Menu

Mode Gelap
Bawa Sajam dan Resahkan Warga Curup, 5 Remaja Diduga Geng Motor Diciduk Polres Rejang Lebong Dipicu Korsleting Listrik, Toko Manisan dan BBM Eceran di Mukomuko Hangus Terbakar, Rugi Setengah Miliar! Sinergi Pangan, Polres Mukomuko Gelar Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Kabar Gembira! Pemprov Bengkulu Pastikan Gaji ke-13 ASN 2026 Siap Cair, Ini Bocorannya Polisi Buru Pembuang Jasad Bayi Prematur di Pantai Pasar Bawah Bengkulu Selatan Jembatan Perintis Garuda Taba Penanjung Mulai Dipasang, Akses Ekonomi Warga Segera Pulih

Headline

Bawa Sajam dan Resahkan Warga Curup, 5 Remaja Diduga Geng Motor Diciduk Polres Rejang Lebong

badge-check


Bawa Sajam dan Resahkan Warga Curup, 5 Remaja Diduga Geng Motor Diciduk Polres Rejang Lebong Perbesar

REJANG LEBONG, FAKTABENGKULU.COM – Aksi meresahkan kelompok remaja yang diduga kuat sebagai komplotan geng motor kembali digagalkan oleh aparat kepolisian. Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Rejang Lebong berhasil mengamankan lima orang remaja yang kedapatan membawa senjata tajam (sajam) di kawasan Kelurahan Dwi Tunggal, Kecamatan Curup, Kabupaten Rejang Lebong.

Penangkapan yang berlangsung pada Sabtu (16/5/2026) malam tersebut berawal dari aduan masyarakat sekitar yang merasa terancam dan resah dengan aktivitas mencurigakan kelompok pemuda ini.

Kronologi Penangkapan dan Penemuan Senjata Tajam

Mendapat laporan dari warga Kelurahan Dwi Tunggal, tim dari Polres Rejang Lebong langsung bergerak cepat ke lokasi kejadian. Saat melakukan pengamanan dan penggeledahan di tempat, petugas dikejutkan dengan temuan sejumlah senjata tajam yang dibawa oleh para remaja tersebut.

Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan serta menjaga kondusivitas wilayah hukum Curup, kelima remaja tersebut langsung digelandang ke Mapolres Rejang Lebong untuk menjalani pemeriksaan intensif. Hingga Minggu (17/5/2026) siang, kelimanya masih diperiksa di ruang Satreskrim.

Mayoritas Pelajar dan Masih di Bawah Umur

Kapolres Rejang Lebong melalui Kasi Humas, M. Hasan Basri, membenarkan adanya penindakan terhadap komplotan remaja yang diduga kuat terlibat dalam jaringan geng motor tersebut.

Mirisnya, dari hasil pendataan pihak kepolisian, mayoritas dari mereka diketahui masih berstatus sebagai pelajar aktif dan seluruhnya terkategori sebagai anak di bawah umur.

“Benar, ada lima remaja yang diamankan karena diduga terlibat aktivitas geng motor yang meresahkan warga Dwi Tunggal. Dari kelima orang tersebut, empat di antaranya masih berstatus pelajar aktif dan satu orang sudah putus sekolah. Semuanya masih di bawah umur,” ujar M. Hasan Basri saat dikonfirmasi, Minggu (17/5/2026).

Polisi Panggil Orang Tua dan Terapkan Pembinaan Ketat

Polres Rejang Lebong memastikan tidak akan melepas begitu saja para remaja ini. Sebagai langkah pembinaan dan memberikan efek jera, pihak kepolisian melayangkan panggilan resmi kepada seluruh orang tua dari remaja yang bersangkutan.

Langkah ini diambil atas instruksi langsung dari Kapolres Rejang Lebong agar para orang tua lebih memperketat pengawasan terhadap pergaulan anak-anak mereka di luar rumah.

“Semua orang tua mereka sengaja kita panggil ke Mapolres. Setelah berkumpul, para remaja ini akan diwajibkan membuat surat pernyataan resmi agar tidak mengulangi perbuatannya lagi. Setelah proses pembinaan selesai, baru akan kami serahkan kembali kepada orang tua masing-masing,” pungkas Hasan.

(ABD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dipicu Korsleting Listrik, Toko Manisan dan BBM Eceran di Mukomuko Hangus Terbakar, Rugi Setengah Miliar!

17 Mei 2026 - 18:46 WIB

Sinergi Pangan, Polres Mukomuko Gelar Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II

17 Mei 2026 - 18:43 WIB

Kabar Gembira! Pemprov Bengkulu Pastikan Gaji ke-13 ASN 2026 Siap Cair, Ini Bocorannya

14 Mei 2026 - 19:35 WIB

Polisi Buru Pembuang Jasad Bayi Prematur di Pantai Pasar Bawah Bengkulu Selatan

14 Mei 2026 - 19:31 WIB

Jembatan Perintis Garuda Taba Penanjung Mulai Dipasang, Akses Ekonomi Warga Segera Pulih

14 Mei 2026 - 19:27 WIB

Trending di Ekonomi