desa. Dengan mengubah pola pikir dari konsumtif ke produktif, bantuan zakat diharapkan mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat secara signifikan dan permanen.

Program ini membuktikan bahwa jika dikelola dengan profesional dan transparan, zakat memiliki kekuatan besar untuk menggerakkan roda ekonomi kerakyatan di Kabupaten Rejang Lebong.

(ABD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dua Pekan Beraksi, Polresta Bengkulu Ringkus 6 Tersangka Narkoba: Residivis dan Anak Bawah Umur Terjaring

7 Mei 2026 - 19:40 WIB

Babak Baru Kasus Kredit Macet Rp5 Miliar: Eks Dirut Bank Bengkulu Resmi Jadi Tersangka!

7 Mei 2026 - 19:36 WIB

Optimalkan Pengelolaan Keuangan, Pemkot Bengkulu Bekali Ratusan Bendahara Soal CoreTax dan Aturan Pajak Terbaru

7 Mei 2026 - 19:31 WIB

Bengkulu Tengah Heboh! RSD Sungai Lemau Kini Punya CT-Scan dan Alat Jantung Tercanggih, Siap Jadi Rujukan Utama

6 Mei 2026 - 19:12 WIB

Nasib Tragis Siswi SD di Lebong Dibacok Tetangga, Pelaku Kini Diobservasi di RSKJ Soeprapto

6 Mei 2026 - 19:09 WIB

Trending di Headline