Menu

Mode Gelap
Sambut HUT ke-81 RI, Walikota Dedy Wahyudi Ajak Warga Gencarkan Gotong Royong Bersihkan Kota Bengkulu Bolos Sekolah saat Jam Pelajaran, Siswa SMAN 2 Kota Bengkulu Diciduk Satpol PP di Jalur Tikus Belakang Sekolah Kemarau Panjang Ancam Sawah Mukomuko, Dinas Pertanian Bergerak Cepat Petakan Wilayah Rentan   Tegas! Dikbud Kota Bengkulu Larang Keras Pungutan Biaya Lomba 17 Agustus di Sekolah Tanggap Cepat Kebakaran SMPN 19 Kota Bengkulu: Dikbud Ajukan Proposal Revitalisasi Rp2 Miliar ke Pusat  Program Prabawa Resmi Diluncurkan: Satpol PP Siaga di Tiap Kelurahan, Walikota Dedy Wahyudi Tegaskan Peran Baru 

Headline

Pastikan Petani Sejahtera, Bulog Bengkulu Mulai Serap Gabah Lokal Rp6.500 per Kg

badge-check

Pastikan Petani Sejahtera, Bulog Bengkulu Mulai Serap Gabah Lokal Rp6.500 per Kg Perbesar

BENGKULU, faktabengkulu.com – Kabar gembira bagi para petani padi di Bumi Rafflesia. Perum BULOG Kantor Wilayah Bengkulu secara resmi memulai langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga di tingkat produsen. Pada musim panen awal tahun 2026 ini, Bulog berkomitmen menyerap Gabah Kering Panen (GKP) milik petani dengan harga Rp6.500 per kilogram.

Langkah ini diambil sesuai dengan mandat Pemerintah Pusat kepada Perum BULOG untuk menyerap total sekitar 4 juta ton setara beras secara nasional, dengan patokan harga GKP Rp6.500/kg dan beras Rp12.000/kg.

Pemimpin Wilayah Bulog Bengkulu menyatakan bahwa penyerapan gabah lokal bukan sekadar urusan memenuhi stok gudang nasional, melainkan bentuk perlindungan nyata terhadap kesejahteraan petani.

“Kami ingin memastikan petani tidak sendirian saat menghadapi fluktuasi harga pasar. Gabah ini adalah simbol kemandirian pangan kita. Dengan harga Rp6.500, kita memberikan nilai yang pantas atas keringat mereka agar semangat menanam tetap terjaga di musim berikutnya,” ujarnya saat meninjau langsung area persawahan, Minggu (25/1/2026).

Untuk menyukseskan target penyerapan tahun ini, Bulog Bengkulu memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan. Koordinasi intensif dilakukan mulai dari tingkat Provinsi hingga Kabupaten/Kota, melibatkan:

  • TNI (Babinsa) & Polri (Bhabinkamtibmas)
  • Petugas Penyuluh Lapangan (PPL)
  • Dinas Pertanian Daerah

Dody Syahrial, pihak Bulog Bengkulu, menekankan pentingnya peran PPL dalam mengedukasi petani mengenai usia panen yang ideal. Hal ini krusial untuk memastikan kualitas gabah yang diserap memenuhi standar penggilingan yang baik.

Selain fokus pada harga, Bulog Bengkulu juga melakukan inovasi di sisi logistik dan administrasi. Tim lapangan khusus “Serap Gabah” telah disiagakan untuk bekerja sama dengan unit-unit penggilingan padi di daerah.

“Kami memangkas rantai birokrasi agar proses administrasi lebih cepat. Harapannya, petani bisa menerima hasil penjualan mereka tanpa prosedur yang rumit,” tambah Dody.

Dengan kondisi iklim dan curah hujan yang relatif merata di wilayah Bengkulu saat ini, Bulog optimis hasil panen tahun 2026 akan melimpah. Cuaca yang bersahabat diharapkan mampu meningkatkan kualitas bulir padi, sehingga volume serapan ke gudang Bulog dapat mencapai target maksimal demi ketahanan pangan daerah.

(ABD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Sambut HUT ke-81 RI, Walikota Dedy Wahyudi Ajak Warga Gencarkan Gotong Royong Bersihkan Kota Bengkulu

5 Agustus 2026 - 20:07 WIB

Bolos Sekolah saat Jam Pelajaran, Siswa SMAN 2 Kota Bengkulu Diciduk Satpol PP di Jalur Tikus Belakang Sekolah

5 Agustus 2026 - 20:00 WIB

Kemarau Panjang Ancam Sawah Mukomuko, Dinas Pertanian Bergerak Cepat Petakan Wilayah Rentan  

5 Agustus 2026 - 19:56 WIB

Tegas! Dikbud Kota Bengkulu Larang Keras Pungutan Biaya Lomba 17 Agustus di Sekolah

4 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Tanggap Cepat Kebakaran SMPN 19 Kota Bengkulu: Dikbud Ajukan Proposal Revitalisasi Rp2 Miliar ke Pusat 

4 Agustus 2026 - 18:56 WIB

Trending di Headline