FAKTABENGKULU.COM, Bengkulu — Sebanyak 728 atlet dari 30 klub dan perkumpulan renang ambil bagian dalam ajang bergengsi Bengkulu Swimming Championship (BSC) #3 Tahun 2026 yang memperebutkan Piala Bergilir Walikota. Kejuaraan yang berlangsung selama dua hari di Kolam Renang Gelora Merah Putih Kota Bengkulu ini resmi dibuka oleh Asisten I Setda Kota Bengkulu, Alex Periansyah, mewakili Walikota Bengkulu.
Dalam sambutannya, Alex menegaskan komitmen penuh Pemerintah Kota dalam mendukung kemajuan seluruh cabang olahraga di bawah naungan KONI. Ajang ini tidak hanya menjadi wadah kompetisi, tetapi juga langkah strategis menjaring bibit-bibit unggul perenang muda dari Bumi Merah Putih yang siap mengharumkan nama daerah di kancah regional, nasional, hingga internasional.
Dari total 728 peserta yang terdiri atas 414 atlet putra dan 314 atlet putri, tercatat pula lima klub berasal dari luar Provinsi Bengkulu, seperti Kabupaten Musi Rawas, Kota Lubuklinggau, hingga Pagar Alam, Sumatera Selatan. Kejuaraan ini juga melibatkan 58 wasit dan juri serta 25 panitia pelaksana.
Fokus Pembinaan Jangka Panjang Menuju PON 2028
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Bidang Pembinaan Prestasi KONI Provinsi Bengkulu, Aswandi, mengapresiasi kerja pengurus Akuatik Indonesia Kota Bengkulu. Menurutnya, solidnya organisasi dan sistem pembinaan menjadi kunci utama dalam melahirkan atlet berprestasi. KONI Provinsi Bengkulu telah menyiapkan alokasi anggaran khusus untuk pembinaan atlet dari berbagai cabang olahraga, termasuk renang.
Sejumlah atlet renang kini telah masuk dalam program pembinaan prioritas emas KONI Provinsi Bengkulu guna menatap Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Beberapa nama atlet berbakat tersebut di antaranya Princess Aglo Hutabarat (Tirta Cmpaka), Muhammad Bintang Pamungkas Efendi (18 Swimming School), serta Rois Java Naraya. Princess Aglo sendiri sebelumnya telah menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih medali perunggu pada ajang O2SN tingkat nasional.
Sistem promosi dan degradasi akan terus diterapkan secara ketat berdasarkan prestasi objektif. “Siapa yang bagus lagi dan menunjukkan prestasi, tentu bisa masuk dalam binaan. Kita akan terus menambah pembinaan atlet,” tegas Aswandi.
Pemanasan Menuju Porprov 2026
Senada dengan hal tersebut, Ketua KONI Kota Bengkulu, Venty Kusumawardani, menyampaikan bahwa BSC #3 menjadi ajang seleksi krusial untuk mengukur kemampuan atlet sebelum berlaga di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bengkulu yang dijadwalkan bergulir pada 1 hingga 5 Desember 2026.
Para atlet terbaik dari Bumi Merah Putih diimbau untuk mempersiapkan diri secara maksimal demi mendulang medali emas di ajang Porprov, sebelum melangkah ke jenjang yang lebih tinggi seperti Pra-PON, Porwil, hingga Kejurnas.
Ketua Panitia BSC #3, Yoyat Wahyu, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak, mulai dari Akuatik Indonesia, Pemkot Bengkulu, KONI, sponsor, hingga tim medis, atas suksesnya penyelenggaraan kejuaraan ini. Pihaknya terbuka terhadap kritik dan saran konstruktif guna mengevaluasi kualitas penyelenggaraan di masa mendatang.
(ABD)

















