Menu

Mode Gelap
Heboh Kemeriahan CFD HUT Bhayangkara ke-80 di Rejang Lebong, Ada SIM Keliling hingga Berobat Gratis! Sempat Tersendat Berbulan-bulan, DD dan ADD 2026 di Rejang Lebong Akhirnya Cair! Pemdes Diminta Ngebut Dipicu Dendam Lama dan Tatapan Sengit, Petani di Binduriang Ditikam Saat Joget di Pesta Pernikahan Orang Tua Jangan Mau Dipungut Biaya! Dikbud Seluma Tegaskan SPMB 2026 Tingkat SD dan SMP Gratis Tis! Jeritan Pemilik RAM di Bengkulu Selatan: Antrean Pabrik Berhari-hari Bikin TBS Sawit Membusuk dan Rugi Besar UMKM Wajib Tahu! Ini Cara Pendaftaran Merek Dagang di Festival Tabut 2026, Cukup Bayar Rp500 Ribu

Headline

Waspada! 561 Warga Kota Bengkulu Terserang Diare, Dinkes Ingatkan Pentingnya PHBS

badge-check


Waspada! 561 Warga Kota Bengkulu Terserang Diare, Dinkes Ingatkan Pentingnya PHBS Perbesar

BENGKULU, FAKTABENGKULU.COM – Masalah kesehatan lingkungan tengah membayangi warga Kota Bengkulu di awal tahun 2026. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bengkulu melaporkan temuan sebanyak 561 kasus diare yang terdata sepanjang periode Januari hingga Maret 2026.

Mirisnya, dari total ratusan kasus tersebut, sebanyak 158 kasus menyerang kelompok balita yang sangat rentan terhadap dehidrasi. Meski angka ini belum dikategorikan sebagai lonjakan ekstrem pascabanjir, Dinkes meminta warga tetap waspada terhadap ancaman penyakit berbasis lingkungan.

Fokus Pencegahan: Air Bersih dan Cuci Tangan

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Nelli Hartati, menegaskan bahwa kunci utama memutus rantai penularan diare adalah disiplin dalam menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

“Diare itu sangat erat kaitannya dengan kebersihan lingkungan dan pola konsumsi. Kami ingatkan lagi, pastikan air yang dikonsumsi benar-benar matang sempurna agar terbebas dari bakteri seperti E. coli atau amuba,” ujar Nelli pada Jumat (17/04/2024).

Selain air minum, Nelli menekankan pentingnya kebiasaan sederhana yang sering diabaikan: mencuci tangan pakai sabun. Langkah kecil ini dinilai sebagai proteksi paling ampuh sebelum menyentuh makanan atau menyiapkan hidangan untuk keluarga.

Selain Diare, Penyakit Kulit Mulai Mengintai

Menariknya, laporan dari lapangan menunjukkan bahwa saat ini masyarakat justru lebih banyak mengeluhkan penyakit kulit dan gatal-gatal. Hal ini dipicu oleh kondisi lingkungan yang lembap dan kualitas air yang menurun di beberapa titik pemukiman.

Dinkes mengimbau agar masyarakat tidak hanya fokus pada kesehatan diri, tapi juga menjaga kebersihan sumber air di sekitar rumah agar tidak terkontaminasi bakteri penyebab penyakit pencernaan maupun kulit.

Panduan Penanganan Diare bagi Masyarakat:

Jika Anda atau anggota keluarga mengalami gejala diare, Dinkes Kota Bengkulu memberikan beberapa langkah tanggap darurat:

  • Cegah Dehidrasi: Segera minum cairan oralit untuk mengganti elektrolit tubuh yang hilang.
  • Khusus Balita: Berikan suplemen Zinc selama 14 hari berturut-turut untuk mempercepat pemulihan saluran cerna.
  • Hati-hati Antibiotik: Jangan mengonsumsi antibiotik tanpa resep dokter. Penggunaan obat yang tidak tepat bisa memperburuk infeksi.
  • Cek Medis: Segera hubungi fasilitas kesehatan terdekat jika kondisi tidak kunjung membaik atau muncul gejala lemas yang parah.

“Pencegahan adalah kunci utama. Jika masyarakat disiplin menerapkan PHBS, kami optimistis angka kasus diare bisa ditekan,” tutup Nelli.

(ABD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Heboh Kemeriahan CFD HUT Bhayangkara ke-80 di Rejang Lebong, Ada SIM Keliling hingga Berobat Gratis!

21 Juni 2026 - 20:00 WIB

Sempat Tersendat Berbulan-bulan, DD dan ADD 2026 di Rejang Lebong Akhirnya Cair! Pemdes Diminta Ngebut

21 Juni 2026 - 19:55 WIB

Orang Tua Jangan Mau Dipungut Biaya! Dikbud Seluma Tegaskan SPMB 2026 Tingkat SD dan SMP Gratis Tis!

20 Juni 2026 - 19:10 WIB

Jeritan Pemilik RAM di Bengkulu Selatan: Antrean Pabrik Berhari-hari Bikin TBS Sawit Membusuk dan Rugi Besar

20 Juni 2026 - 19:04 WIB

UMKM Wajib Tahu! Ini Cara Pendaftaran Merek Dagang di Festival Tabut 2026, Cukup Bayar Rp500 Ribu

20 Juni 2026 - 19:00 WIB

Trending di Ekonomi