KOTA BENGKULU, FAKTABENGKULU.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu terus tancap gas dalam meningkatkan derajat kesehatan warga, terutama dalam menekan angka stunting. Langkah terbaru, Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Poltekkes Kemenkes Bengkulu.
Sinergi ini ditandai dengan Penandatanganan Kesepakatan Bersama (MoU) terkait penggunaan Aplikasi APRINA, sekaligus penyerahan bantuan sarana kebersihan yang berlangsung di Balai Kota Merah Putih, Selasa (7/4/2026).
Teknologi Sebagai Senjata Lawan Stunting
Dalam sambutannya, Walikota Dedy Wahyudi menegaskan bahwa kehadiran Aplikasi APRINA bukan sekadar formalitas teknologi. Aplikasi ini diproyeksikan menjadi instrumen vital dalam memantau tumbuh kembang anak dan kesehatan masyarakat secara real-time.
“Kerja sama ini adalah langkah strategis. Dengan Aplikasi APRINA, kita memperkuat sistem pemantauan kesehatan agar lebih akurat. Data yang tepat akan mempercepat respon kita terhadap masalah kesehatan, khususnya dalam upaya besar kita menurunkan angka stunting di Kota Bengkulu,” ujar Dedy Wahyudi.
Pemanfaatan teknologi ini diharapkan mampu memangkas birokrasi data, sehingga intervensi medis atau pemberian gizi tambahan dapat dilakukan secara tepat sasaran dan lebih cepat dari sebelumnya.
Dukungan Lingkungan Sehat Melalui Bantuan Kotak Sampah
Tidak hanya fokus pada teknologi digital, kolaborasi ini juga menyentuh aspek kesehatan lingkungan. Dalam kesempatan yang sama, Poltekkes Kemenkes Bengkulu menyerahkan bantuan sejumlah kotak sampah kepada Pemkot Bengkulu.
Penyerahan ini menjadi simbol kepedulian akademisi terhadap kebersihan lingkungan di Kota Bengkulu. Menurut Dedy, kesehatan masyarakat sangat berkolerasi dengan kebersihan lingkungan sekitar.
“Kesehatan itu dimulai dari lingkungan yang bersih. Bantuan kotak sampah ini adalah bentuk nyata kepedulian Poltekkes Kemenkes terhadap wajah kota dan kesehatan warga kita,” tambahnya.
Harapan Baru Bagi Pelayanan Publik
Acara yang berlangsung khidmat di Balai Kota Merah Putih ini diharapkan menjadi pemantik bagi instansi lain untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui inovasi. Dengan integrasi data melalui APRINA dan kesadaran lingkungan yang meningkat, Pemkot Bengkulu optimis target-target kesehatan nasional dapat tercapai lebih awal di tingkat daerah.
(ABD)













