FAKTABENGKULU.COM, BENGKULU – Pemerintah Kota Bengkulu melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) bergerak cepat mengoptimalkan persiapan dalam menghadapi Evaluasi Kinerja Pemerintah Digital (PEMDI). Langkah strategis ini diambil guna memastikan indeks digitalisasi di Bumi Merah Putih mampu bersaing secara maksimal dengan daerah lainnya.
Rapat koordinasi dan tindak lanjut tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kominfo Kota Bengkulu, Nurlia Dewi, didampingi Kabid E-Government Wiwik Rahayu, Kabid Hubungan Media dan Teknologi Ariani Ningrum, serta Plt Kabid IKP Nugroho Tri Putra, bertempat di Ruang Monitoring Center Kantor Diskominfo, Rabu (4/11/2026). Pertemuan penting ini juga dihadiri oleh perwakilan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Bengkulu.
Dalam arahannya, Nurlia Dewi menekankan pentingnya sinergi dan perhatian serius dari seluruh jajaran OPD dalam melengkapi data dukung instansi. Ia mengingatkan agar program evaluasi dari pusat ini menjadi salah satu fokus perhatian utama dari pimpinan daerah.
“Kita tahu Pak Walikota kita kan kalau sekarang ini berhubungan dengan penilaian-penilaian ini sangat semangat sekali. Jangan sampai nanti karena ini merupakan salah satu kegiatan program pemerintah, aplikasi yang dinilai oleh pusat walaupun PEMDI ini baru, tetapi tolong nanti data-datanya dilengkapi,” ujar Nurlia yang akrab disapa Lia.
Lebih lanjut, Lia memaparkan bahwa di dalam instrumen penilaian PEMDI terdapat 7 aspek dan 20 indikator utama yang harus dipahami secara mendalam oleh setiap OPD. Ia meminta setiap instansi tidak hanya melihat indikator tersebut sebagai kulit luar saja, melainkan membuka rincian di dalamnya agar dokumen yang diminta dapat terpenuhi secara akurat.
“Indikator itu 7 aspek 20 indikator itu kan hanya induknya. Nah, di bawah indikator itu ada lagi. Jangan sampai nanti, oh indikator itu ternyata tidak ada. Seperti dari Inspektorat itu kan kalau tidak salah untuk audit internal ya. Kalau ada dokumen yang perlu dilengkapi, itu tolong dilengkapi. Kalaupun memang ada yang kurang dipahami, tolong ditanyakan lagi,” tegas Kadis Kominfo.
Nurlia juga mengingatkan agar setiap perwakilan OPD yang hadir segera melaporkan hasil rapat ini kepada pimpinan masing-masing dan langsung mengeksekusi dokumen pencatatan yang diperlukan.
Kelengkapan dokumen dinilai sangat penting, karena visualisasi kemajuan digital di lapangan tidak akan mendapat poin jika tidak dibarengi dengan administrasi yang sah di sistem penilaian.
Ia mencontohkan bagaimana daerah lain, seperti Kabupaten Bengkulu Utara, bisa mendapatkan penilaian yang tinggi karena kedisiplinan administratif mereka. Ia berharap Kota Bengkulu sebagai pusat mobilisasi perkotaan harus mampu berada di atas pencapaian kabupaten.
“Dari sisi pemerintah digital saya yakin kota pasti akan lebih berkembang lebih maju daripada kabupaten. Kalau faktanya saya yakin kota itu pasti lebih digital daripada kabupaten tapi kalau dokumennya pun tidak cukup, tidak kita upload, akhirnya mungkin dari sisi penilaian kita mungkin akan di bawah kabupaten. Nah, saya mengharapkan kita tidak di bawah kabupaten,” tambahnya.
Rapat kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi teknis yang dipandu oleh Kabid E-Government, Wiwik Rahayu. Perwakilan dari berbagai OPD turut membahas proses bisnis (probis) dan tata kelola manajemen teknologi informasi guna memastikan setiap berkas diunggah secara tepat pada sistem sebelum tenggat waktu (limit) penilaian berakhir.
(ABD)

















