Menu

Mode Gelap
Heboh Kemeriahan CFD HUT Bhayangkara ke-80 di Rejang Lebong, Ada SIM Keliling hingga Berobat Gratis! Sempat Tersendat Berbulan-bulan, DD dan ADD 2026 di Rejang Lebong Akhirnya Cair! Pemdes Diminta Ngebut Dipicu Dendam Lama dan Tatapan Sengit, Petani di Binduriang Ditikam Saat Joget di Pesta Pernikahan Orang Tua Jangan Mau Dipungut Biaya! Dikbud Seluma Tegaskan SPMB 2026 Tingkat SD dan SMP Gratis Tis! Jeritan Pemilik RAM di Bengkulu Selatan: Antrean Pabrik Berhari-hari Bikin TBS Sawit Membusuk dan Rugi Besar UMKM Wajib Tahu! Ini Cara Pendaftaran Merek Dagang di Festival Tabut 2026, Cukup Bayar Rp500 Ribu

Headline

BNN RI Tekankan Kemandirian Ekonomi sebagai Pilar Utama Ketahanan Desa

badge-check


data Perbesar

data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["local"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{"effects":2,"enhance":1},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":true,"containsFTESticker":false}

Bengkulu – Sekretaris Utama Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI), Tantan Sulistyana, menegaskan pentingnya kemandirian desa sebagai kunci utama dalam penguatan ketahanan desa di Indonesia. Menurutnya, pembangunan desa harus diarahkan untuk menciptakan kemandirian yang berdampak langsung pada peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

“Seiring dengan pembangunan desa, desa itu harus mandiri. Kalau mandiri, otomatis ekonomi masyarakat akan meningkat dan kesejahteraan masyarakat juga meningkat, ” ujar Tantan Sulistyana saat menghadiri Konsolidasi Pemberdayaan Masyarakat di Kabupaten Seluma Bengkulu.

Beliau menjelaskan bahwa peningkatan kesejahteraan ini tidak hanya sebatas angka ekonomi, tetapi juga merupakan faktor krusial dalam membangun ketahanan desa dari berbagai ancaman, termasuk bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

Pernyataan ini menggarisbawahi pendekatan BNN RI yang tidak hanya fokus pada penindakan, tetapi juga pada upaya preventif melalui penguatan fondasi sosial dan ekonomi di tingkat tapak. Dengan masyarakat yang sejahtera dan mandiri secara ekonomi, daya tangkal desa terhadap pengaruh negatif dan ancaman narkoba diharapkan akan semakin kuat.

(ABD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Heboh Kemeriahan CFD HUT Bhayangkara ke-80 di Rejang Lebong, Ada SIM Keliling hingga Berobat Gratis!

21 Juni 2026 - 20:00 WIB

Sempat Tersendat Berbulan-bulan, DD dan ADD 2026 di Rejang Lebong Akhirnya Cair! Pemdes Diminta Ngebut

21 Juni 2026 - 19:55 WIB

Dipicu Dendam Lama dan Tatapan Sengit, Petani di Binduriang Ditikam Saat Joget di Pesta Pernikahan

21 Juni 2026 - 19:48 WIB

Orang Tua Jangan Mau Dipungut Biaya! Dikbud Seluma Tegaskan SPMB 2026 Tingkat SD dan SMP Gratis Tis!

20 Juni 2026 - 19:10 WIB

Jeritan Pemilik RAM di Bengkulu Selatan: Antrean Pabrik Berhari-hari Bikin TBS Sawit Membusuk dan Rugi Besar

20 Juni 2026 - 19:04 WIB

Trending di Ekonomi