Menu

Mode Gelap
Nasib Guru Honorer di Ujung Tanduk? DPRD Provinsi Bengkulu Desak Pusat Batalkan Larangan Mengajar 2027 Wajah Baru Pantai Panjang: Pemkot Bengkulu Mulai Petakan Lokasi Gazebo Sepanjang Jogging Track Sinergi TNI dan Rakyat, Pembangunan Jembatan Gantung Kualalangi Bengkulu Utara Terus Dikebut Pendidikan Jadi ‘Anak Tiri’, OKP Dan Aliansi Mahasiswa Geruduk DPRD Bengkulu: Sebut Indonesia Emas 2045 Hanya Ilusi! Isu Guru Honorer Dilarang Mengajar Tahun 2027 Mencuat, Sekda Provinsi Bengkulu Minta Tenaga Non-ASN Tetap Tenang Masa Persuasif Berakhir! Tim Gabungan “Sapu Bersih” Lapak Liar di Kawasan Pasar Panorama

Headline

Bengkulu ‘Diguncang’ 484 Kali: Alarm Bencana dan Mitigasi Wajib Sepanjang 2025

badge-check


Bengkulu ‘Diguncang’ 484 Kali: Alarm Bencana dan Mitigasi Wajib Sepanjang 2025 Perbesar

Kota Bengkulu – Hingga awal Desember 2025 (terhitung sejak Januari hingga 7 Desember), Provinsi Bengkulu telah mencatat frekuensi gempa bumi yang sangat tinggi, yakni mencapai 484 kali kejadian.

​Menurut Detalia Nurutami, Pengamat Meteorologi dan Geofisika Muda BMKG Stasiun Geofisika Kepahiang, intensitas kejadian ini menjadi alarm bagi masyarakat.

Ratusan gempa ini bervariasi dari magnitudo terkecil 1,0 hingga yang terbesar 6,3. Aktivitas gempa sebagian besar bersifat dangkal, dengan kedalaman kurang dari 60 kilometer di bawah permukaan laut.

Titik-titik yang paling sering menjadi pusat gempa meliputi Pulau Enggano (Bengkulu Utara), Kabupaten Seluma, Kabupaten Bengkulu Selatan, dan Kabupaten Kaur.

Kejadian yang menimbulkan dampak terparah adalah gempa berkekuatan magnitudo 6,3 pada Jumat, 23 Mei 2025, pukul 02.53 WIB.

​Muhammad Najib, Pengamat Meteorologi dan Geofisika Pertama, menjelaskan bahwa gempa ini dipicu oleh aktivitas intarslab atau deformasi di bawah kerak bumi. Gempa dengan kedalaman 84 kilometer ini dirasakan kuat (MMI III hingga VI) di hampir seluruh wilayah Provinsi Bengkulu, menyebabkan total korban kerusakan sebanyak 248 rumah terdampak, di mana 20 rumah di antaranya dikategorikan rusak berat.

Sekretaris BPBD Provinsi Bengkulu, Kharistian Hermansyah, merinci dampak kerusakan yang terjadi sebagai berikut:

​Di Kota Bengkulu, kerusakan meliputi 192 rumah warga, dua sekolah, dua mesjid, dua kantor camat, dan fasilitas umum lainnya.

Di Kabupaten Bengkulu Tengah, kerusakan terjadi pada enam bangunan di Desa Nakau dan Desa Pondok Kubang, serta empat institusi pendidikan, yakni satu sekolah PAUD, dua SD, dan satu SMK.

BMKG dan BPBD mendesak masyarakat Bengkulu untuk meningkatkan kewaspadaan dan memahami langkah-langkah mitigasi bencana. Masyarakat harus selalu mempersiapkan diri untuk evakuasi dan tidak mudah terpancing oleh informasi atau isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa.

(ABD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Nasib Guru Honorer di Ujung Tanduk? DPRD Provinsi Bengkulu Desak Pusat Batalkan Larangan Mengajar 2027

13 Mei 2026 - 18:09 WIB

Wajah Baru Pantai Panjang: Pemkot Bengkulu Mulai Petakan Lokasi Gazebo Sepanjang Jogging Track

13 Mei 2026 - 18:07 WIB

Sinergi TNI dan Rakyat, Pembangunan Jembatan Gantung Kualalangi Bengkulu Utara Terus Dikebut

13 Mei 2026 - 18:04 WIB

Pendidikan Jadi ‘Anak Tiri’, OKP Dan Aliansi Mahasiswa Geruduk DPRD Bengkulu: Sebut Indonesia Emas 2045 Hanya Ilusi!

12 Mei 2026 - 19:45 WIB

Isu Guru Honorer Dilarang Mengajar Tahun 2027 Mencuat, Sekda Provinsi Bengkulu Minta Tenaga Non-ASN Tetap Tenang

12 Mei 2026 - 19:42 WIB

Trending di Headline