Menu

Mode Gelap
Heboh Kemeriahan CFD HUT Bhayangkara ke-80 di Rejang Lebong, Ada SIM Keliling hingga Berobat Gratis! Sempat Tersendat Berbulan-bulan, DD dan ADD 2026 di Rejang Lebong Akhirnya Cair! Pemdes Diminta Ngebut Dipicu Dendam Lama dan Tatapan Sengit, Petani di Binduriang Ditikam Saat Joget di Pesta Pernikahan Orang Tua Jangan Mau Dipungut Biaya! Dikbud Seluma Tegaskan SPMB 2026 Tingkat SD dan SMP Gratis Tis! Jeritan Pemilik RAM di Bengkulu Selatan: Antrean Pabrik Berhari-hari Bikin TBS Sawit Membusuk dan Rugi Besar UMKM Wajib Tahu! Ini Cara Pendaftaran Merek Dagang di Festival Tabut 2026, Cukup Bayar Rp500 Ribu

Headline

Dongkrak Ekonomi Umat, Kemenag Rejang Lebong Genjot Pendampingan Dua Kampung Zakat

badge-check


Dongkrak Ekonomi Umat, Kemenag Rejang Lebong Genjot Pendampingan Dua Kampung Zakat Perbesar

CURUP, FAKTABENGKULU.COM – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Rejang Lebong semakin serius dalam mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat melalui program Kampung Zakat. Dua desa yang menjadi lokus utama, yakni Desa Tasikmalaya (Curup Utara) dan Desa Turan Baru (Curup Selatan), kini tengah berada dalam fase pembinaan intensif.

Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa dana zakat produktif yang telah disalurkan tidak habis begitu saja untuk kebutuhan konsumtif, melainkan bertransformasi menjadi modal usaha yang berkelanjutan.

Salah satu sorotan utama dalam monitoring kali ini adalah perkembangan usaha pengolahan bubuk kopi di Desa Turan Baru. Potensi kopi yang melimpah di Rejang Lebong coba dimaksimalkan melalui bantuan zakat produktif tersebut.

Kepala Kantor Kemenag Rejang Lebong, Lukman, menegaskan bahwa pemantauan lapangan dilakukan secara rutin untuk memastikan ekosistem ekonomi di desa binaan tumbuh maksimal.

“Kami ingin memastikan penguatan ekonomi umat di desa binaan ini benar-benar berjalan. Pendampingan dan pengawasan ketat dilakukan agar dampak ekonominya segera dirasakan langsung oleh masyarakat setempat,” ujar Lukman, Rabu (11/2/2026).

Ketua Pelaksana Kampung Zakat Desa Turan Baru, Suharto, menjelaskan bahwa pihaknya tidak hanya sekadar datang melihat, tetapi juga melakukan evaluasi terhadap kendala teknis yang dihadapi kelompok usaha di lapangan.

Berdasarkan pantauan tim, kelompok binaan menunjukkan komitmen yang kuat dalam mengelola usaha bubuk kopi. Suharto optimistis, jika konsistensi ini terjaga, Desa Turan Baru bisa menjadi model percontohan nasional bagi kemandirian ekonomi berbasis umat.

Daftar Fokus Pembinaan Kampung Zakat Rejang Lebong:

  1. Desa Tasikmalaya (Curup Utara): Penguatan manajemen organisasi dan pemberdayaan ekonomi lokal.
  2. Desa Turan Baru (Curup Selatan): Hilirisasi komoditas unggulan (Usaha Pengolahan Bubuk Kopi).

Melalui sinergi antara penyuluh agama dan masyarakat, Kemenag Rejang Lebong berharap program Kampung Zakat ini menjadi jawaban atas tantangan kemiskinan di tingkat desa. Dengan mengubah pola pikir dari konsumtif ke produktif, bantuan zakat diharapkan mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat secara signifikan dan permanen.

Program ini membuktikan bahwa jika dikelola dengan profesional dan transparan, zakat memiliki kekuatan besar untuk menggerakkan roda ekonomi kerakyatan di Kabupaten Rejang Lebong.

(ABD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Heboh Kemeriahan CFD HUT Bhayangkara ke-80 di Rejang Lebong, Ada SIM Keliling hingga Berobat Gratis!

21 Juni 2026 - 20:00 WIB

Sempat Tersendat Berbulan-bulan, DD dan ADD 2026 di Rejang Lebong Akhirnya Cair! Pemdes Diminta Ngebut

21 Juni 2026 - 19:55 WIB

Dipicu Dendam Lama dan Tatapan Sengit, Petani di Binduriang Ditikam Saat Joget di Pesta Pernikahan

21 Juni 2026 - 19:48 WIB

Orang Tua Jangan Mau Dipungut Biaya! Dikbud Seluma Tegaskan SPMB 2026 Tingkat SD dan SMP Gratis Tis!

20 Juni 2026 - 19:10 WIB

Jeritan Pemilik RAM di Bengkulu Selatan: Antrean Pabrik Berhari-hari Bikin TBS Sawit Membusuk dan Rugi Besar

20 Juni 2026 - 19:04 WIB

Trending di Ekonomi