FAKTABENGKULU.COM, LEBONG — Pemerintah Kabupaten Lebong melalui Dinas Pertanian dan Perikanan (Disperkan) mengambil langkah strategis guna mengantisipasi risiko kerawanan pangan serta mendongkrak perekonomian masyarakat. Langkah ini diwujudkan lewat kerja sama trans-regional dengan Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Jambi dalam pengembangan perikanan darat di wilayah yang dikenal sebagai Bumi Merah Putih.
Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Lebong, Silvia Evawani Alissa, SE., M.Si., melalui Kepala Bidang Perikanan, Faidil Syahidin, SP., mengungkapkan bahwa koordinasi yang telah berjalan membuahkan hasil positif. Dalam waktu dekat, Kabupaten Lebong dijadwalkan menerima pasokan benih ikan unggul guna mengoptimalkan sektor akuakultur lokal.
Program intervensi ini difokuskan melalui dua metode utama:
Restocking Perairan Umum (Restorasi Ekologis) Pelepasliaran benih ikan dirancang sebagai upaya konservasi untuk memulihkan populasi ikan asli yang mulai menurun akibat eksploitasi berlebih (overfishing). Selain menjaga keseimbangan rantai makanan dan ekosistem perairan darat di Kabupaten Lebong, program ini juga bertujuan menyediakan sumber protein hewani yang mudah diakses secara komunal oleh warga di sekitar aliran sungai dan danau.
Penguatan Kelompok Pembudidaya Ikan (Pemberdayaan Sosio-Ekonomi) Alokasi benih juga disalurkan langsung kepada Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) untuk menggenjot skala produksi komersial. Melalui pemanfaatan benih berkualitas tinggi yang memiliki pertumbuhan cepat serta tahan terhadap penyakit, diharapkan mampu mengubah pola ekonomi linier menjadi sirkular demi meningkatkan kesejahteraan rumah tangga pembudidaya.
Menurut Silvia, ketersediaan stok ikan yang melimpah dan berkelanjutan memegang peranan penting dalam menekan angka stunting serta memperbaiki status gizi makro masyarakat, mengingat ikan air tawar merupakan sumber protein tinggi dan asam lemak esensial yang sangat dibutuhkan bagi pembangunan sumber daya manusia di Bumi Merah Putih.
Saat ini, Disperkan Kabupaten Lebong tengah merampungkan kajian teknis serta verifikasi faktual terhadap Calon Penerima dan Calon Lokasi (CPCL). Langkah ketat ini diambil guna memastikan daya dukung lingkungan perairan memadai serta kelompok pembudidaya yang dipilih benar-benar siap secara manajerial, sehingga bantuan bio-ekonomi jangka panjang ini dapat tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi kedaulatan pangan warga.
(ABD)

















