BENGKULU, FAKTA BENGKULU.COM– Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Bengkulu kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan prima tanpa batas. Lewat inovasi program “Jemput Bola”, petugas Dukcapil kini bergerak aktif mendatangi warga yang memiliki keterbatasan mobilitas guna melakukan perekaman KTP elektronik (KTP-el).
Tidak tanggung-tanggung, layanan administrasi kependudukan (Adminduk) ini menyasar langsung ke rumah sakit, fasilitas kesehatan, rumah warga yang sedang sakit, lansia, penyandang disabilitas, hingga sekolah-sekolah.
Kepala Dinas Dukcapil Kota Bengkulu, Widodo, menegaskan bahwa program ini merupakan langkah nyata pemerintah untuk memastikan hak seluruh warga negara atas dokumen kependudukan terpenuhi, tanpa terkecuali.
“Melalui layanan jemput bola ini, kami ingin memastikan seluruh masyarakat tetap mendapatkan hak atas dokumen kependudukan. Termasuk warga yang sedang dirawat di rumah sakit, berada di rumah karena sakit, maupun yang memiliki keterbatasan mobilitas,” ujar Widodo pada Minggu (14/6/2026).
Solusi untuk Lansia, Disabilitas, dan Warga yang Sakit
Bagi warga yang sedang terbaring sakit atau memiliki keterbatasan fisik, mengurus administrasi ke kantor dinas tentu menjadi tantangan besar. Di sinilah program jemput bola hadir sebagai juru selamat.
Petugas Dukcapil dilengkapi dengan perangkat portabel untuk melakukan perekaman data biometrik (seperti foto wajah, sidik jari, dan iris mata) langsung di lokasi warga berada. Dengan begitu, masyarakat yang sedang menjalani perawatan medis atau memiliki kendala mobilitas tetap bisa mengantongi KTP-el tanpa harus keluar rumah.
“Petugas kami siap mendatangi rumah sakit, fasilitas kesehatan, rumah warga, hingga sekolah-sekolah untuk melakukan perekaman KTP elektronik. Harapannya, tidak ada lagi masyarakat yang terkendala mengurus dokumen kependudukan karena kondisi tertentu,” tambah Widodo.
Siswa SMA Tak Perlu Bolos, Dukcapil Go to School!
Selain fokus pada warga dengan kondisi khusus, Dukcapil Kota Bengkulu juga secara rutin menggelar aksi Go to School. Program ini menyasar para pelajar atau pemula yang telah memasuki usia 17 tahun atau wajib KTP.
Menariknya, para siswa tidak perlu mengorbankan waktu belajar mereka atau mengantre panjang di Kantor Dukcapil. Petugas yang akan datang langsung ke sekolah untuk melakukan perekaman massal.
“Untuk para pelajar yang sudah memasuki usia wajib KTP, kami juga melakukan perekaman langsung ke sekolah agar mereka dapat memiliki KTP elektronik tepat waktu tanpa harus mengganggu proses belajar mengajar,” tutur Widodo penuh optimisme.
Pelayanan Adminduk yang Mudah, Cepat, dan Tanpa Hambatan
Hadirnya inovasi jemput bola ini diharapkan mampu mengikis sekat pembatas antara pemerintah dan masyarakat dalam hal pelayanan publik. Dukcapil Kota Bengkulu bertekad agar tidak ada lagi warga yang kehilangan hak-hak sipil atau sosialnya hanya karena tidak memiliki kartu identitas.
“Pelayanan jemput bola merupakan wujud komitmen kami untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat. Kami ingin memastikan setiap warga Kota Bengkulu dapat mengakses pelayanan administrasi kependudukan dengan mudah, cepat, dan tanpa hambatan,” pungkasnya.
(ABD)













