FAKTABENGKULU.COM, REJANG LEBONG – Arus lalu lintas di jalur lintas nasional Curup-Lubuklinggau kembali tersendat. Akibat ego berkendara yang enggan saling mengalah saat melintasi tikungan tajam, dua unit truk besar mengalami insiden keluar dari badan jalan di Desa Taba Padang, Kecamatan Binduriang, Kabupaten Rejang Lebong, pada Jumat (26/6/2026) siang.
Meski tidak memakan korban jiwa maupun luka-luka, insiden ini sempat memicu kemacetan panjang dari kedua arah lantaran posisi kendaraan yang menghalangi sebagian besar ruas jalan.
Kronologi Kejadian: Roda Masuk Lubang Akibat Jalan Sempit
Kapolsek Padang Ulak Tanding (PUT), AKP Edi Hermanto Purba, mengonfirmasi bahwa dua armada yang terlibat insiden tersebut adalah truk R22 berwarna merah dengan nomor polisi B 9780 PEJ dan H 8143 OH.
Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan keterangan saksi mata, insiden bermula saat truk yang melaju dari arah Lubuklinggau menuju Curup berpapasan dengan kendaraan lain dari arah berlawanan tepat di sebuah tikungan.
“Dugaan sementara, kedua pengendara tidak saling mengalah ketika melintas di tikungan. Karena ruang jalan yang sangat terbatas, roda sebelah kiri truk keluar dari aspal dan masuk ke lubang di sisi jalan, hingga menyebabkan kendaraan miring dan tidak bisa bergerak,” jelas AKP Edi Hermanto Purba.
Respons Cepat Petugas: Sistem Buka Tutup Diberlakukan
Mengantisipasi kemacetan yang kian mengular, personel piket Polsek PUT bersama Satlantas Polres Rejang Lebong langsung diterjunkan ke lokasi kejadian. Guna mengurai antrean kendaraan yang sempat mandek, petugas menerapkan sistem buka tutup jalan secara bergantian.
Hingga berita ini diturunkan, arus lalu lintas dilaporkan sudah mulai berangsur normal dan dapat dilalui secara perlahan sembari menunggu proses evakuasi kedua truk besar tersebut selesai dilakukan.
Pengguna Jalan Desak Pemerintah Berikan Solusi Permanen
Berulangnya insiden kendaraan besar yang terperosok di jalur Curup-Lubuklinggau ini memantik keluhan dari para pengguna jalan. Pasalnya, setiap kali ada truk yang bermasalah, efek dominonya selalu berujung pada kelumpuhan arus transportasi.
Rohmad, salah seorang sopir yang kerap melintasi jalur tersebut, berharap pemerintah daerah maupun pusat segera turun tangan membenahi infrastruktur jalan nasional ini.
“Kami sangat berharap pemerintah bisa segera mencari solusi permanen. Hampir setiap kendaraan besar mengalami masalah di titik-titik rawan tertentu karena jalannya sempit dan banyak lubang di pinggirnya. Semoga cepat diperbaiki agar kalau ada kejadian lagi, kami tidak perlu terjebak macet berjam-jam,” keluh Rohmad.
Masyarakat dan pengguna jalan mengimbau agar pemerintah melakukan pelebaran jalan atau setidaknya menutup lubang-lubang di bahu jalan lintas tersebut demi menjamin keselamatan dan kelancaran transportasi antarprovinsi.
(ABD)













