FAKTABENGKULU.COM, BENGKULU UTARA — Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara terus menunjukkan komitmennya dalam merawat kerukunan antarumat beragama dan pelestarian adat istiadat nusantara. Hal ini terlihat jelas saat Asisten I Setdakab Bengkulu Utara, Bari Oktari, S.STP., secara resmi melepas peserta karnaval budaya dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-63 Desa Rama Agung, Sabtu (7/11/2026).
Berpusat di depan Pura Dharma Santi, Desa Rama Agung, perhelatan akbar ini berlangsung meriah. Ribuan warga tumpah ruah menyaksikan pawai yang menampilkan ragam kekayaan busana adat, tradisi leluhur, serta simbol-simbol kebhinekaan yang menjadi identitas unik masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Bari Oktari mengapresiasi tinggi kerukunan yang telah mendarah daging di tengah masyarakat Desa Rama Agung. Menurutnya, desa ini merupakan miniatur keharmonisan nasional yang nyata, terbukti dari berdirinya berbagai rumah ibadah secara berdampingan—mulai dari masjid, gereja Katolik, gereja Protestan, pura, hingga vihara.
“Hari ini kita semua menunjukkan mahakarya kehidupan. Berbagai suku, budaya, dan agama melebur, bersatu dalam satu harmoni. Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa meskipun kita berbeda, kita tetap satu, Bhinneka Tunggal Ika,” ungkap Bari Oktari di hadapan para peserta dan tamu undangan.
Ia menegaskan, keberagaman suku, bahasa, dan keyakinan di wilayah Bumi Merah Putih bukanlah jurang pemisah, melainkan fondasi kekuatan yang harus terus dijaga dan diwariskan lintas generasi. Semangat toleransi dan gotong royong yang dijunjung tinggi ini diharapkan mampu membawa Desa Rama Agung semakin maju, harmonis, serta menjadi teladan kerukunan bagi wilayah lainnya di Kabupaten Bengkulu Utara.
Kemeriahan perayaan HUT ke-63 ini turut dihadiri oleh Kepala Desa Rama Agung, Kepala Desa Karang Anyar II, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) termasuk perwakilan Polres Bengkulu Utara dan jajaran TNI, anggota DPRD, serta tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat setempat yang menyambut antusias jalannya karnaval budaya hingga selesai.
(ABD)

















