FAKTABENGKULU.COM,SELUMA – Semangat gotong royong dan kepedulian sosial kembali ditunjukkan oleh warga di Bumi Merah Putih. Lantaran tak kunjung mendapat perbaikan permanen selama lebih dari satu tahun, masyarakat Dusun 3 Serindingan, Desa Sukamaju, Kecamatan Air Periukan, Kabupaten Seluma, memilih berinisiatif memperbaiki jembatan yang amblas secara swadaya pada Minggu (20/9/2026).
Jembatan yang menjadi urat nadi penghubung antara Desa Sukamaju dan Dusun 3 Serindingan ini kondisinya sudah sangat memprihatinkan. Selain ambles, jembatan tersebut kerap bergoyang ketika dilintasi oleh kendaraan roda empat. Situasi ini tentu saja memicu kekhawatiran mendalam bagi keselamatan warga yang melintasinya setiap hari.
Salah seorang warga Dusun 3 Serindingan, Gustian Aidi, mengungkapkan bahwa aksi ini murni lahir dari inisiatif masyarakat yang tidak ingin tinggal diam menunggu uluran tangan pemerintah semata. Mulai dari urusan tenaga, pengadaan material, hingga peralatan pendukung, semuanya dikerjakan secara bersama-sama dengan swadaya.
“Kami masyarakat Dusun 3 berinisiatif bergotong royong memperbaiki jembatan ini karena sudah cukup lama amblas. Daripada dibiarkan dan membahayakan warga, kami berusaha memperbaikinya dengan kemampuan yang ada,” ujar Gustian.
Ia juga berharap aksi nyata ini dapat mengetuk pintu hati pemerintah daerah agar segera memberikan perhatian khusus dan merealisasikan perbaikan jembatan secara permanen.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Dusun 3 Serindingan, Sahiran, membeberkan bahwa wilayahnya dihuni oleh sekitar 120 kepala keluarga (KK). Dengan jumlah penduduk yang cukup padat, jembatan ini memegang peranan krusial bagi kelancaran aktivitas harian warga.
Sahiran mengingatkan agar pihak berwenang segera mengambil tindakan nyata sebelum jatuh korban jiwa akibat kondisi infrastruktur yang kian mengkhawatirkan. Terlebih lagi, jembatan tersebut awalnya dibangun melalui program PNPM pada tahun 2006–2007, yang artinya usia bangunan kini telah mendekati dua dekade.
“Warga di sini cukup banyak, sekitar 120 KK. Kami berharap pemerintah daerah segera melakukan perbaikan. Jangan sampai kita menunggu ada korban baru kemudian jembatan diperbaiki,” tegas Sahiran.
Melalui swadaya ini, warga berharap dapat meringankan beban sekaligus memberikan dukungan moral kepada pemerintah daerah dalam menjaga fasilitas umum. Kendati demikian, masyarakat tetap mendesak agar penanganan jangka panjang segera direalisasikan demi keamanan dan kenyamanan mobilitas warga di Bumi Merah Putih.
(ABD)

















