Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Ekonomi

Sempat Tembus Rp60 Ribu, Ini Penyebab Harga Kopi di Kepahiang Kembali Terkoreksi

badge-check

Sempat Tembus Rp60 Ribu, Ini Penyebab Harga Kopi di Kepahiang Kembali TerkoreksiPerbesar

KEPAHIANG, FAKTABENGKULU.COM – Kabar fluktuasi komoditas unggulan kembali datang dari tingkat petani di Kabupaten Kepahiang, Bumi Merah Putih. Setelah sempat membawa angin segar dengan menembus angka Rp60.000 per kilogram pada perdagangan Selasa lalu, harga biji kopi di wilayah ini dilaporkan kembali mengalami penurunan dalam beberapa hari terakhir.

Bupati Kepahiang sekaligus pelaku usaha (toke) kopi senior, Zurdi Nata, mengungkapkan bahwa pergeseran harga ini sepenuhnya dipicu oleh dinamika pasar internasional yang menjadi kiblat perdagangan komoditas kopi.

“Harga kopi saat ini marketnya memang sedang turun. Terakhir pada Selasa kemarin sebenarnya ada kenaikan yang cukup signifikan hingga menyentuh Rp60 ribu per kilogram. Namun, saat ini kembali terkoreksi mengikuti pergerakan pasar global,” ujar Zurdi Nata saat memantau kondisi stok di gudang kopinya, Minggu (12/7/2026).

Rincian Harga Kopi Terbaru di Kepahiang

Penurunan indeks pasar global ini otomatis mengubah standar harga pembelian di tingkat pengepul lokal. Menurut Nata, saat ini pembelian biji kopi disesuaikan berdasarkan standar kualitas dan kadar air, dengan rincian sebagai berikut:

  • Kopi Kualitas Sortir (Kadar Air 19%): Dibeli dengan harga Rp57.200 per kilogram.
  • Kopi Biji Asalan (Belum Sortir): Dibeli pada kisaran harga Rp55.000 per kilogram.

“Karena kondisi market dunia sedang melemah, penyesuaian harus dilakukan. Untuk kopi dengan kadar air 19 persen saat ini kami beli Rp57.200, sedangkan untuk jenis biji asalan berada di angka Rp55 ribu,” jelasnya.

Pengaruh Suplai Vietnam dan Brasil

Lebih lanjut, Nata menjelaskan bahwa hukum permintaan dan penawaran di pasar internasional memegang kendali penuh atas pendapatan petani di daerah. Salah satu pemicu utama koreksi harga kali ini adalah melimpahnya pasokan barang dari negara-negara produsen raksasa dunia.

“Ketika suplai global naik, harga kita pasti ikut tertekan. Saat ini, negara kompetitor besar seperti Vietnam dan Brasil sedang gencar menjual produk dan memasok barang dalam jumlah besar ke pasar global. Faktor volume ekspor mereka inilah yang membuat harga terkoreksi ke bawah,” tambahnya.

Angin Segar: Prediksi Harga Bakal Kembali Meroket

Meski saat ini tren sedang menurun di tengah musim panen yang sedang berlangsung di Kepahiang, Bupati Zurdi Nata meminta para petani tidak berkecil hati. Ia mengaku tetap optimistis bahwa harga emas hitam ini berpotensi besar untuk kembali merangkak naik dalam waktu dekat.

Optimisme tersebut didasarkan pada laporan mengenai kendala cuaca ekstrem yang sedang melanda wilayah perkebunan milik negara-negara kompetitor.

“Saya sangat optimistis harga kopi ke depan akan membaik lagi. Informasi yang kami terima menunjukkan bahwa cuaca di negara-negara kompetitor kurang mendukung untuk produksi maksimal. Jika pasokan mereka terganggu, harga global otomatis akan kembali terdongkrak naik,” pungkas Nata.

Situasi ini terus menjadi perhatian serius bagi masyarakat pertanian di Kepahiang, Bumi Merah Putih, yang menggantungkan roda perekonomiannya pada sektor perkebunan kopi. Harapan akan membaiknya grafik pasar global kini menjadi tumpuan utama bagi para petani lokal agar bisa menikmati hasil panen secara maksimal.

(ABD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Bupati Bengkulu Utara Beri Tenggat Waktu Dua Bulan untuk OPD, Tekankan Evaluasi Jabatan Bagi Kinerja Lamban

27 Okt 2026 - 19:13 WIB

Bupati Bengkulu Utara Beri Tenggat Waktu Dua Bulan untuk OPD, Tekankan Evaluasi Jabatan Bagi Kinerja Lamban

Sinergi Pengawasan Daerah: Pemkot Bengkulu Perkuat Komitmen Tata Kelola Pemerintahan Bersih dan Akuntabel

27 Okt 2026 - 19:11 WIB

Sinergi Pengawasan Daerah: Pemkot Bengkulu Perkuat Komitmen Tata Kelola Pemerintahan Bersih dan Akuntabel

Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi Resmikan The 6th B-ICON 2026: Perkuat Kolaborasi Global Tangkal Penyakit Menular

27 Okt 2026 - 19:08 WIB

Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi Resmikan The 6th B-ICON 2026: Perkuat Kolaborasi Global Tangkal Penyakit Menular

FPTI Seluma Sapu Bersih Medali di Ajang Wall Climbing Competition Palembang, Berharap Perhatian Sarpras dari Pemerintah

27 Okt 2026 - 15:56 WIB

FPTI Seluma Sapu Bersih Medali di Ajang Wall Climbing Competition Palembang, Berharap Perhatian Sarpras dari Pemerintah

Program Senenan: Gandeng BNNP Bengkulu, Pemkab Bengkulu Tengah Tegaskan Komitmen Perangi Narkoba

26 Okt 2026 - 19:54 WIB

Program Senenan: Gandeng BNNP Bengkulu, Pemkab Bengkulu Tengah Tegaskan Komitmen Perangi Narkoba
Trending di Headline