BENGKULU, FAKTABENGKULU.COM – Provinsi Bengkulu bersiap menyambut kunjungan kerja krusial dari Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy. Kunjungan yang dijadwalkan pada 23–24 April 2026 ini digadang-gadang menjadi titik balik percepatan berbagai proyek infrastruktur raksasa yang selama ini dinanti masyarakat Bumi Rafflesia.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, menegaskan bahwa kehadiran tokoh sentral perencanaan nasional ini bukan sekadar kunjungan formalitas atau seremoni belaka. Pemerintah Provinsi (Pemprov) telah menyiapkan “karpet merah” berupa paparan program strategis yang membutuhkan intervensi langsung dari pusat.
3 Agenda Utama: Tol, Kawasan Industri, dan Kopi
Dalam pertemuan tersebut, Pemprov Bengkulu akan memfokuskan pembahasan pada tiga sektor penggerak ekonomi (economic driver) utama:
- Kelanjutan Jalan Tol: Memastikan progres pembangunan jalan tol Bengkulu terus berjalan sebagai urat nadi logistik lintas Sumatera.
- Kawasan Industri: Pengembangan zona industri terpadu untuk menarik investasi besar dan menciptakan lapangan kerja baru di daerah.
- Hilirisasi Kopi Bengkulu: Sektor komoditas unggulan ini mendapatkan atensi khusus. Menteri PPN dijadwalkan berdialog langsung dengan petani hingga eksportir guna membuka kran dukungan kebijakan internasional.
“Ini adalah momentum strategis bagi kita. Kami ingin menyampaikan langsung program-program prioritas kepada Bappenas agar sinkronisasi antara daerah dan pusat berjalan tanpa hambatan,” ujar Herwan Antoni, Minggu (19/4).
Sinergi Total: Libatkan Kepala Daerah hingga Akademisi
Demi memastikan seluruh program “seirama”, Pemprov juga melibatkan seluruh Bupati, Wali Kota, serta Kepala Bappeda dari 10 kabupaten/kota se-Provinsi Bengkulu. Langkah kolaboratif ini diambil agar tidak ada ego sektoral yang menghambat rencana induk pembangunan nasional di daerah.
Tak hanya birokrasi, Universitas Bengkulu (UNIB) turut dilibatkan dalam kunjungan ini sebagai mitra akademis untuk memastikan pembangunan yang dilakukan tetap berbasis data dan berkelanjutan.
Harapan Baru Ekonomi Bengkulu
Dukungan dari Bappenas dinilai sangat vital, terutama dalam hal penganggaran dan perencanaan makro. Dengan ketertarikan khusus Menteri Rachmat Pambudy terhadap potensi kopi lokal, Bengkulu berharap komoditas ini naik kelas menjadi pemain utama di pasar global dengan dukungan infrastruktur jalan tol yang mumpuni.
“Kami optimis, dengan dukungan penuh Bappenas, percepatan pembangunan di Bengkulu bukan lagi sekadar wacana, tapi segera terealisasi,” tutup Herwan.
(ABD)













