Menu

Mode Gelap
Sambut HUT ke-81 RI, Walikota Dedy Wahyudi Ajak Warga Gencarkan Gotong Royong Bersihkan Kota Bengkulu Bolos Sekolah saat Jam Pelajaran, Siswa SMAN 2 Kota Bengkulu Diciduk Satpol PP di Jalur Tikus Belakang Sekolah Kemarau Panjang Ancam Sawah Mukomuko, Dinas Pertanian Bergerak Cepat Petakan Wilayah Rentan   Tegas! Dikbud Kota Bengkulu Larang Keras Pungutan Biaya Lomba 17 Agustus di Sekolah Tanggap Cepat Kebakaran SMPN 19 Kota Bengkulu: Dikbud Ajukan Proposal Revitalisasi Rp2 Miliar ke Pusat  Program Prabawa Resmi Diluncurkan: Satpol PP Siaga di Tiap Kelurahan, Walikota Dedy Wahyudi Tegaskan Peran Baru 

Headline

Tangis Pecah di Bandara Fatmawati: 4 Pemuda Bengkulu Sujud Syukur Lolos dari Neraka TPPO Kamboja

badge-check

Tangis Pecah di Bandara Fatmawati: 4 Pemuda Bengkulu Sujud Syukur Lolos dari Neraka TPPO Kamboja Perbesar

KOTA BENGKULU, faktabengkulu.com – Isak tangis haru pecah di ruang kedatangan Bandara Fatmawati Soekarno, Rabu pagi (25/2/2026). Empat pemuda asal Bengkulu—Deni Febriansyah, Ardi, Engga, dan Imron—akhirnya kembali menginjakkan kaki di tanah kelahiran setelah melewati pengalaman pahit yang hampir merenggut nyawa mereka di luar negeri.

Setibanya di Bengkulu keempatnya langsung bersimpuh dan bersujud syukur. Mereka merupakan korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang sempat terjebak dalam sindikat penipuan daring di Kamboja. Pelukan erat dari keluarga yang telah menanti berminggu-minggu dengan penuh kecemasan menjadi puncak kebahagiaan pagi itu.

Tergiur Gaji Rp12,8 Juta, Malah Disekap di Kamboja

Kisah pilu ini bermula dari impian untuk memperbaiki ekonomi keluarga. Para korban mengaku awalnya ditawari pekerjaan di Vietnam dengan iming-iming gaji fantastis sebesar Rp12,8 juta per bulan. Fasilitas yang dijanjikan pun sangat menggiurkan, membuat mereka berangkat tanpa rasa curiga.

Namun, kenyataan pahit menghantam saat mereka justru dibawa ke Kamboja, bukan Vietnam. Di sana, seluruh dokumen pribadi seperti paspor dan telepon genggam langsung disita oleh pihak perusahaan.

Mengalami Siksaan Fisik dan Sengatan Listrik

Bukan bekerja di perkantoran resmi, mereka justru dipaksa menjadi operator penipuan daring (online scam) yang menargetkan korban dari berbagai negara. Selama berada dalam sekapan sindikat, mereka hidup di bawah tekanan fisik dan mental yang luar biasa.

Deni Febriansyah menceritakan bahwa mereka dipaksa memenuhi target penipuan yang mustahil. Jika gagal, kekerasan fisik menjadi konsekuensinya.

“Kami dipaksa bekerja terus-menerus. Karena kami tidak mahir menggunakan komputer, kami sering disiksa. Mulai dari cambukan hingga sengatan listrik kami rasakan di sana,” ungkap Deni dengan nada bergetar.

Setelah delapan hari bertahan di tengah siksaan, keempat pemuda ini akhirnya menemukan celah untuk melarikan diri. Dengan keberanian tinggi, mereka berhasil kabur dari lokasi penampungan dan menempuh perjalanan penuh risiko menuju Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh.

Di sana, mereka mendapatkan perlindungan sementara dan pendampingan administrasi untuk penerbitan dokumen perjalanan pengganti paspor yang telah disita sindikat.

Kepulangan mereka tidak lepas dari gerak cepat Pemerintah Provinsi Bengkulu yang berkoordinasi intensif dengan DPRD Provinsi, Baznas, serta aparat TNI dan Polri sejak awal Februari lalu.

Asisten I Setda Provinsi Bengkulu, Khairil Anwar, yang menyambut langsung kedatangan para korban, mengimbau masyarakat agar menjadikan kasus ini sebagai pelajaran berharga.

  • Cek Legalitas: Pastikan agen penyalur tenaga kerja terdaftar resmi di Disnakertrans.
  • Jangan Mudah Tergiur: Waspadai janji gaji besar tanpa kualifikasi yang jelas.
  • Konsultasi Pemerintah: Gunakan jalur resmi pemerintah untuk bekerja ke luar negeri agar mendapatkan perlindungan hukum.

“Alhamdulillah, semua proses pemulangan berjalan lancar. Ini menjadi pengingat agar kita semua lebih waspada terhadap modus perdagangan orang yang kini kian marak,” tegas Khairil.

Kini, Deni dan kawan-kawan dapat kembali berkumpul dengan keluarga dan bersiap menyambut bulan suci Ramadan dengan penuh rasa syukur, jauh dari bayang-bayang kekejaman di Kamboja.

(ABD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Sambut HUT ke-81 RI, Walikota Dedy Wahyudi Ajak Warga Gencarkan Gotong Royong Bersihkan Kota Bengkulu

5 Agustus 2026 - 20:07 WIB

Bolos Sekolah saat Jam Pelajaran, Siswa SMAN 2 Kota Bengkulu Diciduk Satpol PP di Jalur Tikus Belakang Sekolah

5 Agustus 2026 - 20:00 WIB

Kemarau Panjang Ancam Sawah Mukomuko, Dinas Pertanian Bergerak Cepat Petakan Wilayah Rentan  

5 Agustus 2026 - 19:56 WIB

Tegas! Dikbud Kota Bengkulu Larang Keras Pungutan Biaya Lomba 17 Agustus di Sekolah

4 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Tanggap Cepat Kebakaran SMPN 19 Kota Bengkulu: Dikbud Ajukan Proposal Revitalisasi Rp2 Miliar ke Pusat 

4 Agustus 2026 - 18:56 WIB

Trending di Headline