Menu

Mode Gelap
Sambut HUT ke-81 RI, Walikota Dedy Wahyudi Ajak Warga Gencarkan Gotong Royong Bersihkan Kota Bengkulu Bolos Sekolah saat Jam Pelajaran, Siswa SMAN 2 Kota Bengkulu Diciduk Satpol PP di Jalur Tikus Belakang Sekolah Kemarau Panjang Ancam Sawah Mukomuko, Dinas Pertanian Bergerak Cepat Petakan Wilayah Rentan   Tegas! Dikbud Kota Bengkulu Larang Keras Pungutan Biaya Lomba 17 Agustus di Sekolah Tanggap Cepat Kebakaran SMPN 19 Kota Bengkulu: Dikbud Ajukan Proposal Revitalisasi Rp2 Miliar ke Pusat  Program Prabawa Resmi Diluncurkan: Satpol PP Siaga di Tiap Kelurahan, Walikota Dedy Wahyudi Tegaskan Peran Baru 

Headline

Perbedaan Awal Ramadan 1447 H, Pemprov Bengkulu Serukan Pesan Sejuk: Jaga Ukhuwah!

badge-check

Perbedaan Awal Ramadan 1447 H, Pemprov Bengkulu Serukan Pesan Sejuk: Jaga Ukhuwah! Perbesar

BENGKULU, FaktaBengkulu.com – Menjelang tibanya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, muncul potensi perbedaan penetapan awal puasa di tengah masyarakat Provinsi Bengkulu. Menyikapi hal ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu bergerak cepat mengeluarkan imbauan agar kerukunan dan toleransi tetap menjadi prioritas utama.

Perbedaan ini muncul karena adanya dua metode yang lazim digunakan di Indonesia. Sebagian umat Islam akan menunggu keputusan resmi pemerintah melalui Sidang Isbat Kementerian Agama RI yang berbasis metode rukyatul hilal. Di sisi lain, warga Muhammadiyah umumnya telah menetapkan awal Ramadan lebih awal berdasarkan metode hisab hakiki wujudul hilal.

Asisten I Setda Provinsi Bengkulu, Khairil Anwar, menyatakan bahwa perbedaan penentuan 1 Ramadan bukanlah fenomena baru dalam dinamika keislaman di tanah air. Menurutnya, keberagaman metode ini justru harus dipandang sebagai kekayaan ijtihad yang berdasar pada dalil kuat masing-masing.

“Perbedaan awal puasa ini bukan hal baru. Justru harus kita sikapi sebagai rahmat. Setiap metode memiliki dalil dan argumentasi masing-masing, baik itu hisab maupun rukyat,” ungkap Khairil pada Selasa (17/2/2026).

Ia menekankan bahwa esensi Ramadan bukan terletak pada kesamaan tanggal mulai, melainkan pada kesucian hati dan kegembiraan dalam menyambut bulan penuh ampunan tersebut.

Pemprov Bengkulu berharap agar masyarakat tidak terjebak dalam perdebatan yang tidak produktif apalagi sampai memicu gesekan sosial. Khairil mengingatkan bahwa sikap saling menghormati adalah kunci utama.

  • Bagi yang memulai puasa lebih awal: Silakan menjalankan ibadah dengan khusyuk
  • Bagi yang menunggu keputusan pemerintah: Tetap menghargai saudara yang sudah berpuasa.

“Kita harus saling menghormati. Jangan sampai perbedaan ini justru mengurangi nilai persaudaraan kita. Intinya adalah menjaga ukhuwah. Ramadan ini momentum memperkuat persatuan, bukan memperlebar perbedaan,” tegasnya.

Selain isu perbedaan tanggal, Khairil Anwar juga mengajak seluruh lapisan masyarakat Bumi Rafflesia untuk menjadikan Ramadan 1447 H sebagai ajang meningkatkan kepedulian sosial. Ia mendorong warga untuk menghidupkan semangat berbagi melalui zakat, infak, dan sedekah (ZIS).

Sebagai informasi tambahan, pantauan posisi hilal di Bengkulu saat ini dilaporkan masih berada di angka minus 0,972 derajat. Hal ini memperkuat kemungkinan adanya perbedaan hari antara metode hisab dan rakyat di lapangan.

(ABD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Sambut HUT ke-81 RI, Walikota Dedy Wahyudi Ajak Warga Gencarkan Gotong Royong Bersihkan Kota Bengkulu

5 Agustus 2026 - 20:07 WIB

Bolos Sekolah saat Jam Pelajaran, Siswa SMAN 2 Kota Bengkulu Diciduk Satpol PP di Jalur Tikus Belakang Sekolah

5 Agustus 2026 - 20:00 WIB

Kemarau Panjang Ancam Sawah Mukomuko, Dinas Pertanian Bergerak Cepat Petakan Wilayah Rentan  

5 Agustus 2026 - 19:56 WIB

Tegas! Dikbud Kota Bengkulu Larang Keras Pungutan Biaya Lomba 17 Agustus di Sekolah

4 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Tanggap Cepat Kebakaran SMPN 19 Kota Bengkulu: Dikbud Ajukan Proposal Revitalisasi Rp2 Miliar ke Pusat 

4 Agustus 2026 - 18:56 WIB

Trending di Headline