LEBONG, FAKTABENGKULU.COM – Nasib malang menimpa dua keluarga di Kelurahan Tanjung Agung, Kecamatan Tubei, Kabupaten Lebong. Gara-gara diduga dipicu oleh korsleting arus listrik dari sebuah rumah yang sudah lama ditinggal kosong, dua unit rumah warga ludes dilalap si jago merah pada Sabtu (13/6/2026) sore sekitar pukul 15.00 WIB.
Akibat insiden ini, total kerugian material yang diderita para korban ditaksir mencapai Rp280 juta.
Kronologi Kebakaran di Tanjung Agung Tubei
Kapolres Lebong, AKBP Agoeng Ramadhani, melalui Kasi Humas AKP Hadi Sutrisno membenarkan adanya musibah kebakaran tersebut. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, titik awal api diduga kuat berasal dari rumah milik Ansori (57).
Ansori sendiri diketahui sudah cukup lama tidak menetap di sana karena pindah ke Desa Rena Jaya, Kecamatan Giri Mulya, Kabupaten Bengkulu Utara. Meski kosong dan hanya sesekali dikunjungi saat hari besar keagamaan, rumah berbahan papan kayu tersebut masih menyimpan berbagai perabot rumah tangga dan tetap dialiri arus listrik.
“Titik awal kebakaran diduga berasal dari rumah milik Ansori yang mengalami korsleting listrik. Karena struktur bangunan mayoritas terbuat dari papan kayu, api dengan sangat cepat membesar,” ungkap AKP Hadi Sutrisno saat dikonfirmasi, Minggu (14/6/2026).
Nahas, kobaran api yang langsung menjulang tinggi itu tidak hanya menghanguskan rumah Ansori, tetapi juga dengan cepat merembet dan melalap habis rumah di sebelahnya yang dihuni oleh Rio Pitriado (38).
Warga Sempat Bahu-Membahu Padamkan Api
Peristiwa mencekam ini pertama kali disadari oleh Romi (31), yang merupakan tetangga korban. Siang itu, Romi dikejutkan oleh kepulan asap hitam pekat yang membubung dari arah rumah Ansori.
Sadar ada yang tidak beres, ia langsung berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar yang tengah beraktivitas di luar rumah.
Melihat kobaran api yang mulai mengganas, warga setempat langsung bergerak cepat. Menggunakan peralatan seadanya, mereka bahu-membahu menyiramkan air untuk melokalisir perambatan api sembari menghubungi pihak pemadam kebakaran.
Dua Unit Armada Damkar Diterjunkan
Mendapat laporan darurat dari masyarakat, Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Lebong langsung menerjunkan dua unit armada mobil pemadam ke lokasi kejadian.
Petugas damkar bersama personel TNI-Polri dan masyarakat langsung melakukan lokalisir dan pemadaman secara intensif. Setelah berjuang keras melawan amukan si jago merah, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya sekaligus dilakukan proses pendinginan pada pukul 16.20 WIB.
Rincian Kerugian Material Korban
Meskipun dipastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, kerugian materil yang dialami kedua korban sangat memprihatinkan:
- Rumah Ansori (57): Mengalami kerugian paling parah karena bangunan beserta isinya ludes tak tersisa. Kerugian ditaksir mencapai Rp180 juta.
- Rumah Rio Pitriado (38): Bangunan mengalami kerusakan berat akibat dampak rambatan api yang masif. Kerugian ditaksir mencapai Rp100 juta.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Kepolisian Resor (Polres) Lebong masih terus melakukan pendataan mendalam serta mengamankan TKP guna penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab utama kebakaran.
Pihak berwajib juga mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya warga Kabupaten Lebong, untuk selalu memeriksa instalasi listrik secara berkala, terlebih jika hendak meninggalkan rumah dalam keadaan kosong dalam jangka waktu yang lama.
(ABD)













