FAKTABENGKULU.COM, REJANG LEBONG – Konflik antara manusia dan satwa liar kembali terjadi di Kabupaten Rejang Lebong. Seorang petani di Desa Pal 100, Kecamatan Bermani Ulu Raya, dilaporkan terluka parah setelah diterkam oleh seekor beruang madu pada Minggu (31/5/2026) pagi.
Menyikapi insiden berdarah ini, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu bergerak cepat. Pihak BKSDA langsung menerjunkan tim ke lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan lapangan sekaligus menyiapkan strategi pengusiran satwa dilindungi tersebut.
BKSDA Siapkan Langkah Pengusiran Satwa
Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Bengkulu, Said Jauhari, menegaskan bahwa fokus utama tim saat ini adalah memastikan keselamatan warga tanpa mengabaikan kelestarian satwa. Jika beruang madu tersebut terdeteksi masih berkeliaran di dekat pemukiman, tindakan pengusiran akan segera diambil.
“Kita cek dulu lokasinya seperti apa kondisinya. Kalau beruang tersebut masih berada di sekitar desa, kita upayakan pengusiran terlebih dahulu agar satwa kembali ke habitatnya,” ujar Said saat dikonfirmasi pada Minggu (31/5/2026) siang.
Dipicu Masalah Perut: Beruang Cari Makan di Kebun Warga
Berdasarkan investigasi awal di lapangan, kemunculan beruang madu ini diduga kuat karena faktor ketersediaan pangan. Secara geografis, Desa Pal 100 merupakan wilayah yang berbatasan langsung dengan kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), yang merupakan habitat asli mamalia besar tersebut.
Diduga kuat, beruang tersebut keluar dari zona hutan karena tergiur aroma buah-buahan di perkebunan warga. Di lokasi kejadian, memang banyak tumbuh tanaman buah yang menjadi makanan favorit beruang madu.
Tanaman pakan di lokasi: Nangka, jeruk, pepaya, dan tanaman buah lainnya.
Pemicu serangan: Satwa liar memiliki insting defensif yang kuat. Beruang diduga merasa terancam atau terganggu saat sedang menyantap buah di kebun, sehingga langsung menyerang petani yang kebetulan berada di dekatnya.
Tips Aman ke Kebun: BKSDA Imbau Warga Berkelompok
Guna mengantisipasi terjadinya serangan susulan, BKSDA Bengkulu mengeluarkan sejumlah imbauan tegas bagi masyarakat Desa Pal 100 dan sekitarnya yang kerap beraktivitas di dekat perbatasan hutan TNKS:
- Jangan Pergi Sendirian: Warga diminta tidak pergi ke kebun seorang diri. Minimal pergilah dalam kelompok kecil berisi 3 orang agar bisa saling menjaga dan mengurangi risiko intimidasi dari satwa liar.
- Jangan Dekati Satwa yang Sedang Makan: Jika melihat beruang atau satwa lain sedang berada di pohon buah, segera menjauh. Menghampiri satwa yang sedang makan sangat berbahaya karena memicu insting menyerang mereka.
- Tingkatkan Kewaspadaan: Selalu perhatikan situasi sekitar kebun, terutama pada waktu pagi dan sore hari saat satwa liar cenderung aktif mencari makan.
(ABD)













