FAKTABENGKULU.COM, KEPAHIANG — Sektor energi terbarukan di Bumi Merah Putih kembali menunjukkan geliat progresif. Proyek raksasa Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) yang berlokasi di kawasan Bukit Hitam, Kecamatan Kabawetan, Kabupaten Kepahiang, resmi melangkah ke tahap eksplorasi.
Langkah krusial ini ditandai dengan digelarnya sosialisasi rencana peningkatan infrastruktur jalan dan jembatan penunjang kegiatan pengeboran wilayah kerja panas bumi. Acara yang berlangsung di Aula Kecamatan Kabawetan ini dihadiri langsung oleh Pemerintah Kabupaten Kepahiang, perwakilan MCI Renewable selaku pelaksana proyek, serta Manajer PLN UPP 2 Bengkulu Sumbagsel.
Akselerasi Infrastruktur Menuju Target 2030
Tahap eksplorasi ini menjadi fondasi penting untuk memetakan dan memastikan potensi panas bumi secara akurat sebelum pembangunan fasilitas utama digarap. Guna melancarkan mobilisasi alat berat serta armada logistik proyek berkapasitas 2 x 55 Megawatt (110 MW) tersebut, pemerintah bersama pihak pengembang bersiap meningkatkan kualitas akses jalan dan jembatan menuju titik pengeboran.
Proyek strategis berskala besar di Blok Air Sempiang ini dijadwalkan mulai bergulir penuh pada 2026 dan ditargetkan rampung total pada 2030 mendatang. Kehadiran PLTP Kabawetan diproyeksikan tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional berbasis energi hijau di Bumi Merah Putih, tetapi juga memangkas ketergantungan terhadap energi fosil secara bertahap.
Wajib Utamakan Tenaga Kerja Lokal dan Dongkrak PAD
Menanggapi masuknya proyek jumbo ini ke tahap lapangan, Bupati Kepahiang H. Zurdi Nata memberikan penekanan tegas. Ia meminta pihak PT PLN (Persero) beserta perusahaan pelaksana proyek agar memprioritaskan penyerapan tenaga kerja dari masyarakat lokal sekitar.
Menurutnya, investasi bernilai fantastis ini wajib memberikan multiplier effect dan dampak ekonomi langsung yang nyata bagi kesejahteraan warga Kabupaten Kepahiang, khususnya di wilayah Kecamatan Kabawetan.
”Dalam proses pembangunan ini tentu akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian Kabupaten Kepahiang, khususnya Kecamatan Kabawetan. Karena itu, tenaga kerja lokal harus diprioritaskan,” tegas Bupati Zurdi Nata saat memberikan arahan.
Selain membuka peluang lapangan pekerjaan seluas-luasnya yang akan menggerakkan roda ekonomi daerah, proyek PLTP ini juga diharapkan mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kehadiran investasi energi terbarukan di Bumi Merah Putih diyakini mampu memicu pertumbuhan pusat-pusat aktivitas ekonomi baru dan sektor usaha pendukung di tingkat lokal secara berkelanjutan.
(ABD)













