Menu

Mode Gelap
Sambut HUT ke-81 RI, Walikota Dedy Wahyudi Ajak Warga Gencarkan Gotong Royong Bersihkan Kota Bengkulu Bolos Sekolah saat Jam Pelajaran, Siswa SMAN 2 Kota Bengkulu Diciduk Satpol PP di Jalur Tikus Belakang Sekolah Kemarau Panjang Ancam Sawah Mukomuko, Dinas Pertanian Bergerak Cepat Petakan Wilayah Rentan   Tegas! Dikbud Kota Bengkulu Larang Keras Pungutan Biaya Lomba 17 Agustus di Sekolah Tanggap Cepat Kebakaran SMPN 19 Kota Bengkulu: Dikbud Ajukan Proposal Revitalisasi Rp2 Miliar ke Pusat  Program Prabawa Resmi Diluncurkan: Satpol PP Siaga di Tiap Kelurahan, Walikota Dedy Wahyudi Tegaskan Peran Baru 

Headline

Beruang Madu Terkam Petani di Rejang Lebong, BKSDA Bengkulu Turun Tangan Lakukan Pengusiran

badge-check

Beruang Madu Terkam Petani di Rejang Lebong, BKSDA Bengkulu Turun Tangan Lakukan Pengusiran Perbesar

FAKTABENGKULU.COM, REJANG LEBONG – Konflik antara manusia dan satwa liar kembali terjadi di Kabupaten Rejang Lebong. Seorang petani di Desa Pal 100, Kecamatan Bermani Ulu Raya, dilaporkan terluka parah setelah diterkam oleh seekor beruang madu pada Minggu (31/5/2026) pagi.

Menyikapi insiden berdarah ini, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu bergerak cepat. Pihak BKSDA langsung menerjunkan tim ke lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan lapangan sekaligus menyiapkan strategi pengusiran satwa dilindungi tersebut.

BKSDA Siapkan Langkah Pengusiran Satwa

Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Bengkulu, Said Jauhari, menegaskan bahwa fokus utama tim saat ini adalah memastikan keselamatan warga tanpa mengabaikan kelestarian satwa. Jika beruang madu tersebut terdeteksi masih berkeliaran di dekat pemukiman, tindakan pengusiran akan segera diambil.

“Kita cek dulu lokasinya seperti apa kondisinya. Kalau beruang tersebut masih berada di sekitar desa, kita upayakan pengusiran terlebih dahulu agar satwa kembali ke habitatnya,” ujar Said saat dikonfirmasi pada Minggu (31/5/2026) siang.

Dipicu Masalah Perut: Beruang Cari Makan di Kebun Warga

Berdasarkan investigasi awal di lapangan, kemunculan beruang madu ini diduga kuat karena faktor ketersediaan pangan. Secara geografis, Desa Pal 100 merupakan wilayah yang berbatasan langsung dengan kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), yang merupakan habitat asli mamalia besar tersebut.

Diduga kuat, beruang tersebut keluar dari zona hutan karena tergiur aroma buah-buahan di perkebunan warga. Di lokasi kejadian, memang banyak tumbuh tanaman buah yang menjadi makanan favorit beruang madu.

Tanaman pakan di lokasi: Nangka, jeruk, pepaya, dan tanaman buah lainnya.

Pemicu serangan: Satwa liar memiliki insting defensif yang kuat. Beruang diduga merasa terancam atau terganggu saat sedang menyantap buah di kebun, sehingga langsung menyerang petani yang kebetulan berada di dekatnya.

Tips Aman ke Kebun: BKSDA Imbau Warga Berkelompok

Guna mengantisipasi terjadinya serangan susulan, BKSDA Bengkulu mengeluarkan sejumlah imbauan tegas bagi masyarakat Desa Pal 100 dan sekitarnya yang kerap beraktivitas di dekat perbatasan hutan TNKS:

  • Jangan Pergi Sendirian: Warga diminta tidak pergi ke kebun seorang diri. Minimal pergilah dalam kelompok kecil berisi 3 orang agar bisa saling menjaga dan mengurangi risiko intimidasi dari satwa liar.
  • Jangan Dekati Satwa yang Sedang Makan: Jika melihat beruang atau satwa lain sedang berada di pohon buah, segera menjauh. Menghampiri satwa yang sedang makan sangat berbahaya karena memicu insting menyerang mereka.
  • Tingkatkan Kewaspadaan: Selalu perhatikan situasi sekitar kebun, terutama pada waktu pagi dan sore hari saat satwa liar cenderung aktif mencari makan.

(ABD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Sambut HUT ke-81 RI, Walikota Dedy Wahyudi Ajak Warga Gencarkan Gotong Royong Bersihkan Kota Bengkulu

5 Agustus 2026 - 20:07 WIB

Bolos Sekolah saat Jam Pelajaran, Siswa SMAN 2 Kota Bengkulu Diciduk Satpol PP di Jalur Tikus Belakang Sekolah

5 Agustus 2026 - 20:00 WIB

Kemarau Panjang Ancam Sawah Mukomuko, Dinas Pertanian Bergerak Cepat Petakan Wilayah Rentan  

5 Agustus 2026 - 19:56 WIB

Tegas! Dikbud Kota Bengkulu Larang Keras Pungutan Biaya Lomba 17 Agustus di Sekolah

4 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Tanggap Cepat Kebakaran SMPN 19 Kota Bengkulu: Dikbud Ajukan Proposal Revitalisasi Rp2 Miliar ke Pusat 

4 Agustus 2026 - 18:56 WIB

Trending di Headline