KOTA BENGKULU, FaktaBengkulu.com – Warga di sekitar kawasan Simpang Dekranasda, Kelurahan Anggut Bawah, Kecamatan Ratu Samban, dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat pria pada Senin pagi, 4 Mei 2026. Jasad yang ditemukan di balik rimbunnya semak-semak tersebut teridentifikasi sebagai Purwadi, pria yang dikabarkan hilang kontak oleh pihak keluarga sejak sepekan terakhir.
Peristiwa tragis ini bermula dari kecurigaan warga setempat yang melihat sebuah sepeda motor terparkir tanpa pemilik di lokasi tersebut dalam waktu yang cukup lama. Merasa ada yang tidak beres, warga kemudian melaporkan keberadaan motor “tak bertuan” itu ke pihak kelurahan, yang diteruskan ke aparat kepolisian.
Kronologi Penemuan: Berawal dari Motor yang Terparkir Lama
Berdasarkan informasi yang dihimpun tim redaksi FaktaBengkulu.com, korban terakhir kali terlihat saat berpamitan kepada keluarga untuk melakukan olahraga joging di kawasan Pantai Panjang. Namun, setelah satu minggu berlalu tanpa kabar, kekhawatiran keluarga akhirnya terjawab dengan penemuan memilukan ini.
Kapolsek Ratu Samban, AKP Dendi Putra, mengonfirmasi bahwa setelah menerima laporan, pihaknya langsung bergerak menuju lokasi bersama Tim Inafis Polresta Bengkulu untuk melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
“Benar, pagi ini ada penemuan mayat. Kami bersama tim Inafis Polresta Bengkulu sudah turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal,” ujar AKP Dendi Putra di lokasi kejadian.
Kondisi Korban Saat Ditemukan
Dalam proses olah TKP, petugas menemukan jasad Purwadi berada sekitar 25 meter dari posisi sepeda motor miliknya. Dari kondisi fisik yang ditemukan di lapangan, korban diduga kuat sudah meninggal dunia beberapa hari sebelum akhirnya ditemukan oleh warga.
Penemuan ini langsung menarik perhatian pengendara yang melintas di Simpang Dekranasda, mengingat lokasi tersebut merupakan salah satu titik akses yang cukup ramai di Kota Bengkulu.
Polisi Lakukan Penyelidikan Mendalam
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kematian Purwadi masih menjadi misteri. Pihak kepolisian belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai apakah terdapat tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban atau adanya faktor lain.
“Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban,” tambah Kapolsek.
Saat ini, jasad korban telah dievakuasi untuk menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut guna kepentingan autopsi. Kasus ini kini ditangani oleh Polresta Bengkulu dan Polsek Ratu Samban untuk memastikan motif dan kronologi lengkap di balik hilangnya korban hingga ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.













