Menu

Mode Gelap
Heboh Kemeriahan CFD HUT Bhayangkara ke-80 di Rejang Lebong, Ada SIM Keliling hingga Berobat Gratis! Sempat Tersendat Berbulan-bulan, DD dan ADD 2026 di Rejang Lebong Akhirnya Cair! Pemdes Diminta Ngebut Dipicu Dendam Lama dan Tatapan Sengit, Petani di Binduriang Ditikam Saat Joget di Pesta Pernikahan Orang Tua Jangan Mau Dipungut Biaya! Dikbud Seluma Tegaskan SPMB 2026 Tingkat SD dan SMP Gratis Tis! Jeritan Pemilik RAM di Bengkulu Selatan: Antrean Pabrik Berhari-hari Bikin TBS Sawit Membusuk dan Rugi Besar UMKM Wajib Tahu! Ini Cara Pendaftaran Merek Dagang di Festival Tabut 2026, Cukup Bayar Rp500 Ribu

Hukum

Dikunjungi Panja DPRD Seluma, PT. BSL Berbelit, Hingga Ditemukan Teka-Teki Menarik

badge-check


Dikunjungi Panja DPRD Seluma, PT. BSL Berbelit, Hingga Ditemukan Teka-Teki Menarik Perbesar

Seluma, Bengkulu – Dalam misi peningkatan retribusi dan PAD untk Pemerintah Kabupaten Seluma, Panitia Kerja Pendapatan Asli Daerah (Panja PAD) DPRD Kabupaten Seluma melakukan kunjungan kerja ke PT. Bengkulu Sawit Lestari (BSL) yang berada di Desa Air Teras Kecamatan Talo, pada Kamis 15 Mei 2025. Namun Kunjungan itu membuat Panja DPRD Kabupaten Seluma menjadi geram. Pasalnya pihak manajemen PT. BSL berbelit-belit dalam memberikan keterangan yang diminta oleh Panja.

Awalnya pertemuan antara Panja bersama pihak manajemen PT. BSL berjalan lancar. Kunjungan kerja tersebut adalah upaya untuk menelusuri kebocoran PAD yang semestinya meningkat.

Ketua Panja DPRD Seluma, Zetman, juga mengungkapkan bahwa timnya meminta bukti pembayaran pajak dan retribusi yang berkaitan dengan PAD Kabupaten Seluma.

“Kami meminta data dan bukti pembayaran pajak dan retribusi yang berkaitan dengan peningkatan PAD Kabupaten Seluma. Tiap tahun PAD Seluma cendrung turun, berbanding terbalik dengan meningkatnya jumlah perusahaan, sehingga hal tersebut perlu kita telusuri dengan cermat ” ucap Zetman.

Pihak manajemen PT. BSL mengungkapkan bahwa mereka masih baru bertugas di kantor tersebut. Sehingga mereka tidak tau data yang diinginkan letaknya dimana. Dan mereka juga mengungkapkan belum paham mengenai hal yang ditanyakan oleh Panja PAD DPRD Kabupaten Seluma.

“Kami baru bertugas dikantor ini, dan sebenarny ada beberapa hal yang dipertanyakan oleh Panja kami belum memahaminya” ungkap Fernandus Simanjuntak Manajer PT. BSL.

Dengan jawaban itu, Panja DPRD Seluma menilai bahwa pihak manajemen PT. BSL berbelit, harusnya mereka bekerja secara profesional, tidak mencari-cari alasan untuk menghindari pertanyaan yang ditanyakan. PT. BSL harusnya dapat menunjukan segala bukti pembayaran pajak yang dimaksud Panja jika memang terbukti mentaati peraturan yang ada di Kabupaten Seluma.

Teka-teki pun semakin menarik setelah pihak manajemen PT. BSL mengungkapkan bahwa Bapenda Kabupaten Seluma sudah mengunjungi PT. BSL beberapa waktu lalu.

Zetman mengungkapkan, jika kunjungan Bapenda ke PT. BSL menjadi tanda tanya.

“Harusnya Bapenda menanyakan pertanyaan yang sama dengan kami, dan persoalan PT. BSL selesai. Namun faktanya, PT. BSL tidak bisa menunjukan data yang diminta serta tidak memberikan jawaban yang konkret, sehingga kunjungan Bapenda itu menjadi tanya” tegas Ketua Panja PAD, Zetman.

Pertemuan tersebut belum menemui titik terang, sehingga Panja PAD DPRD Seluma memberikan waktu sampai pekan depan kepada PT. BSL untuk menunjukan data yang diminta.

 

(DSR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dipicu Dendam Lama dan Tatapan Sengit, Petani di Binduriang Ditikam Saat Joget di Pesta Pernikahan

21 Juni 2026 - 19:48 WIB

Pencuri Motor Siswi SMAN 4 Rejang Lebong Tetap Diciduk Polisi Meski Sudah Kembalikan Hasil Curian

19 Juni 2026 - 19:07 WIB

Sindikat Batu Bara Ilegal di Bengkulu Dibongkar, Modus ‘Pinjam’ Dokumen Perusahaan Terungkap

17 Juni 2026 - 18:30 WIB

Inspiratif! Camat XIV Koto Mukomuko Gagas Program ‘Gemar Sedekah’ Demi Bantu Kaum Dhuafa

16 Juni 2026 - 18:59 WIB

Kabar Gembira untuk Petani! Pemprov Bengkulu Siapkan Bantuan Ribuan Bibit Gratis, Mulai Sawit hingga Kopi

16 Juni 2026 - 18:49 WIB

Trending di Ekonomi