BENGKULU, FaktaBengkulu.com – Kabar melegakan datang bagi para pasien gagal ginjal di Provinsi Bengkulu. Layanan hemodialisis atau cuci darah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M Yunus Bengkulu dipastikan kembali beroperasi normal mulai Kamis, 16 April 2026, setelah sempat mengalami kendala teknis pada hari sebelumnya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, melakukan inspeksi mendadak (sidak) langsung ke unit layanan tersebut untuk memastikan tidak ada lagi pasien yang telantar. Kedatangan orang nomor satu di birokrasi Pemprov Bengkulu ini bertujuan menjamin pelayanan kembali optimal dan memberikan rasa tenang kepada masyarakat.
Permohonan Maaf dan Prioritas Pasien Tertunda
Dalam peninjauan tersebut, Herwan Antoni secara terbuka menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pasien akibat tertundanya jadwal cuci darah pada Rabu (15/4). Keterlambatan ini diketahui terjadi karena kendala distribusi Bahan Medis Habis Pakai (BMHP).
“Kami memohon maaf atas keterlambatan layanan kemarin. Hari ini saya pastikan stok bahan medis sudah aman. Fokus utama kita sekarang adalah menyelesaikan seluruh antrean pasien yang sempat tertunda,” tegas Herwan di sela-sela peninjauannya.
Pemerintah Provinsi berkomitmen untuk terus memantau performa RSUD M Yunus sebagai rumah sakit rujukan utama, agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.
Kejar Target 100 Pasien, Layanan Dibuka Hingga Malam
Senada dengan Sekda, Direktur RSUD M Yunus, dr. Hery Kurniawan, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyusun strategi percepatan untuk mengurai penumpukan pasien. Langkah darurat diambil agar seluruh pasien yang jadwalnya tergeser dapat segera terlayani.
“Target kami hari ini sekitar 100 pasien harus terlayani. Tim medis kami akan bekerja ekstra, bahkan jika harus lembur hingga malam hari, demi memastikan semua pasien mendapatkan tindakan hemodialisis,” jelas dr. Hery.
Ia menambahkan, bahan medis yang ditunggu-tunggu telah sampai di wilayah Tais, Seluma pada siang hari dan langsung didistribusikan ke rumah sakit.
Penyebab Antrean: Lonjakan Rujukan dari Daerah
Berdasarkan evaluasi pihak rumah sakit, penundaan layanan ini dipicu oleh dua faktor utama:
- Kendala Logistik: Keterlambatan pengiriman bahan medis esensial.
- Lonjakan Pasien: Adanya kerusakan alat hemodialisis di beberapa rumah sakit kabupaten, sehingga terjadi penumpukan rujukan ke RSUD M Yunus.
Solusi Jangka Panjang: Penguatan RS Kabupaten
Menanggapi beban berat yang dipikul RSUD M Yunus, Sekda Herwan Antoni mendorong adanya pemerataan fasilitas kesehatan di tingkat daerah.
“Ke depan, fasilitas hemodialisis di rumah sakit kabupaten/kota harus diperkuat. Jika pelayanan di daerah merata, beban rujukan ke M Yunus akan berkurang, dan yang paling penting, pasien tidak perlu menempuh jarak jauh dengan biaya tinggi untuk cuci darah,” pungkasnya.
Dengan kembalinya operasional secara normal, masyarakat diharapkan tidak perlu khawatir dan tetap dapat mengakses layanan kesehatan seperti biasa di RSUD M Yunus Bengkulu.
(ABD)













