FAKTABENGKULU.COM, CURUP — Lapangan Dwi Tunggal Curup, Kabupaten Rejang Lebong, mendadak berubah menjadi panggung nostalgia raksasa pada Sabtu malam (7/11/2026). Ribuan masyarakat tumpah ruah memadati lokasi dengan balutan busana retro, membawa radio lawas, hingga mengenakan aksesori klasik demi menikmati perhelatan Orkes Jadulan dalam rangkaian Gebyar Semarak Merah Putih Rejang Lebong 2026.
Mengusung tema “Jadul Gayanya, Istimewa Ceritanya”, suasana malam itu langsung cair sejak pukul 19.00 WIB. Antusiasme tinggi tidak hanya datang dari kalangan orang tua yang bernostalgia dengan tembang lawas, tetapi juga anak-anak muda yang ikut berjoget mengikuti irama musik.
Kesercaraan semakin memuncak ketika Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Rejang Lebong Dr. H. Hendri, S.STP., M.Si., bersama Ketua TP PKK dr. Melka Novera Sari, Sp.N., dan Ketua DPRD Juliansyah Yayan turun langsung ke tengah penonton. Mengenakan busana bertema jadul, Plt Bupati Hendri dan Juliansyah Yayan bahkan ikut bernyanyi menghibur puluhan ribu warga. Alunan lagu-lagu populer seperti Aku Bukan Bang Toyib, Cari Jodoh, Tambal Ban, hingga Cubit-Cubitan sukses membakar semangat dan membuat ribuan penonton bergoyang bersama tanpa sekat jarak.
Berkah Bagi UMKM Lokal
Kemeriahan pesta rakyat ini tidak sekadar menghadirkan hiburan semata, tetapi juga membawa angin segar bagi perekonomian kerakyatan. Lapak-lapak pelaku Usaha Mikro, Kecil, and Menengah (UMKM) yang berjajar di sekitar lokasi tampak diserbu pembeli.
Tingginya tingkat kunjungan warga setiap harinya selama rangkaian acara Gebyar Semarak Merah Putih memberikan omzet melimpah bagi para pedagang makanan dan minuman. Kehadiran event ini terbukti mampu menggerakkan roda ekonomi rakyat secara nyata di Bumi Merah Putih.
Kesuksesan acara ini juga didukung penuh oleh kesiapsiagaan aparat keamanan dari TNI, Polri, dan Satpol PP Rejang Lebong yang mengawal ketat jalannya kegiatan hingga seluruh rangkaian acara selesai dengan aman dan tertib.
Perhelatan Orkes Jadulan ini menjadi salah satu magnet dari total 32 agenda meriah yang mewarnai perayaan di Rejang Lebong, membuktikan bahwa kebersamaan dan kreativitas masyarakat adalah panggung utama yang sesungguhnya.
(ABD)

















