MUKOMUKO, FAKTABENGKULU.COM – Kebakaran hebat melanda kawasan Desa Arga Jaya, Kecamatan Air Rami, Kabupaten Mukomuko pada Minggu dini hari, 17 Mei 2026. Sebuah toko manisan yang juga menyediakan Bahan Bakar Minyak (BBM) eceran milik Widiarto (60) ludes dilalap si jago merah sekitar pukul 01.30 WIB.
Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, namun kerugian materiel yang diderita korban diperkirakan menembus angka Rp500 juta. Seluruh bangunan beserta isinya dilaporkan rata dengan tanah.
Api Cepat Membesar Dipicu Drum BBM Pertamini
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kobaran api pertama kali muncul diduga akibat adanya arus pendek atau korsleting listrik di dalam toko. Situasi kian mencekam lantaran di dalam bangunan tersebut tersimpan drum-drum penyimpanan BBM jenis Pertamini.
Bahan bakar yang mudah tersulut membuat api dengan cepat mengamuk dan merembet ke seluruh sudut bangunan. Warga sekitar yang menyadari kejadian tersebut langsung panik dan berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun, besarnya kobaran api membuat upaya warga tidak banyak membuahkan hasil.
Kapolsek Ipuh, AKP Hardiansyah, menyatakan bahwa begitu menerima laporan dari masyarakat, personelnya langsung diterjunkan ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk membantu proses evakuasi dan pemadaman.
“Anggota kami langsung bergerak cepat ke lokasi begitu mendapat laporan. Di sana, personel bersama warga saling bahu-membahu menjinakkan api sembari menunggu armada pemadam kebakaran tiba di lokasi,” ujar AKP Hardiansyah, Minggu (17/5/2026).
Polisi Pastikan Pemilik Selamat, Kerugian Capai Rp500 Juta
Beruntung, di tengah kobaran api yang begitu cepat membesar, Widiarto bersama seluruh anggota keluarganya berhasil menyelamatkan diri keluar dari rumah sebelum api mengepung seluruh bangunan. Pihak kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden tragis ini.
Meski berhasil selamat dari maut, korban harus merelakan seluruh harta bendanya. Stok barang dagangan manisan, bangunan toko, hingga persediaan BBM eceran yang siap jual habis tak tersisa menjadi arang.
“Dugaan awal kebakaran dipicu oleh arus pendek listrik. Kendati demikian, tim kami masih melakukan pendalaman dan olah TKP lebih lanjut di lapangan untuk memastikan penyebab pastinya,” tegas Kapolsek Ipuh.
Imbauan Kepada Masyarakat
Belajar dari insiden ini, AKP Hardiansyah mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Mukomuko, khususnya para pelaku usaha, untuk lebih waspada. Ia mengingatkan pentingnya memeriksa instalasi listrik secara berkala, terutama bagi tempat usaha yang juga menyimpan barang-barang yang mudah terbakar seperti bahan bakar.
Kebakaran ini sempat menjadi tontonan dan perhatian serius warga sekitar, mengingat posisi toko yang berada di pemukiman dan menyimpan bahan bakar yang rawan memicu ledakan lebih besar.
(ABD)













