Menu

Mode Gelap
Heboh Kemeriahan CFD HUT Bhayangkara ke-80 di Rejang Lebong, Ada SIM Keliling hingga Berobat Gratis! Sempat Tersendat Berbulan-bulan, DD dan ADD 2026 di Rejang Lebong Akhirnya Cair! Pemdes Diminta Ngebut Dipicu Dendam Lama dan Tatapan Sengit, Petani di Binduriang Ditikam Saat Joget di Pesta Pernikahan Orang Tua Jangan Mau Dipungut Biaya! Dikbud Seluma Tegaskan SPMB 2026 Tingkat SD dan SMP Gratis Tis! Jeritan Pemilik RAM di Bengkulu Selatan: Antrean Pabrik Berhari-hari Bikin TBS Sawit Membusuk dan Rugi Besar UMKM Wajib Tahu! Ini Cara Pendaftaran Merek Dagang di Festival Tabut 2026, Cukup Bayar Rp500 Ribu

Headline

Atasi Penumpukan Sampah, DLH Kota Bengkulu Pilih Skema Sewa Alat Berat di TPA Air Sebakul: Lebih Hemat dan Efisien!

badge-check


Atasi Penumpukan Sampah, DLH Kota Bengkulu Pilih Skema Sewa Alat Berat di TPA Air Sebakul: Lebih Hemat dan Efisien! Perbesar

KOTA BENGKULU, FaktaBengkulu.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bengkulu terus memutar otak untuk memastikan pengelolaan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Air Sebakul tetap berjalan optimal di tengah keterbatasan sarana. Strategi terbaru yang diambil adalah dengan menerapkan skema sewa alat berat ketimbang melakukan pengadaan unit baru.

Langkah taktis ini diambil mengingat kondisi armada yang ada saat ini sudah tidak lagi ideal untuk melayani volume sampah warga kota yang terus meningkat.

Kondisi Armada Kritis: Satu Unit Rusak Parah

Plt. Kepala DLH Kota Bengkulu, Afriyenita, mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya hanya memiliki dua unit alat berat. Ironisnya, satu unit di antaranya sedang dalam kondisi rusak dan masuk tahap perbaikan.

“Secara ideal, jumlah ini memang jauh dari cukup untuk operasional TPA. Kita butuh setidaknya tambahan dua unit lagi, yaitu dozer dan excavator,” ujar Afriyenita, Kamis (2/4/2026).

Dari dua jenis alat tersebut, dozer menjadi prioritas utama. Alat ini memegang peranan vital dalam meratakan dan memadatkan tumpukan sampah agar area TPA tidak cepat penuh dan tetap tertata.

Mengapa Sewa Lebih Menguntungkan?

Alih-alih mengajukan pembelian unit baru yang memakan biaya miliaran rupiah, DLH memilih skema sewa dengan alasan efisiensi anggaran jangka panjang. Ada beberapa pertimbangan logis di balik keputusan ini:

  • Bebas Biaya Perawatan: DLH tidak perlu menanggung biaya servis rutin atau perbaikan jika terjadi kerusakan mendadak.
  • Efisiensi Anggaran: Biaya investasi pembelian alat jauh lebih tinggi dibanding biaya operasional sewa.
  • Sistem Periodik: Alat didatangkan hanya saat dibutuhkan, sehingga tidak ada alat yang mangkrak saat beban kerja menurun.

“Kalau beli, risiko kerusakan dan biaya perawatan sangat tinggi. Analisa kami menunjukkan sistem sewa jauh lebih hemat dan menjadi solusi konkret efisiensi anggaran,” tambah Afriyenita.

Estimasi Anggaran dan Skema Kerja

Berdasarkan rencana kerja DLH, kebutuhan alat berat ini dirancang secara periodik. Dalam setahun, diperkirakan butuh sekitar 30 hingga 40 kali penggunaan.

Berikut adalah rincian skema sewa yang disiapkan:

  • Frekuensi: Alat didatangkan setiap tiga bulan sekali.
  • Durasi: Bekerja selama 10 hingga 12 hari per sesi.
  • Anggaran: Dialokasikan sekitar Rp300 juta per tahun.
  • Fasilitas: Biaya tersebut sudah mencakup operator dan Bahan Bakar Minyak (BBM). Estimasi biaya per satu kali masa sewa berada di angka Rp35 juta.

Dengan strategi ini, DLH Kota Bengkulu optimis pengelolaan sampah di TPA Air Sebakul akan lebih terukur dan tidak lagi terkendala oleh rusaknya alat milik dinas.

(ABD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Heboh Kemeriahan CFD HUT Bhayangkara ke-80 di Rejang Lebong, Ada SIM Keliling hingga Berobat Gratis!

21 Juni 2026 - 20:00 WIB

Sempat Tersendat Berbulan-bulan, DD dan ADD 2026 di Rejang Lebong Akhirnya Cair! Pemdes Diminta Ngebut

21 Juni 2026 - 19:55 WIB

Orang Tua Jangan Mau Dipungut Biaya! Dikbud Seluma Tegaskan SPMB 2026 Tingkat SD dan SMP Gratis Tis!

20 Juni 2026 - 19:10 WIB

Jeritan Pemilik RAM di Bengkulu Selatan: Antrean Pabrik Berhari-hari Bikin TBS Sawit Membusuk dan Rugi Besar

20 Juni 2026 - 19:04 WIB

UMKM Wajib Tahu! Ini Cara Pendaftaran Merek Dagang di Festival Tabut 2026, Cukup Bayar Rp500 Ribu

20 Juni 2026 - 19:00 WIB

Trending di Ekonomi