BENGKULU SELATAN, faktabengkulu.com – Kemacetan arus lalu lintas di kawasan Tebing Lubuk Manau, Kabupaten Bengkulu Selatan, tampaknya masih akan terjadi hingga esok hari. Proses evakuasi material pohon beringin berukuran raksasa yang roboh dan menutupi sebagian badan jalan utama di wilayah Bumi Merah Putih ini dipastikan belum rampung sepenuhnya hingga Senin sore (13/7/2026).
Berdasarkan pantauan di lapangan hingga pukul 16.13 WIB, petugas gabungan masih berjibaku memotong dan menyingkirkan batang pohon yang besar. Akibatnya, arus lalu lintas di jalur tersebut terpaksa diberlakukan sistem buka-tutup, sehingga para pengendara harus rela mengantre dan bergantian untuk melintas.
Bupati Bengkulu Selatan, Rifai Tajuddin, turun langsung memantau situasi di lokasi kejadian. Beliau menyampaikan bahwa seluruh instansi terkait telah dikerahkan secara maksimal demi mempercepat pembersihan jalan.
“Alhamdulillah, saat ini jalan sudah mulai bisa dilalui kembali meskipun statusnya masih sistem buka-tutup,” kata Rifai saat diwawancarai di lokasi, Senin (13/7/2026).
Rifai menjelaskan bahwa tim gabungan yang terdiri dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), BPBD, Satpol PP, Pemadam Kebakaran (Damkar), serta personel TNI dan Polri akan menghentikan aktivitas evakuasi pada pukul 17.00 WIB. Proses pembersihan baru akan dilanjutkan kembali pada Selasa pagi (14/7/2026) setelah pelaksanaan apel.
“Kondisi di lapangan tidak memungkinkan untuk melanjutkan pekerjaan pada malam hari. Selain faktor minimnya penerangan, aliran listrik di sekitar kawasan Tebing Lubuk Manau saat ini juga masih padam, sehingga terlalu berisiko bagi keselamatan petugas,” jelasnya.
Diduga Dipicu Kebakaran Batang dan Rusak 6 Motor
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pohon beringin besar tersebut diduga kuat tumbang akibat kebakaran yang melanda bagian batangnya. Petugas Damkar dan Satpol PP sebenarnya telah memadamkan api pada Minggu sore (12/7/2026). Namun, bara api diduga masih menyala di dalam struktur batang, membuat ketahanan pohon melemah hingga akhirnya roboh dan sempat mengejutkan warga sekitar dengan suara layaknya ledakan.
Insiden ini tidak hanya mengganggu arus lalu lintas, tetapi juga merusak jaringan kabel listrik di sekitar lokasi serta menimpa enam unit sepeda motor milik warga yang sedang terparkir di dekat Rumah Makan Ben Pop.
Untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan yang kian parah, Bupati Rifai mengimbau pengguna jalan untuk mencari rute lain. “Kami sangat menyarankan kepada para pengendara agar memanfaatkan jalur alternatif melalui Jalan Dua Ayu demi menghindari kemacetan panjang,” imbaunya.
DLHK Kerahkan 4 Truk ke TPA Kayu Arau
Sementara itu, Kepala DLHK Bengkulu Selatan, Erwin Muchsin, menegaskan komitmen pihaknya untuk membantu percepatan evakuasi ini. Sebanyak empat armada truk sampah telah disiagakan khusus untuk mengangkut sisa-sisa material pohon.
“Empat armada truk kami kerahkan penuh untuk mengangkut sisa batang dan ranting pohon menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kayu Arau. Kami terus bersinergi dengan BPBD di lapangan,” tutur Erwin.
Di sisi lain, petugas Damkar juga masih terus melakukan penyiraman pada sisa-sisa bongkahan pohon untuk memastikan tidak ada lagi asap atau bara api yang tersisa yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Pemerintah daerah mengimbau seluruh masyarakat yang terpaksa melintasi kawasan Tebing Lubuk Manau di Bumi Merah Putih ini agar tetap meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi setiap arahan dari petugas di lapangan.
(ABD)













