FAKTABENGKULU.COM, KOTA BENGKULU — Pemerintah Kota Bengkulu melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) tengah menggeber persiapan akhir peluncuran aplikasi super (Super App) terintegrasi yang diberi nama ADOL (Ado Galo). Langkah strategis ini dirancang sebagai platform layanan satu pintu (one-stop service) untuk menyatukan seluruh layanan digital dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Bengkulu serta para pemangku kepentingan (stakeholder).
Transformasi masif di Bumi Merah Putih ini diambil sebagai bentuk percepatan menuju Smart City yang responsif, transparan, serta solutif dalam mengatasi keterbatasan memori ponsel masyarakat yang selama ini terbebani oleh banyaknya aplikasi birokrasi terpisah.
Pematangan persiapan tersebut dimatangkan melalui rapat koordinasi yang berlangsung di Monitoring Center Diskominfo Rapat dipimpin langsung oleh Asisten I Setda Kota Bengkulu, Alex Periyansyah, serta dihadiri para asisten, staf ahli, kepala OPD terkait, dan jajaran Pemkot lainnya yang aplikasinya akan diintegrasikan ke dalam ekosistem ADOL.
Dalam kesempatan itu, seluruh OPD memaparkan keunggulan fitur dan fungsi dari aplikasi masing-masing. Asisten I Setda Alex menegaskan pentingnya komitmen dan keseriusan seluruh jajaran OPD agar proses peluncuran dapat berjalan mulus tanpa hambatan teknis.
“Kami berharap ini diseriusi karena menjadi ikon kita, dan Pak Walikota sangat berharap banyak untuk hal ini. Biar ini menjadi sukses launching-nya nanti dan clear sebagaimana yang kita harapkan,” tegas Alex saat memimpin jalannya rapat koordinasi.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Kominfo Kota Bengkulu, Nurlia Dewi, menyoroti bahwa integrasi ini merupakan prioritas utama yang harus diselesaikan secara tuntas agar tidak terus-menerus berada dalam tahap penyempurnaan. Ia berharap pada akhir tahun 2026 ini, seluruh sistem dan komponen pendukung sudah siap sepenuhnya.
“Ini betul-betul prioritas. Pak Walikota minta tahun ini, di akhir tahun, servernya kita sudah beli. Jangan sampai kelak ada kendala saat kita launching,” ujar Lia, sapaan akrabnya.
Terinspirasi dari Singpass Singapura, Dicetuskan oleh Dedy Wahyudi
Sebagai informasi, ide awal pembuatan Super App ADOL ini dicetuskan langsung oleh Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi. Inspirasi tersebut muncul setelah dirinya mengikuti kegiatan studi tiru bersama Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI ke Singapura. Di sana, ia melihat efektivitas aplikasi Singpass yang mampu mengintegrasikan seluruh urusan warga negara dalam satu genggaman—sebuah konsep integrasi serupa yang juga telah diimplementasikan di ibu kota melalui aplikasi JAKI (Jakarta Kini).
Selama ini, warga Bumi Merah Putih harus mengunduh banyak aplikasi terpisah jika ingin mengurus berbagai keperluan birokrasi, mulai dari aplikasi milik Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), hingga Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).
Nama ADOL sendiri diambil dari dialek lokal Bengkulu, yaitu “Ado Galo” yang berarti “Ada Semua”. Melalui satu portal ini, warga nantinya dapat mengakses berbagai fitur penting, mulai dari laporan pengaduan, pengurusan administrasi kependudukan (seperti KTP), pendaftaran program nikah gratis, pemantauan berita terkini, hingga akses nomor darurat 112. Selain itu, sistem pembayaran pajak termasuk Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) juga akan dilebur ke dalam aplikasi ini melalui dorongan terhadap mitra perbankan seperti Bank Bengkulu.
Raih Apresiasi Nasional dan Siap Jadi Percontohan
Inovasi Super App ADOL ini terbukti telah menarik perhatian di tingkat nasional. Saat dipaparkan dalam forum strategis Lemhannas RI yang dihadiri oleh 25 kepala daerah dari seluruh Indonesia, konsep digitalisasi pelayanan publik milik Pemkot Bengkulu ini dinobatkan sebagai yang terbaik.
Bahkan, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya memberikan apresiasi tinggi dan berencana menjadikan aplikasi ADOL sebagai percontohan nasional untuk diadopsi oleh daerah-daerah lain di Indonesia.
Dengan hadirnya aplikasi ADOL, Pemkot Bengkulu berharap seluruh laporan kedaruratan masyarakat serta koordinasi antarlini, seperti pemadam kebakaran (Damkar) dan OPD teknis lainnya, dapat terjalin jauh lebih cepat, memangkas birokrasi yang berbelit, serta menghapus batas ruang dan waktu dalam melayani warga Bumi Merah Putih.
(ABD)

















